Advertise

 
Jumat, 24 Oktober 2014

Razia Warung Remang-Remang Terdapat PSK di Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban melakukan razia sejumlah warung yang berada di kawasan Cargo PT Semen Gresik, Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jumat (24/10/2014). Sejumlah warung yang ada di Cargo tempat berhentinya truk tersebut dirazia petugas lantaran disinyalir sebagai ajang prostitusi. Dalam razia tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak 12 perempuan yang disinyalir sebagai seorang Pakerja Seks Komersial (PSK).

Razia penertiban warung yang disinyalir sebagai tempat prostitusi tersebut dilakukan petugas Satpol PP berdasarkan informasi dari warga masyarakat. Yang mana sebagian besar warung di lokasi Cargo Semen Gresik tersebut sering digunakan untuk tempat mesum. "Sebagai berdasarkan informasi pengaduan dari masyarakat dan pihak perusahaan tim kita juga melakukan penyelidikan. Kemudian kita bergerak melakukan razia," terang Heri Muharwanto, Kepala Satpol PP Pemkab Tuban.

Petugas yang tiba di sekitar tempat berhentinya truk pengangkut semen tersebut kemudian langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warung yang ada. Saat dilakukan pemeriksaan terdapat sejumlah wanita yang disinyalir sebagai PSK.

"Sebagian wanita yang kita amankan kita periksa identitasnya ternyata bukan orang Tuban. Mereka sempat menolak untuk kita bawa untuk kita lakukan pembinaan," lanjut Heri Muharwanto.

Dari sebanyak 12 wanita yang diamankan oleh petugas Satpol PP saat razia tersebut salah satunya masih berusia remaja. Keberadaan para belasan wanita itu selama ini juga tidak pernah ijin kepada pihak desa setempat untuk mendirikan warung remang-remang di sekitar Cargo itu.

"Penertiban ini berdasarkan Perda nomer 13 tahun 2002 yang mengatur larangan aktivitas prostitusi. Setelah kita lakukan pendataan kemudian mereka akan kita serahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan pembinaan," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Tuban Daerah Termiskin Peringkat 7 di Jawa Timur

0 komentar

Berita Tuban - Banyaknya sejumlah industri dan juga perusahaan skala nasional maupun internasional ternyata belum mampu untuk meningkatkan tarap kehidupan bagi warga masyarakat Kabupaten Tuban, pasalnya angka kemiskinan di Bumi Wali tersebut masih tinggi, Jumat (24/10/2014).

Meski peningkatan ekonomi dan perkembangan industri cukup pesat, angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Tuban masih berada di peringkat ke 7 daerah termiskin dari 38 kabupaten di Jawa Timur. Sedangkan pada empat tahun lalu Kabupaten Tuban menduduki urutan ke 4 daerah termiskin di Jawa Timur.

"Alhamdulillah pada tahun ini kita sudah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Yang mana dulu pada urutan ke 4 sekarang berada di urutan ke 7," terang Noor Nahar Husain, Wakil Bupati Tuban.

Wakil Bupati menjelaskan, sebelumnya angka kemiskinan di Kabupaten Tuban ini mencapai 21 persen dari jumlah penduduk yang ada. Sedangkan untuk tahun ini Pemkab Tuban berhasil menurunkan jumlah angka kemiskinan menjadi 17 persen dari sebanyak sekitar 1 juta penduduk di Tuban.

"Kita masih terus berjuang untuk pengentasan jumlah kemiskinan di Kabupaten Tuban. Kita terus berjuang bersama warga masyarakat untuk terus menekan angka kemiskinan," lanjut Wakil Bupati. 

Guna melakukan penekanan terhadap jumlah warga miskin, Pemkab Tuban telah melakukan berbagai upaya. Yang mana salah satunya adalah dengan melakukan program Gerakan Membantu Masyarakat Miskin (Gematumaskin) yang mana telah dilaksanakan mulai tahun 2012 yang lalu.

"Program Gematumaskin ini sangat efektif dan terbukti telah berhasil mengurangi angka kemiskinan di Tuban. Kita berharap dengan berbagai kedepan kita terus bisa menekan angka kemiskinan," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

PNS Pengedar Sabu Jalani Tes Urine

0 komentar


Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskoba Polres Tuban masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait penangkapan MK (47), seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah memiliki belasan obat terlarang jenis Sabu.

Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan urine dari PNS Pemkab Tuban yang bertugas mejadi staf Kecamatan Kota Tuban tersebut untuk mengetahui apakah pelaku yang diduga pengedar Sabu-sabu itu juga merupakan pemakai barang haram tersebut, Kamis (23/10/2014).

"Untuk hasil tes urine dari pelaku juga masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Kita juga memeriksa rumah pelaku tapi tidak kita temukan alat-alat untuk memakai obat terlarang itu," terang AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban.

Kapolres Tuban menegaskan, jika penangkapan sabu-sabu dengan jumlah 3,6 gram tersebut merupakan hasil pengungkapan yang besar yang selama ini didapatkan oleh Sat Reskoba Polres Tuban. Karena selama ini yang banyak terungkap hanya peredaran pil daftar G.

"Ini merupakan pengungkapan yang besar, jadi perlu kita atensi untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," sambung Kapolres Tuban saat melakukan Press Release. 

Oknum PNS yang menjadi pemilik Sabu-sabu tersebut mengaku mendapatkan dari orang yang dikenalnya di Surabaya saat berada di tempat hiburan malam. Kemudian antara pelaku dengan pengedar kelas kakap yang belum diketahui identitasnya tersebut melakukan transaksi barang haram itu.

"Selama ini para pemilik Sabu yang tertangkap mengaku mendapatkan barangnya dari Madura. Tidak menuntut kemungkinan itu hanya alasan untuk memutus jaringan dari peredaran Narkotika itu, makanya kita terus melakukan pengembangan," pungkasnya.

Akibat perbuatannya memiliki dan membawa obat terlarang jenis Sabu-sabu sebanyak 16 poket dengan berat total 3,6 gram tersebut oknum PNS dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU RI nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun hukuman penjara.

Seperti berita sebelumnya, MK (47), seorang PNS asal Desa Kandangan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ditangkap anggota Sat Reskoba Polres Tuban di jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban. Saat itu pelaku sedang berdiri di pinggir jalan yang diduga akan mengedarkan sabu-sabu yang ia bawa. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Seorang PNS Tuban Penjual Sabu Ditangkap Polisi

0 komentar


Berita Tuban - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Tuban ditangkap anggota dari Sat Reskoba Polres Tuban lantaran kedapatan membawa belasan paket Sabu-sabu saat berada di jalan Tuban-Semarang KM 6, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban.

Pelaku ditangkap saat berdiri di tepi jalan raya jalur Pantura Tuban itu yang diduga sedang menunggu pembeli untuk transaksi barang haram tersebut. Kemudian pelaku langsung dibawa ke Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut, Kamis (23/10/2014). Oknum PNS yang diringkus oleh anggota Sat Reskoba Polres Tuban adalah MK (47), warga Desa Kandangan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. MK merupakan salah satu staf kantor Kecamatan Kota Tuban.

"Pelaku kita tangkap di jalan raya. Saat kita lakukan pemeriksaan ternyata pelaku kedapatan memiliki Narkotika golongan satu jenis Sabu," terang AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban.

Penangkapan tersebut berawal saat anggota dari Sat Reskoba mendapatkan informasi bahwa oknum PNS tersebut diduga sebagai pengedar Narkoba. Kemudian anggota mengetahui pelaku sedang berdiri di tepi jalan raya Tuban-Semarang, Kabupaten Tuban.

"Saat dilakukan penggeledahan pelaku kedapatan membawa sebanyak 16 poket Sabu yang disimpan dalam saku celana. Pelaku mengaku mendapatkan barang haram itu dari pengedar asal Madura," lanjut Kapolres Tuban sambil menunjukan barang bukti Sabu-sabu itu. Setelah tertangkap membawa 16 paket Sabu dengan total berat 3,6 gram itu, MK mengaku jika barang haram tersebut akan dipakai sendiri. Namun karena jumlahnya yang terlalu banyak dengan sudah dipisah-pisah dimungkinkan barang tersebut juga dijual pada orang lain.

"Berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, barang itu akan digunakan sendiri. Tapi karena jumlahnya banyak kita akan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku," sambung Ucu Kuspriyadi. Kini MK harus mendekam di sel tahanan Polres Tuban akibat perbuatannya membawa dan memiliki belasan poket Sabu-sabu tersebut. Petugas masih terus melakukan pengembangan untuk mengetahui pasti oknum PNS itu sebagai pengedar barang haram tersebut.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Tabrak Pagar Petani Kerek Tuban Tewas

0 komentar


Berita Tuban - Seorang pengendara motor tewas dengan kondisi mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarai korban menabrak pagar rumah warga yang ada di tepi jalan raya Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Korban tewas diketahui bernama Tasiran (35), warga Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Korban tewas di lokasi kejadian dengan kondisi mengalami luka parah pada bagian kepalanya dan beberapa bagian tubuhnya.

Data yang dihimpun wartawan, Rabu (22/10/2014), kejadian kecelakaan tunggal tersebut berawal saat Tasiran mengendarai sepeda motor dari arah utara dengan membawa muatan kayu bakar dengan cara diboncengkan yang muatannya berlebihan.

Selanjutnya saat sampai di jalan raya Desa Margorejo, Kecamatan Kerek yang menjadi jalan penghubung antar kecamatan tersebut sepeda motor yang dikendarai korban tiba-tiba oleng. Kemudian sepeda motor itu langsung menabrak pagar milik salah satu warga.

"Diduga korban tidak bisa mengendalikan setirnya karena muatan terlalu berlebihan. Akibatnya sepeda motor korban nabrak pagar dan korban meninggal di TKP," terang IPDA Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Sejumlah warga yang mengetahui korban menabrak pagar tersebut berusaha memberikan pertolongan, tetapi karena korban mengalami luka parah akhirnya korban langsung tewas di TKP. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.

"Setelah dilakukan pemeriksaan jenazah korban langsung diambil oleh pihak keluarga untuk di makamkan. Kita menghimbau kepada warga masyarakat supaya selalu hati-hati saat berkendara dan mengutamakan keselamatan saat di jalan," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

SI Tuban Buat WHRPG

0 komentar

Berita Tuban - Guna memanfaatkan gas buang dari operasional pabrik, PT Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban hari ini mulai melakukan pembangunan pembangkit listrik dengan menggunakan gas buang atau Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG), Rabu (22/10/2014).

Proyek pembangunan pembangkit listrik tersebut merupakan kerjasama antara PT Semen Indonesia Tbk dengan JFE Engineering Jepang. Pembangkit listrik WHRPG tersebut akan digunakan untuk memasok penggunaan listrik di pabrik Semen Gresik yang ada di Kabupaten Tuban.

Pembangunan proyek WHRPG tersebut akan memakan waktu selama 26 bulan. Yang mana dimulai pada bulan Oktober 2014 ini dan nanti akan selesai dan sudah ditargetkan beroperasi pada akhir semester II tahun 2016 nanti.

"Proyek WHRPG tersebut akan dibangun di Pabrik Tuban 1, Tuban 2, Tuban 3 dan Pabrik Tuban 4. Sehingga proyek ini merupakan pertama kalinya di Indonesia dalam satu area seluruh panas buang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik," terang Dwi Soetjipto, selaku Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa pembangunan WHRPG yang mulai dibangun di Pabrik Tuban tersebut akan menghasilkan kapasitas listrik sebesar 30,6 Mega Watt (MW). Yang mana untuk pembangunan proyek WHRPG tersebut membutuhkan investasinya sebesar Rp 638 miliar dan sebagian merupakan bantuan dari Jepang.

"Dengan selesainya pembangunan proyek ini maka akan mengurangi penggunaan listrik dari PLN sebesar 152 Kwh pertahun. Dengan itu bisa menghemat untuk biaya listrik sebesar 120 miliar rupiah pertahun," tambah Direktur Semen milik BUMN tersebut.

Tak hanya membawa efisiensi pada pembiayaan listrik, dengan dibangunnya pembangkit listrik yang berasal dari gas panas dari produksi semen tersebut juga membawa manfaat bagi lingkungan. Karena bisa mengurangi keberadaan emisi gas buang yang dihasilkan dari produksi semen tersebut.

"Dengan demikian kita tidak hanya berfikir untuk perusahaan saja tapi juga lingkungan, karena bisa mengurangi emisi gas buang. Pembangunan teknologi ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya telah dibangun di pabrik Indarung Padang pada tahun 2011," pungkasnya.

Sementara itu, kegiatan peletakan batu pertama pembangunan proyek pembangkit listrik tersebut dihadiri oleh Bupati Tuban bersama jajaran Forpimda Kabupaten Tuban. Selain itu juga diikuti oleh Tetsuo Tsuyuguchi, selaku Managing JFE Engeneering Corporation yang merupakan perusahaan pembuat alat tersebut.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
Rabu, 22 Oktober 2014

Polisi Grebek Pabrik Arak Prunggahan Kulon Tuban

0 komentar


Berita Tuban - Produksi pembuatan minuman keras jenis Arak di wilayah Kabupaten Tuban masih terus berlangsung meski dengan cara sembunyi-sembunyi setelah Pemkab Tuban melakukan penutupan dan penyegelan seratus lebih pabrik Arak di Tuban. 

Kali ini petugas kepolisian dari jajaran Sabhara Polres Tuban kembali melakukan razia pengrebekan lokasi pembuatan Arak. Hasilnya petugas berhasil mengamankan ratusan liter Arak yabg sudah siap untuk dijual, Selasa (21/10/2014). 

Pabrik pembuatan Arak tersebut masih ditemukan beroperasi di wilayah Desa Prunggahan Kulon dan Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Petugas menemukan enam lokasi tempat penyimpanan sekaligus menjadi pembuatan Arak. "Dari enam lokasi tersebut kita berhasil mengamankan sebanyak 390 liter minuman keras Arak. Kemudian barang bukti kita amankan dan kita bawa ke Polres Tuban," jelas AKP Yani Susilo, Kasat Sabhara Polres Tuban. 

Enam titik lokasi pembuatan Arak yang dilakukan pengrebekan tersebut merupakan milik dari Latif, Anas, Wanti, Ti, Mi dan Kirun. Saat dilakukan pengrebekan para pemilik produksi Arak tersebut sudah terlebih dahulu meninggalkan tempat produksinya itu. "Rencananya para pemilik Arak ini akan kita panggil dan kita serahkan kepada Unit Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambung Kasat Sabhara setelah melakukan razia tersebut.

 Selain barang bukti ratusan liter Arak yang sudah dikemas dalam botol air mineral dan juga jurigen itu, petugas juga kembali mengamankan peralatan pembuatan Arak itu. Diantaranya kompor gas, tungku, tabung gas dan juga peralatan pembuatan minuman keras tersebut. "Razia akan terus kita lakukan secara rutin untuk terus mencari pembuat Arak yang masih ada untuk menciptakan Tuban ini benar-benar bersih dari produksi Arak," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014