Advertise

 
Kamis, 18 Desember 2014

PSKS Diselewengkan, Warga Tuban Bertindak

0 komentar
 

Berita Tuban - Penyaluran dana dari Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di wilayah Kabupaten Tuban banyak yang tidak tepat sasaran. 

Pasalnya dalam pencairan dana PSKS program dari pemerintahan Jokowi-JK sebagai ganti pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) itu banyak warga yang sudah mampu mendapatkan bagian. 

Kondisi tersebut membuat sejumlah perangkat desa kerap mendapatkan protes dari warga masyarakat miskin yang tidak mendapatkan jatah tersebut. Hal itu dipicu lantaran data yang digunakan dalam penyaluran PSKS tersebut diduga sudah tidak valid dan tidak sesuai, Kamis (27/11/2014).

"Kami banyak mendapatkan protes dari warga karena data yang digunakan penyaluran PSKS ada yang tidak sesuai." ungkap salah satu perangkat desa yang ada Kabupaten Tuban.

Menurut sejumlah perangkat desa, bahwa data yang digunakan untuk penyaluran PSKS tersebut menggunakan data lama, yakni data pada pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Sehingga data yang sudah lama itu sudah tidak cocok dengan kondisi masyarakat sekarang ini.

"Banyak warga miskin tidak mendapatkan bagian. Sedangkan justru warga yang sudah mampu mendapatkan program ini," terang Karso, selaku Kepala Desa (Kades) Desa Sugiharjo, Kecamatan Kota Tuban.

Menurutnya, penyaluran PSKS yang banyak tidak tepat sasaran tersebut menjadi permasalahan sosial tersendiri di kalangan masyarakat. Sehingga membuat kecemburuan antara warga miskin yang tidak mendapatkan bagian dengan warga yang mampu dan menerima program itu.

"Beberapa kali masyarakat mendatangi kami dan melakukan protes karena tidak dapat bagian. Seharusnya program ini menggunakan data yang baru dan melakukan surve sebelum programnya diluncurkan supaya tepat sasaran," lanjut Kades yang masih muda tersebut.

Sementara itu, untuk pembagian penyaluran PSKS di wilayah Kabupaten Tuban akan sudah mulai sejak tanggal 21 November 2014 kemarin dan akan berakhir sampai 31 November 2014 besuk. Pembagian dilakukan di masing-masing kelurahan maupun desa-desa yang ada di Tuban.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Honorer K2 Tuban Diberi SK CPNS

0 komentar

Berita Tuban - Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Tuban memberikan Surat Kerja (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terhadap sebanyak 313 orang Pegawai Honorer kategori dua (K2) yang sudah lama menjadi pegawai di Pemkab Tuban.

Sebanyak 313 pegawai K2 yang mendapatkan SK CPNS pada tahun 2014 ini merupakan formasi anggaran dari tahun 2013 dan tahun 2014. Sebagian besar para honorer yang telah mendapatkan SK CPNS tersebut berasal dari tenaga pendidik dan juga tenaga teknis, Kamis (27/11/2014).

Dari jumlah 313 pegawai Honorer yang mendapatkan SK tersebut sebanyak 257 merupakan pegawai yang berasal dari tenaga pendidik formasi tahun 2013 dan formasi tahun 2014 ini. Sedangkan sisanya sebanyak 40 orang merupakan tenaga teknis dan 16 orang berasal dari tenaga kesehatan. 

"Kami berharap setelah SK CPNS ini diterima mereka akan bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Selain itu mereka harus mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya sebelum pengangkatan CPNS," terang Nur Hasan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban.

Sementara itu, penyerahan SK CPNS para pegawai Honores tersebut secara langsung dilakukan oleh Fatkhul Huda, selaku Bupati Tuban. Yang mana kegiatan penyerahan SK bagi para guru dan juga tenaga kesehatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Krido Manunggal, Kabupaten Tuban.

"Pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS ini merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemkab Tuban terhadap para Honorer. Para CPNS harus bekerja sungguh-sungguh dan penuh tagungjawab dalam melayani masyarakat," terang Fatkhul Huda, Bupati Tuban di hadapan ratusan CPNS itu.

Dengan pemberian SK CPNS tersebut, Bupati Tuban berharap kepada para penerima SK untuk mengikuti tahapan seperti pendidikan pra jabatan. Para penerima SK CPNS akan mendapatkan pengawasan khusus terkait kinerjanya apakah layak atau tidak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Nenek Asal Soko Tuban Hanyut di Sungai

0 komentar

Berita Tuban - Mbah Sriyatun(65) warga RT 01/RW 01 Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban diduga hanyut di Sungai Bengawan Solo. Sebab, setelah beberapa jam keluar rumah tidak kunjung pulang. Keluarga korban sangat panik mencari keberadaan salah satu anggota keluarga mereka.

Dugaan perempuan tua itu hanyut dikuatkan temuan selendang dan panci menanak nasi ditepi Bengawan Solo milik Sriyatun. Sampai siang ini warga setempat terus melakukan pencarian untuk menyisir kemungkinan jazad korban belum jauh dari lokasi mandi.

Warga setempat menyisir Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu biasa. Selain itu, warga juga berbondong-bondong menyisir ditepian sungai. "Warga curiga mbah Sriyatun hanyut, sebab hanya ditemukan selendang dan panci," ujar keponakan korban, Eko, Kamis (27/11/2014).

Pencarian menggunakan perahu tambang belum membuahkan hasil. Keluarga korban sangat berharap bisa menemukan tubuh korban, apapun kondisinya. Mereka hanya pasrah kepada warga yang terus melakukan penyisiran. Pencarian terhadap korban terhambat karena air Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu kondisinya keruh dan arusnya deras.

Kondisi Bengawan Solo saat ini sedang pasang. Kejadian bersamaan warga dibantaran sungai mencari ikan karena munggut (ikan mabuk,red). Air pasang membuat ikan dan udang mabuk. Setiap air Bengawan Solo mengalami pasang kali pertama pasti terjadi mungguk. Momen tersebut dimanfaatkan warga untuk mencari ikan dan udang ditepian sungai. [uuk/kun]
Baca Selengkapnya...

PKL Jalan Kalijogo Tuban Ditertibkan Satpol PP

0 komentar

Berita Tuban - Petugas dari satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan maupun trotoar yang memang di larang.

Dalam razia tersebut petugas tidak melakukan penyitaan terhadap barang-barang dagangan dari para PKL yang kedapatan berjualan di trotoar. Namun petugas menyuruh para pedagang makanan dan minuman keliling untuk tidak mangkal di tempat yang di larang, Rabu (26/11/2014).

Salah satu titik yang menjadi sasaran petugas dalam razia tersebut merupakan sepanjang jalan Sunan Kalijogo, Kelurahan Latsari, Kota Tuban. Petugas mendatangi para pedagang untuk pindah dari lokasi yang memang dilarang untuk jualan.

"Kegiatan itu merupakan penertiban rutin. Kami masih menunggunakan langkah persuasif dengan memberikan pengertian terhadap para PKL," ujar Heri Muharwanto, Kasatpol PP Kabupaten Tuban.

Menurut Heri, sejauh ini masih ada empat titik lokasi yang memang menjadi tempat para PKL berjualan dan sulit untuk ditertibkan. Yakni jalan Sunan Kalijogo, jalan AKBP Suroko, jalan RE Martadinata dan juga seputar alun-alun Kota Tuban. 

"Empat titik ini memang masih sulit untuk kita tertibkan. Memang keberadaan mereka menjadi dilema, satu sisi melanggar perda dan pada sisi lain mereka berjualan untuk mencari sumber penghidupan," lanjut Heri Muharwanto.

Sementara itu, sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban mengaku bahwa mereka tetap nekad berjualan karena memang di tempat tersebut yang ramai untuk jualan. Meski mereka harus sering berhadapan dengan petugas yang melakukan penertiban.

"Sebenarnya juga sedih mas, kita harus uber-uberan terus dengan Satpol PP. Tapi mau gimana lagi, kita minta ijin juga belum diberikan, terus kita juga butuh jualan untuk cari uang," ujar Mardi, salah satu PKL yang berjualan minuman di jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Operasi Zebra Tuban 2014

0 komentar

Berita Tuban - Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Semeru tahun 2014, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban akan giat untuk melakukan razia kendaraan bermotor di sejumlah ruas jalan utama maupun jalan-jalan alternatif yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, Senin (26/11/2014).

Pada pelaksanaan Operasi Zebra 2014 itu pihak kepolisian menurunkan lebih dari seratus anggota dari Satuan Lalu Lintas Polres Tuban. Adapun untuk pelaksanaan razia akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam setiap harinya.

"Selain kegiatan razia penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas juga terus kita lakukan. Kita akan melakukan razia siang dan juga malam hari," terang AKP Muhammad Faqih, Kasat Lantas Polres Tuban.

Selama pelaksanaan operasi Zebra 2014 yang berlangsung selama dua minggu yang dimulai hari ini sampai dengan tanggal 09 Desember 2014 nanti, petugas kepolisian juga melibatkan dari pihak TNI dan juga dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban. Petugas TNI akan melakukan penindakan jika ada dari anggota TNI yang melanggar.

"Untuk sasaran dalam operasi Zebra kali tahun ini adalah para pengendara sepeda motor yang tidak memiliki kelengkapan dalam berkendara dan pelanggaran marka maupun rambu-rambu. Tujuannya untuk meminimalisir pelanggaran dan menekan angka laka lantas," sambung Kasat Lantas.

Sementara itu, AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2014 yang mulai dilaksanakan hari ini pihak Polres Tuban juga telah melakukan razia kelengkapan kendaraan milik para anggota dari Polres Tuban. 

"Sebelum melaksanakan kegiatan kita harus tertib anggota terlebih dahulu untuk menjadi contoh warga masyarakat. Jangan sampai ada anggota yang justru kendaraannya tidak lengkap saat menjalankan tugas," terang AKBP Ucu Kuspriyadi, setelah apel gelar pasukan di Polres Tuban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Truck Mundur di Tanjakan Tunah Tuban

0 komentar


Berita Tuban - Sebuah kendaraan truk tronton yang bermuatan minuman ringan terguling di tempat pemakaman umum (TPA), Dusun Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Selasa (24/11/2014).

Kendaraan truk nopol G 1604 KP yang dikemudikan oleh Suharto (58), asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah itu terguling di kuburan lantaran tak kuat naik di tanjakan Kepet, jalur Pantura Tuban itu. Saat kejadian truk sempat mundur hingga puluhan meter.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, kejadian kecelakaan tunggal tersebut berawal saat truk tronton yang bermuatan sekitar 30 ton minuman tersebut berjalan dari arah selatan. 

Truk yang kondisinya sudah tua itu akan mengirim minuman ringan itu ke Semarang, Jawa Tengah.

Pada saat sampai di tanjakan Kepet, jalan Tuban-Surabaya, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Tuban truk tidak kuat untuk jalan yang diduga terlalu kelebihan muatan. Tak hanyal truk tersebut langsung jalan mundur kemudian oleng ke kiri dan terguling di makam itu.

"Pas tanjakan itu tidak kuat, akhirnya terseret mundur sekitar 50 meter lebih. Lalu terguling di kuburan ini," terang Suharto, pengemudi truk tronton tersebut.

Beruntung saat terjadinya kecelakaan tunggal tersebut arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban tersebut dalam kondisi sepi. Sehingga tidak ada kendaraan di belakang truk tronton itu dan tidak sampai mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka."Untung saja jalannya sepi, jadi tidak sampai ada kendaraan lainya di belakang. Mungkin ini karena jalannya yang nanjak dan truk juga sudah tua, jadi tidak kuat naik," pungkasnya.

Kondisi truk yang berada di kuburan tersebut tidak sampai menganggu arus lalu lintas jalan raya. Sampai saat ini petugas dari pengurus truk tronton tersebut masih memindahkan muatan truk ke truk lainnya guna melakukan evakuasi truk apes tersebut.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Ibu 2 Anak Tertangkap Mencuri di Trubus Subur Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Dengan alasan tak punya uang untuk membeli pakaian, Basiroh (40), ibu dua anak asal Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban nekat melakukan pencurian pakaian di tiga toko yang ada di kawasan Kota Tuban.

Pelaku yang merupakan ibu rumah tangga tersebut mengaku nekat "Ngutil" beberapa helai pakaian  lantaran tidak punya uang untuk membeli. Sedangkan suami dari pelaku ini sedang merantau di Kalimantan untuk bekerja, Selasa (24/11/2014).

Data yang dihimpun wartawan, pelaku ibu-ibu tersebut melakukan pencurian di tiga toko pakaian yang ada di kawasan Kota Tuban. Yakni toko Anna Jilbab, jalan Sunan Kalijogo, toko Jasmine Boutique, jalan Basuki Rahmad dan toko Trubus Subur, jalan Pramuka, Kota Tuban.

"Awalnya pelaku masuk toko Anna Jilbab dengan pura-pura ingin membeli baju. Kemudian pelaku keluar toko dengan membawa satu potong jilbab," jelas AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Setelah berhasil melakukan pencurian jilbab, Basiroh kemudian melanjutkan aksinya dengan mendatangi Jasmine Boutique. Modusnya sama pelaku beralasan mencari pakaian yang cocok warnanya dan serasi, tapi setelah ditunjukkan oleh pelayanan toko pelaku bilang tidak cocok.

"Pelaku menunggu para penjaga toko lengah dengan pura-pura mencari baju yang cocok. Namun saat para penjaga toko lengah, tersangka mengambil baju kasmir warna merah dan warna tosca, serta jaket kemudian dimasukkan dalam tas plastik," lanjut Kasat Reskrim. 

Tak cukup puas sampai disitu, perburuan Basiroh untuk mencari baju-baju mahal belum berakhir, pelaku ibu dua anak itu menuju Trubus Subur Boutique untuk kembali beraksi. Di toko tersebut Basiroh berhasil mengambil pakaian batik warna merah.

"Pelaku berhasil ditangkap saat mau keluar dari Trubus Subur, karena alarm pintu toko itu berbunyi. Pelaku dilakukan pemeriksaan dan ternyata penjaga toko mendapati pelaku menyimpan pakaian curian itu di dalam bajunya," pungkasnya.

Akibat perbuatannya itu, Basiroh yang juga pernah ditahan gara-gara melakukan pemalsuan emas tersebut harus kembali mendekam di sel tahanan Mapolres Tuban. Petugas masih melakukan pengembangan apakah pelaku juga pernah melakukan pencurian di tempat lain atau tidak.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014