Advertise

 
Rabu, 20 Mei 2015

Tukang Becak Pengedar Karnopen ke Desa ditangkap Polres Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Nampak peredaran pil daftar G jenis Karnopen tanpa adanya ijin edar di wilayah Kabupaten Tuban semakin meluas hingga ke pelosok-pelosok desa. Pasalnya petugas berhasil menangkap seorang pengedar yang telah bertransaksi di pedesaan, Senin (20/04/2015).

Seorang pelaku pengedar obat terlarang yang berhasil diringkus adalah JM (46), seorang tukang becak warga Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Pelaku ditangkap dengan kedapatan membawa ratusan butir pil Karnopen bersama dengan uang hasil penjualan barang terlarang itu.

Penangkapan terhadap pria yang kesehariannya sebagai tukang becak itu berawal saat anggota kepolisian sering mendapatkan laporan dari warga masyarakat. Selanjutnya beberapa anggota dari Polsek Merakurak, Tuban melakukan penyelidikan dengan mengintai pelaku.

"Pelaku yang setiap hari bekerja sebagai tukang becak itu berhasil ditangkap oleh anggota saat melintas di jalan desa yang ikut Wilayah Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban," ungkap AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Beberapa petugas yang melakukan penghadangan kemudian memeriksa pelaku beserta dengan barang bawaannya. Saat dilakukan penggeledahan di sepeda motor Vario nopol L 2335 EK petugas berhasil menemukan ratusan butir pil Karnopen.

"Pelaku ini membawa sebanyak 350 butir pil daftar G jenis Karnopen. Adapun barang bukti lain yang kita amankan adalah uang tunai Rp 378.000 yang merupakan hasil transaksi menjual pil itu," lanjutnya.

Akibat perbuatannya, JM harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tuban guna penyelidikan lebih lanjut. Dalam kasus itu, pria bertubuh kekar itu dijerat dengan pasal 197 subs 196 Undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

"Dari hasil pemeriksaan pelaku mendapatkan barang tersebut dari seorang wanita berinisial Y. Kini petugas masih melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk menangkap pelaku yang lain," pungkas Kasubbag Humas itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Jalan Rusak Warga Tunah Tuban Cegah Dengan Meja dan kayu

0 komentar

Berita Tuban - Sekitar satu bulan terakhir kondisi kerusakan jalan di jalur Pantura Tuban tepatnya jalan Tuban-Surabaya mulai dari KM 8 Desa Tunah sampai dengan KM 12 Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban semakin parah.

Di beberapa titik banyak ditemukan kondisi jalan yang berlubang yang sering mengakibatkan pengendara motor terjatuh terperosok lubang jalan itu. Karena belum ada perbaikan dan untuk mencegah kecelakaan wargapun menaruh meja dan juga perabot kayu di tengah jalur Pantura Tuban itu, Sabtu (18/04/2015).

Aksi protes warga dengan memasang meja dan kayu di tengah jalan atas kerusakan jalan di jalur Pantura Tuban Desa Tunah, Kecamatan Semanding itu dilakukan sudah sekitar tiga hari terakhir. Meja dan perabotan kayu tersebut di taruh persis di atas jalan yang berlubang dan tergenang air setelah turun hujan.

"Kalau habis hujan, pasti lubang jalan yang rusak itu tergenang air. Jadinya sangat berbahaya," terang Herman (40), salah satu warga yang ada di sekitar lokasi.

Menurut warga sebelum dipasang meja di atas jalan yang berlubang dengan kedalaman sekitar 40 centimeter dengan lebar lebih dari setengah meter tersebut sudah sering memakan korban. Beberapa pengendara motor sudah terjatuh akibat terperosok lubang jalan lantaran tergenang air hujan.

"Pokoknya kalau habis hujan pasti ada yang jatuh terperosok, karena lubangnya dalam. Makanya biar tidak terjadi kecelakaan lagi oleh warga dipasang meja itu," lanjut Herman. 

Kondisi jalan berlubang tersebut sudah ada sejak sekitar satu bulan terakhir dan juga sudah pernah dilakukan perbaikan. Namun sejak sekitar dua minggu terakhir jalan kembali berlubang semakin dalam saat terjadi hujan lebat yang masih sering turun. "Pernah ditambal aspal, tapi rusak lagi. Sejak sekitar satu minggu ini rusaknya malah semakin parah," ujarnya.

Selain itu di tempat tersebut, titik jalan yang kondisinya berlubang dan juga bergelombang juga terdapat di pertigaan pakah Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban. Di lokasi tersebut terdapat banyak sekali jalan berlubang yang tergenang air dan juga sering mengakibatkan pengendara motor.

"Memang kondisinya sudah rusak parah mas, tadi baru saja ada sepeda motor yang jatuh untung tidak apa-apa. Kalau lewat sini harus pelan-pelan dan hati-hati," ungkap Fajar. [mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Polres Tuban Bagi-Bagi Helm untuk Anak-anak

0 komentar

Baca Selengkapnya...

Polres Tuban Evakuasi Mobil Tersangka di Montong Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Proses evakuasi mobil Xenia nopol B 1878 UKU yang telah menabrak seorang pengendara motor hingga terpental beberapa meter di jalan raya penghubung antar kecamatan Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dijaga ketat oleh petugas, Kamis (16/04/2015).

Puluhan petugas dari jajaran Polres Tuban yang sebagian bersenjata laras panjang nampak mengamankan proses evakuasi mobil yang terperosok dalam parit tepi jalan itu. Hal itu untuk menghindari ancaman dari warga yang sempat berteriak ingin merusak dan membakar mobil itu.

Pantaun wartawan, setelah kejadian kecelakaan yang melibatkan mobil Xenia dengan pengendara sepeda motor yang merupakan warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, puluhan warga nampak masih berkumpul di sekitar lokasi. Sebagian dari warga merasa kesal dengan mobil tersebut lantaran diduga berjalan dengan ugal-ugalan.

"Kalau tidak ada polisi ini sudah pasti habis dibakar," ujar warga yang tak mau disebutkan namanya.

Puluhan petugas kepolisian langsung mengamankan lokasi kejadian saat proses evakuasi mobil tersebut. Aparat kepolisian meminta warga yang berkerumun untuk menjauh dari lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, kendaraan Xenia tersebut bersama dengan sepeda motor Revo nopol S 6361 E yang terjepit di bawah mobil berhasil di tarik. Kemudian kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan langsung diamankan petugas untuk dibawa ke Polres Tuban.

"Untuk pengemudi mobil sudah kita amankan di Polres Tuban guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara dua orang korban mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit NU," terang IPTU Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Dua korban dalam kecelakaan itu adalah Hariyanto (45), pengendara sepeda motor warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Tuban dan Marsono (45), warga Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Tuban. Keduanya mengalami luka berat setelah terpental beberapa meter saat peristiwa kecelakaan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuh mobil Xenia nopol B 1878 UKU yang dikemudikan Rozik Setiawan (24), warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban menabrak sepeda motor nopol S 6361 E yang dikendarai Hariyanto di jalan raya Merakurak-Montong, Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Dalam kejadian itu, korban terpental beberapa meter dan sepeda motor korban terseret puluhan meter hingga masuk saluran air. Warga yang mengetahui kejadian itu kesal nyaris membakar mobil tersebut lantaran dinilai berjalan ugal-ugalan.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Kecelakaan Xenia dengan Motor di Montong Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Peristiwa kecelakaan antara mobil Xenia dengan sepeda motor terjadi di jalur antara kecamatan tepatnya jalan raya Merakurak-Montong, Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis (16/04/2015). 

Dalam kejadian tersebut, kendaraan mobil Xenia tersebut nyaris dibakar massa yang berada di sekitar lokasi kejadian kecelakaan itu. Pasalnya warga marah setelah mengetahui mobil itu berjalan dengan kecepatan tinggi dan menyeret pengendara motor hingga beberapa meter.

Dari informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kejadian kecelakaan tersebut berawal saat kendaraan Xenia nopol B 1878 UKU yang dikemudikan oleh Rozik Setiawan (24), warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban berjalan dari aram Tuban menuju Montong.

Saat di lokasi kejadian, itu mobil berjalan dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur posisi kanan. Pada saat itu dari arah berlawanan muncul sepeda motor nopol S 6361 E dan membuat kecelakaan tidak bisa terhindarkan.

"Mobil sudah berjalan di jalur kanan, mungkin orangnya mabuk. Kemudian nabrak sepeda motor ini dan terseret sampai beberapa meter," ujar salah salah satu warga yang ada di lokasi tersebut.

Akibat tertabrak mobil pribadi tersebut dua orang korban yang ada di sepeda motor tersebut terpental hingga beberapa meter. Sedangkan untuk sepeda motor Revo milik korban terseret dan masuk ke dalam parit bersama dengan mobil Xenia itu.

Mengetahui kejadian tersebut, sejumlah warga langsung berusaha menolong korban yang mengalami luka berat akibat benturan keras. Selain itu warga yang kesal dengan pengemudi mobil yang diduga ugal-ugalan itu langsung berteriak-teriak untuk membakar mobil itu.

"Karena korban merupakan orang daerah sini, sehingga warga sempat teriak ingin membakar mobil ini. Makanya kita langsung berusaha mencegah warga dan meminta bantuan anggota untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," terang AKP Benu Hamzah, Kapolsek Merakurak, Tuban yang langsung terjun di lokasi.

Menurut Kapolsek, mengetahui warga yang sudah nampak kesal akibat peristiwa pihaknya langsung berusaha menenangkan puluhan warga yang berkumpul. Akhirnya puluhan petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban yang datang di lokasi kejadian berhasil mencegah warga untuk berbuat anarkis. "Alhamdulillah setelah kita jelaskan tidak sampai terjadi tindakan anarkis," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Razia Karaoke Modus Warung Tambakboyo Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Tuban bersama dengan petugas kepolisian Polres Tuban melakukan razia sejumlah warung yang menjadi tempat karaoke tanpa memiliki ijin.

Dalam razia tersebut petugas melakukan pengrebekan sebanyak empat tempat karaoke liar yang bermodus warung makan. Petugas gabungan menyita sejumlah peralatan karaoke dari warung karaoke liar yang berada di Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Kamis (16/04/2015).

Dari informasi yang dihimpun wartawan, pengrebekan tempat karaoke liar yang bemodus warung makan tersebut berawal dari banyaknya keluhan dari warga masyarakat. Untuk menghindari adanya konflik, petugas melakukan pengecekan di sejumlah warung yang ada di jalur pantura Tuban itu.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat indikasi di warung-warung yang ada di tempat tersebut ada kegiatan karaoke. Setelah kita lakukan pengecekan ternyata betul ada kegiatan karaoke," terang Daryuti, selaku Kasi Penindakan Satpol PP Pemkab Tuban.

Empat warung yang menjadi tempat karaoke liar pinggir jalur Pantura Tuban arah Semarang itu masing-masing milik Rohani, Samaningsih, Sulastri dan Kesi Rahayu. Keempat pemilik karaoke liar tersebut merupakan pendatang dari beberapa desa.

"Mereka tidak memiliki ijin untuk tempat karaoke. Di lokasi kita temukan adanya pemandu lagu dan juga minuman keras," lanjut Daryuti.

Dari hasil razia gabungan untuk penertiban karaoke liar yang bermunculan di tepi jalur Pantura Tuban itu petugas melakukan penyitaan perangkat karaoke. Diantaranya empat power mixer dan sebanyak delapan mikorphone yang digunakan untuk membuka karaoke itu.

"Razia penertiban ini berdasarkan Perda Nomer 16 tahun 2014, tentang ketertiban umum. Adapun untuk para pemiliknya kita lakukan pendataan dan kita lakukan pemanggilan untuk proses lebih lanjut," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Tak Kuat Naik bus AC Kakek ini Meninggal di Terminal Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Seorang penumpang bus asal Kabupaten Blitar yang akan melakukan perjalanan menuju Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ditemukan dan kondisi lemas dan akhirnya tewas di kawasan terminal baru Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Selasa (14/04/2015).

Korban diketahui bernama Sunoto (71), warga Dusun Sobontoro, Desa Kebunduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sunoto tewas dengan kondisi tubuh lemas lantaran mabuk dan tak tahan berada dalam kendaraan bus AC.

Kejadian tewasnya kakek yang melakukan perjalanan bersama dengan cucunya, Dika Egi Afrizal (11), itu berawal saat korban sampai di terminal baru Kabupaten Tuban siang tadi dengan menggunakan bus jurusan Jombang-Tuban. Saat tiba di terminal Sunoto sudah dalam kondisi lemas.

"Dia datang sudah dalam kondisi lemas. Saat saya tanya dia bilang tidak tahan AC, karena saat dari Blitar sampai Jombang dia katanya naik bus AC," jelas Purwadi, selaku Kepala Terminal Baru Tuban.

Saat berada di terminal, korban bersama cucunya istirahat untuk menunggu bus jurusan Jepara. Karena bus masih lama, kondisi korbanpun semakin lemas dan langsung mendapatkan perhatian dari para petugas maupun warga yang ada di terminal baru itu.

"Melihat dia sudah semakin parah, kita berusaha mengajak korban untuk dibawa ke rumah sakit dengan sepeda motor, tapi korban tidak mau. Akhirnya kita cari mobil, saat mobilnya datang dia sudah meninggal," lanjut Purwadi.

Sebelum tewas dengan posisi tergeletak di lantai terminal itu, korban masih sempat dan kuat untuk ke toilet. Petugas terminal langsung menghubungi pihak kepolisian setelah mengetahui kakek tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan identifikasi terhadap jenazah kakek asal Blitar itu. Jenazah korban penumpang bus tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RSUD Dr R Koesma Tuban untuk menunggu pihak keluarga. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Pemuda Panyuran Tuban Bawa Kabur Gadis SMP Diringkus

0 komentar

Berita Tuban - Gara-gara dua kali membawa kabur gadis belia yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), MHR (20), warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban harus berurusan dengan pihak berwajib.

Pemuda lulusan SMA yang setiap harinya bekerja di kebun Jambu yang ada di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban itu tertangkap setelah di jebak oleh pihak keluarga korban dan juga aktivis perlindungan perempuan yang menyamar sebagai pelajar. Pelaku digrebek saat berada di kawasan alun-alun Kota Tuban, Senin (13/04/2015).

Awal kejadian pengrebekan pemuda bertubuh kurus itu berawal saat MHR membawa kabur Bunga (nama samaran) pelajar SMP asal Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan sejak hari Kamis (09/04/2015) lalu. Pemuda tersebut membawa korban ke rumahnya yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban.

"Korban pamit mau ke keluarga yang ada di Tuban sekitar hari Kamis tanggal 9 kemarin. Setelah dicek ternyata keluarga korban yang ada di Tuban tidak mengetahui keberadaan korban," jelas Ria, aktivis dari Aliansi Perempuan Lamongan (Apel) yang mendampingi kasus ini.

Mengetahui Bunga yang ternyata tidak berada di rumah familinya di Tuban, keluarga dari pelajar kelas 2 SMP tersebut justru semakin panik. Selain tidak tahu keberadaannya, keluarga semakin khawatir karena nomor ponsel yang dibawa korban juga tidak aktif sejak hari itu.

Karena bukan satu kali korban menghilang, keluarga pelajar SMP tersebut melakukan pencarian kesana kemari. Selain itu sudah lebih dari dua hari tak pulang, pihak keluarga langsung melaporkan hilangnya Gadis itu ke Polres Lamongan pada hari Sabtu kemarin.

"Keluarga mendapatkan nomor handpone pelaku dari HP korban yang lama. Kemudian kakak korban mengirim SMS kepada pelaku dan mengaku masih SMA, kemudian saya yang diminta untuk memancing korban dengan mengajaknya ketemu di Tuban," lanjut aktivis perempuan itu.

Selanjutnya, Apel bersama dengan Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban serta beberapa tiga orang keluarga korban menemui pelaku di sekitar alun-alun Kota Tuban. Kemudian mereka langsung mengamankan pelaku dan kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian yang berada tak jauh dari lokasi kejadian pengrebekan itu.

Sementara itu, AKP Basir, Kapolsek Kota Tuban membenarkan dengan adanya penangkapan pemuda yang diduga membawa kabur anak-anak di bawah umur yang dilakukan sendiri keluarga korban. Petugas Polsek Tuban Kota hanya membantu mengamankan setelah mendapat laporan dari keluarga.

"Kasus ini kan sudah dilaporkan di Polres Lamongan. Jadi kita hanya membantu mengamankan yang bersangkutan sebelum petugas dari Polres Lamongan menjemput dan membawanya," ujar AKP Basir, Kapolsek Kota Tuban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Bumi Wali FC Tuban Ikuti Piala Nusantara

0 komentar

Berita Tuban - Dari total 62 tim amatir yang menjadi anggota Asosiasi PSSI Jawa Timur (Jatim), hanya 25 tim saja yang berpartisipasi pada Piala Nusantara 2015. Sedangkan dua tim anggota baru adalah Asyifa FC (Kota Malang) dan Bumi Wali FC (Tuban).

Total ada 27 klub yang berpartisipasi pada kompetisi tahun ini. Mereka akan dibagi dalam tiga grup dimana tiap grup hanya diisi sembilan tim. "Sistemnya home and away. Kompetisi penuh," jelas Sekretaris Umum Asosiasi PSSI Jatim, Amir Burhanuddin.

Amir yang ditemui awak media usai manager meeting di Inna Simpang Hotel, Senin (13/4/2015) siang tadi menjelaskan, dari ketiga grup itu, hanya diambil tiga tim terbaik untuk kemudian diadu dalam babak sembilan besar.

Sembilan klub kembali dibagi dalam tiga grup dengan sistem home tournament dan setengah kompetisi. "Masing-masing juara grup akan mewakili Jawa Timur untuk bertarung di Zona Jawa," sambung pria yang selalu tampil modis ini. Nantinya hanya ada empat tim Piala Nusantara yang melaju ke Divisi Utama.

"Piala Nusantara hanya menggunakan pemain amatir. Untuk tim yang menggunakan pemain yang musim lalu bermain di Divisi Utama maupun Super League, harus alih status. Termasuk juga untuk pemain ISL U-21," jabar Amir.

Mulai tahun ini juga diberlakukan aturan baru, yakni setiap tim yang tidak berpartisipasi pada Piala Nusantara selama tiga kali berturut-turut, akan dilaporkan ke PSSI untuk kemudian dicabut keanggotannya.[sya/kun]

Pembagian Grup Piala Nusantara 2015:

Grup I:

1.PERSID JEMBER
2.SAMUDRA INDONESIA JEMBER
3.JEMBER PINDO JUNIOR (PUTRA IJEN)
4.JEMBER UNITED
5.PSIL LUMAJANG
6. PROBOLINGGO UNITED
7. PERSEKAPAS PASURUAN
8. PARABOLA PASURUAN
9. ASYIFA KOTA MALANG

Grup II:

1.PERSIBO 49
2. BUMI WALI FC TUBAN
3. LAMONGAN FC
4. PAMEKASAN FC
5. PERSEBA BANGKALAN
6. PERSEMA 53
7. SURYANAGA CONECTION
8. DELTRAS SIDOARJO
9. MITRA SURABAYA

Grup III:
1.PERSEDIKAB KEDIRI
2.PSID JOMBANG
3.PERSENGAN NGANJUK
4.PERSEPON PONOROGO
5.PERSEKAMA MADIUN
6.BLITAR UNITED
7.PERSETA TULUNGAGUNG
8.PERSEKOBA BATU
9.GEN B KOTA MOJOKERTO
Baca Selengkapnya...

Bupati Tuban Ingin Tahu Cara Menyontek

0 komentar

Berita Tuban - Dalam pelaksanaan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) 2015 ini, Bupati Tuban bersama dengan ketua DPRD Kabupaten Tuban melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah sekolah yang ada di Kota Tuban, Senin (13/04/2015).

Bupati Tuban Fatkhul Huda bersama Miyadi, Ketua DPRD Tuban serta jajaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban melihat suasana pelaksanaan ujian di beberapa sekolah. Selain itu saat melakukan sidak, bupati juga berdialog dengan sejumlah pengawas ujian dengan menanyakan bagaimana cara menyontek.

"Tadi kita tanya para pengawas bagaimana cara menyontek. Ternyata tidak ada yang bisa menjelaskan," ujar Fatkhul Huda setelah melakukan sidak Unas di beberapa sekolah tingkat SLTA yang ada di Kota Tuban.

Bupati menjelaskan, tingkat kejujuran dalam pelaksanaan Unas di wilayah Kota Tuban sudah sangat baik. Selain itu untuk tahun ini, dari hasil sidak tampak proses pelaksanaan ujian sudah semakin jujur dalam mengerjakan ujian.

"Kalau dari hasil sidak kejujuran sudah semakin baik di sekolah-sekolah yang ada di kota. Tapi untuk yang ada di pinggiran belum tahu seperti apa," lanjut Bupati Tuban.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tuban menyatakan tidak memberikan target kepada sekolah yang ada di Kabupaten Tuban itu untuk lulus 100 persen dalam pelaksanaan Unas. Hal itu supaya tidak ada kecurangan dan  meningkatkan kejujuran pelaksanaan Unas bagi para pelajar di Tuban Bumi Wali itu.

"Kita berharap semua pihak berlaku jujur dalam menghadapi UN ini. Karena nilai baik jika didapatkan dari curang tidak akan ada manfaatnya," jelasnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan Unas hari pertama di Kabupaten Tuban berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala kekurangan soal maupun kendala lainnya. Adapun untuk pelaksanaan ujian nasional tahun 2015 di Kabupaten Tuban masih belum menggunakan cara on-line karena terkendala peralatan. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Tukang Batu edarkan Karnopen Tertangkap di Rest Area Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Meski puluhan pelaku pengedar pil daftar G jenis Karnopen di wilayah Kabupaten Tuban sudah berhasil diringkus oleh petugas Kepolisian Polres Tuban nampaknya belum membuat para pengedar pil tersebut kapok untuk beraksi. 

Pasalnya, peredaran pil daftar G tanpa ijin itu masih marak terjadi dan selalu pindah-pindah tempat. Kali ini petugas dari Sat Reskoba Polres Tuban kembali berhasil membekuk satu orang pelaku pengedar pil daftar G jenis karnopen yang telah melakukan transaksi dengan pembelinya, Minggu (12/04/2015).

Seorang pengedar pil terlarang itu adalah Tas (40), seorang tukang batu warga jalan WR Supratman, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Kota Tuban. Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan uang ratusan ribu dan juga pil Karnopen yang belum sempat di jual oleh Tas.

Penangkapan terhadap Tas berawal saat petugas mendapatkan informasi bahwa tang bersangkutan sudah sering mengedarkan pil itu. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian terhadap pelaku dan diketahui sedang bertransaksi di timur Rest Area Tuban.

"Saat anggota mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil diringkus saat mengedarkan pil Karnopen ini di gang Teladan, Kelurahan Karangsari, Kota Tuban," terang AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Saat dilakukan pemeriksaan, tukang batu tersebut kedapatan membawa sebanyak 52 butir pil karnopen. Yang mana barang tersebut merupakan barang sisa yang belum berhasil untuk diedarkan oleh Tas kepada para pelanggannya yang rata-rata para kaum remaja.

"Selain barang bukti pil, dari tangan pelaku kita amankan uang tunai sebanyak Rp 239.000. Uang tersebut merupakan hasil penjualan pil karnopen," ungkapnya.

Setelah kedapatan menjadi pengedar pil Karnopen, tukang batu tersebut langsung diamankan oleh petugas guna dilakukan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. Dalam kasus itu pelaku dijerat dengan pasal 197 subs 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pilkada Tuban 2015 Ngaret (molor)

0 komentar


Berita Tuban - Proses tahapan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tuban pada tahun 2015 ini dipastikan akan molor dari pada jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.

Molornya pelaksanaan tahapan Pilkada Tuban yang ikut serentak pada tahun 2015 ini dikarenakan sampai saat ini konsultasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) antara KPU RI dengan DPR RI belum selesai. Sehingga, draf PKPU tersebut sampai saat ini belum bisa diundangkan.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban menyatakan bahwa dengan belum draf tersebut membuat tahapan pemilu mengalami kemoloran. Karena keberadaan PKPU yang akan dijadikan sebagai acuan oleh KPU Kabupaten dalam melangkah melakukan tahapan Pilkada.

"Memang sebelumnya untuk rekrutmen PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) ini kita jadwalkan pada 18 April. Namun, draf PKPU belum diundangkan sehingga kita belum bisa melangkah," terang Kasmuri, Ketua KPU Kabupaten Tuban, Sabtu (11/04/2015). 

Dengan molornya pembentukan PPK tersebut, otomatis akan membuat molor tahapan lainnya. Seperti penyerahan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) dari pemerintah ke KPU, dan tahapan lainnya juga akan tidak tepat waktu karena masih menunggu acuan.

"PKPU tersebut sebagai acuan kita untuk memulai tahapan. Kita masih menunggu acuan untuk melangkah pada tahapan," lanjutnya.

Kasmuri menerangkan, meski proses tahapan Pilkada Tuban mengalami molor, namun untuk pelaksanaannya dapat dipastikan akan sesuai dengan rencana. Yang mana untuk Pilkada Tuban akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yakni pada Desember 2015 mendatang. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Penambang Kapur Perhutani Merakurak Tuban Tewas Karena Longsor

0 komentar

Berita Tuban - Longsornya tambang batu kapur yang berada di wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban membawa korban jiwa, satu penambang batu kapur tersebut tewas setelah tertimpa batu kapur yang ambruk kemarin, Jumat (10/04/2015).

Satu penambang batu kapur di wilayah Perhutani petak 43, RPH Merakurak, KPH Tuban tersebut diketahui bernama Tasrip (50), warga Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Korban mengalami luka parah setelah tertimpa reruntuhan batu kapur yang ambruk.

Tasrip, yang merupakan salah satu korban dari empat orang penambang yang menjadi korban longsor tambang batu kapur itu sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Pasalnya dia mengalami luka-luka pada kedua bagian kakinya dan kepalanya tertimpa batu kapur yang runtuh.

"Memang benar untuk korban Tasrip meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit," ujar Setyobudi, Kepala Desa (Kades) Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Penambang batu kapur secara manual tersebut menghembuskan nafas terakhirnya setelah beberapa jam mendapatkan perawatan. Jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Adapun tiga korban lain yang sempat terkena reruntuhan longsor tambang batu kapur itu adalah Suwandi (35), Sirmu (50), dan Darwan (35), semunya warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Tuban. Kini kondisi para korban sudah mulai membaik lantaran hanya mengalami luka ringan.

Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi tambang batu kapur yang berada di Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban longsor saat para penambang sedang melakukan aktivitas penambangan di dalam area tambang.

Dalam kejadian tersebut, puluhan penambang berhasil menyelamatkan diri saat mendengar suara gemuruh dari batu kapur yang ambruk. Namun empat orang lainnya tertimpa batu kapur itu dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu bebeara sepeda motor milik penambang juga tertimpa longsoran dan belum bisa dievakuasi.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Senin, 27 April 2015

Pohon Tumbang di SDN 2 Baturetno Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Satu pohon dengan ukuran besar yang berusia puluhan tahun tumbang menimpa gedung Sekolah Dasar Negeri 2 Kelurahan Baturetno, Kecamatan Kota Tuban setelah diterjang angin kencang yang disertai hujan lebat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tambangnya pohon Akbar yang sudah berusia sekitar 50 tahun itu. Namun akibat kejadian itu satu ruang dari SDN 2 Baturetno, Kota Tuban itu tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar, Selasa (07/04/2015).

"Ini untuk siswa kelas tiga terpaksa kita pindahkan untuk belajarnya ke ruang perpustakaan. Karena ruangan kelas tiga tidak bisa ditempati," terang Susilowati, Kepala Sekolah SDN 2 Baturetno, Kota Tuban.

Kerusakan ruangan kelas 3 SDN 2 Baturetno tersebut terbilang sangat parah. Pasalnya ranting dari pohon Akbar yang ada di halaman sekolah itu menimpa atap sekolah hingga membuat atap yang masih terbuat dari esbes itu pecah pas di atas ruangan.

"Untungnya hanya satu ruangan yang tertimpa dan rusaknya parah. Memang sekolah ini bangunan sudah sangat tua dan belum pernah ada rehab," lanjut Susilowati.

Kepsek tersebut menjelaskan, kejadian tambangnya pohon berusia puluhan tersebut terjadi setelah diterjang angin yang sangat kencang pada sore kemarin. Selain angin yang kencang kondisi pohon juga sudah tua dan akarnya diduga sudah mulai rapuh.

"Saat kejadian anginnya memang sangat kencang, pohon juga sudah tua. Untung saat kejadian tidak ada orang, jadi tidak sampai ada korban," ungkap Susilowati, yang sudah lama menjadi Kepsek SDN itu.

Dengan kejadian tersebut, Susilowati berharap agar pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban agar segera memperbaiki ruang kelas yang rusak tersebut. Sehingga, kegiatan belajar mengajar siswa dapat normal kembali. 

''Kami berharap segera ada perhatian dari pemerintah. Karena memang bangunan sudah sangat lama dan belum ada perbaikan sama sekali, padahal sudah sering diajukan untuk dilakukan renovasi,'' pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014