Advertise

 
Kamis, 11 September 2014

Duo Maia Hibur Warga Tuban

1 komentar


Berita Tuban - Aksi panggung pasangan duet Maia Estianty bersama dengan May Chan atau yang biasa dikenal dengan Duo Maia dalam kegiatan penanaman pohon Trembesi yang berlangsung di alun-alun Kota Tuban sangat memukau para remaja Tuban, Senin (25/08/2014).

Ratusan pemuda yang sebagian remaja putri yang berdatangan di alun-alun Kota Tuban sangat antusias untuk melihat penampilan artis ibu kota tersebut. Bahkan hampir semua penonton mengabadikan aksi panggung Duo Maia dalam kegiatan Bakti Sosial Djarum Foundation itu.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, ratusan penonton yang hadir sebagian besar kalangan remaja tersebut nampak berdatangan saat mendengar ada Duo Maia tampil di alun-alun Kota Tuban. Mereka langsung mendekat ke depan panggung saat penyanyi ibu kota itu mulai menyanyikan lagu.

"Kita tahunya ini baru saja kalau mau ada Maia di alu-alun. Jadi langsung datang kesini, karena ini artis idola saya," jelas Nita, salah satu penggemar Duo Maia.

Ratusan penonton yang melihat langsung aksi panggung Duo Maia tersebut langsung mengabadikan penampilan artis tersebut dengan menggunakan handpone. Sebagian besar penonton tak mau kalah dan tak mau ketinggalan untuk merekam maupun menfoto pasangan duet tersebut.

"Mumpung sekarang melihat langsung mas jadinya saya rekam. Jarang-jarang ada konser seperti ini," ujar Dita, salah satu pelajar yang juga ikut nonton konser tersebut.

Sementara itu, dalam penampilannya untuk menghibur warga Tuban saat pelaksanaan program penanaman pohon Trembesi di sepanjang Pantura Jawa yang dilakukan oleh Djarum Foundation, artis tersebut menyanyikan sedikitnya delapan lagu.

Salah satu lagu yang menjadi andalan Duo Maia tersebut adalah lagu yang berjudul Teman Tapi Mesra (TTM), saat lagu tersebut dinyanyikan ratusan penonton langsung berteriak ikut bernyanyi. Sementara penampilan Duo Maia itu ditutup dengan lagu Yang Penting Heppy.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Pasokan BBM Tuban Dikurangi

1 komentar

Berita Tuban - Pemasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban dikurangi. Pengurangan pemasokan BBM itu sejak diberlakukannya pembatasan pembelian solar bersubsidi pada awal Agustus lalu.

Moh Iksan, petugas SPBU di Jalan Sawunggaling, Kota Bojonegoro mengatakan, sejak diberlakukanya pembatasan penjualan solar bersubsidi pada awal Agustus lalu, pasokkan BBM yang diterimanya mulai dikurangi. Meskipun demikian ia mengaku tidak ada persoalan.

Menurut dia, jika biasanya total pasokkan yang diterimanya sebesar 24.000 liter turun menjadi 16.000 liter. ”Pasokkan tidak ada masalah. Artinya, ga ada kelangkaan tapi, memang jatah kita dikurangi,” ungkapnya, Senin (25/08/2014).

Pengurangan itu, lanjut dia, dikarenakan adanya pembatasan BBM bersubsidi sejak dari Pusat. Terutama, untuk solar bersubsidi dibatasi dengan diganti dengan solar dex. Dengan adanya pengurangan ini, jika biasanya BBM habis pada pukul 17.00 WIB, sekarang waktunya lebih awal. “Ya, kadang siang hari stok sudah habis, tapi malam harinya sudah datang lagi,” tambahnya.

Senada, disampaikan Edy, petugas SPBU di Sendangrejo, Keccamatan Parengan, Tuban. Menurut dia, hingga saat ini pasokkan BBM yang masuk pada SPBU yang dikelolanya tidak ada persoalan. “Tidak ada kelangkaan. Paling hanya telat datang beberapa saat saja,” ungkapnya, secara terpisah.

Kecepatan kiriman datang, lanjut dia, dikarenakan keberadaan SPBU dekat dengan Depot Pertamina di Kabupaten Tuban. Sehingga, jarak tempuh yang dekat antara SPBU dengan Depot menjadikan waktu yang diperlukan armada mobil tangki pengangkut BBM tidak terlalu lama.[uuk/kun]
Baca Selengkapnya...

IPSI Tuban Seleksi Atlit Silat 2014

0 komentar

Berita Tuban - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Timur, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tuban mulai melakukan seleksi terhadap para altit pencak silat yang akan diikutkan dalam perlombaan nanti.

Kegiatan seleksi untuk mencari atlit yang dipersiapkan untuk Popda tersebut diikuti puluhan pelajar yang ada di wilayah Kabupaten Tuban. Pelaksanaan seleksi altit tersebut dilakukan di gedung Indoor jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Tuban.

Data yang dihimpun wartawan, penjaringan Atlit Pencak Silat tingkatan pelajar tersebut diikuti sedikitnya delapan perguruan silat yang berada di wilayah Kabupaten Tuban, dengan jumlah peserta sebanyak 55 atlit putra putri.

"Ada delapan kelas yang dilakukan seleksi untuk atlit putra, sedangkan untuk putri ada lima kelas dan juga kita seleksi atlit ganda putra putri," terang Aipda Sugiwarso, ketua panitia pelaksana kegiatan tersebut, Senin (25/08/2014).

Dalam seleksi tersebut, sebanyak 55 atlit pencak silat dari tingkatan pelajar tersebut akan diambil yang terbaik. Mereka yang lolos dalam seleksi tersebut akan diikutkan dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim yang berlangsung di Kabupaten Gresik pada bulan September 2014.

"Kami berharap para atlit pencak silat dari Tuban yang ikut dalam perlombaan nanti bisa tampil bagus dan maksimal. Sehingga bisa memperoleh dan membawa pulang banyak mendali dalam Popda nanti," lanjutnya.

Dari hasil seleski tersebut IPSI Tuban telah mendapatkan sebanyak 19 atlit Putra dan Putri yang siap untuk diikutkan dalam Popda nanti. Nantinya mereka yang masuk dalam seleksi akan dilakukan pembinaan dan pelatihan, terutama meningkatkan fisik dan teknik dalam bertanding. 

"Kita juga akan melakukan sparring dengan tim lainnya, tujuannya adalah untuk pembenahan dan penguatan mental. Baik mental bertanding maupun mental para atlit untuk menjadi juara," pungkas Sugihwarso.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Forum Mahasiswa Tuban Demo, Ditangkap, lalu Dilepaskan

1 komentar

Berita Tuban - Belasan aktivis gabungan dari Forum Mahasiswa Tuban bersama koalisi perempuan yang sempat ditangkap oleh petugas kepolisian saat melakukan aksi demo dalam pelantikan DPRD Tuban sudah dilepaskan, Minggu (24/08/2014).

Belasan aktivis gabungan tersebut sempat dibawa ke Mapolres Tuban saat terjadinya kericuhan pada aksi tersebut. Mereka ditangkap saat berusaha masuk gedung DPRD Tuban untuk menyampaikan aspirasinya dalam pelantikan itu.

"Tadi kita dilepaskan setelah sekitar satu jam. Saat kita ditangkap itu pelantikan juga sudah selesai," terang Ima, salah satu peserta aksi yang juga ikut diamankan polisi.

Dalam aksi tersebut sejumlah aktifis perempuan itu menuntut kepada anggota DPRD Kabupaten Tuban yang baru untuk mampu bekerja dan memperbaiki kinerja DPRD yang dahulu guna mewujudkan adanya Perda Perlindungan Perempuan dan Anak korban kekerasan.

"Kami percaya kepada anggota DRPD yang baru dilantik untuk memperbaiki kinerja DPRD lama. Yang mana dulu telah mandul untuk segera mewujudkan Perda PPA korban kekerasan," terang Ima saat melakukan aksi tersebut.

Selain itu, para kaum perempuan tersebut meminta kepada DPRD Tuban yang telah dilantik untuk meningkatkan anggaran responsif Gender. Mereka menilai bahwa kaum perempuan di Tuban masih banyak yang terdiskriminasi.

"Kami kaum perempuan masih jauh dari rasa keadilan yang seharusnya ditegakkan. Dari 328 desa di wilayah Tuban masih banyak anak-anak yang putus sekolah, menjadi korban penganiayaan, pemerkosaan dan tindakan anarkis kepada para perempuan," ungkap aktivis dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Sementara itu, untuk para aktivis mahasiswa dari LMND, PMII dan GMNI yang juga bergabung dalam aksi tersebut meminta kepada para wakil rakyat harus mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Mereka juga berharap DPRD Tuban untuk menolak investasi asing yang dapat merugikan bagi warga masyarakat Tuban.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasa aktifis gabungan yang melakukan aksi unjuk rasa pelantikan anggota DPRD Tuban dibubarkan dan ditangkap oleh petugas kepolisian. Para pendemo tersebut ditangkap saat berusaha masuk ke halaman gedung dewan yang merupakan lokasi pelantikan. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Demo Pelantikan DPRD Tuban 2014, Aktifis Gabungan Ditangkap Polisi

1 komentar

Berita Tuban - Belasan aktifis gabungan dari element mahasiswa dan koalisi perempuan melakukan aksi unjuk rasa pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban yang berlangsung hari ini, Minggu (24/08/2014).

Dalam aksinya tersebut, para aktifis gabungan tersebut dibubarkan oleh petugas kepolisian Polres Tuban yang melakukan pengamanan pelantikan itu. Belasan pendemo ditangkap oleh petugas saat akan masuk ke dalam gedung DPRD Tuban untuk menyampaikan aspirasinya.

Pantuan wartawan di lapangan, belasahan aktifis mahasiswa gabungan tersebut melakukan aksinya di depan pintu masuk gedung DPRD Tuban yang berada di jalan Teuku Umar, Kota Tuban. Mereka membawa poster dan terus berorasi secara bergantian di depan pintu masuk.

"Kita tidak menolak pelantikan anggota DPRD Tuban. Kita hanya ingin menyampaikan aspirasi supaya DPRD yang baru bisa memberikan kebaikan untuk rakyat saat mengambil keputusan," ujar Naha, salah satu aktifis yang melakukan orasi.

Kericuhan dalam aksi tersebut berawal saat sejumlah aktifis gabungan berusaha masuk ke gedung DPRD tersebut. Mereka berusaha menerobos pintu masuk gedung perwakilan rakyat untuk menyampaikan aspirasinya kepala para anggota DPRD yang baru dilantik.

Saat berhasil membuka pintu gerbang pintu masuk DPRD Tuban itu, mereka langsung terjadi saling dorong dengan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan. Para aktifis tersebut langsung ditangkap dan diangkut dengan menggunakan truk. "Jangan tangkap kami, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi," ujar aktifis lainnya.

Belasan aktifis mahasiswa gabungan tersebut langsung dibawa ke Mapolres Tuban dengan menggunakan truk. Sedangkan untuk kegiatan pelantikan tersebut masih terus berlangsung di dalam gedung DPRD Tuban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Demam Berdarah Renggut Korban Warga Tuban

1 komentar

Berta Tuban - Meski sudah memasuki musim kemarau, penyakit demam berdarah masih juga menyerang warga di wilayah Kabupaten Tuban. Belasan warga di Tuban terserang penyakit Demam Berdarah (DB) dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.

Data yang dihimpun wartawan, sejak bulan Juli sampai Agustus 2014 sudah ada sekitar 14 warga dari berbagai daerah di Tuban yang terserang penyakit Demam Berdarah (DB). Satu diantara penderita serangan DB tersebut meninggal dunia saat perawatan.

"Sejak bulan Juli ada empat belas pasien DB dengan kondisi bervariasi. Satu diantaranya kritis dan akhirnya meninggal dunia," jelas Siswanto, Selaku Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuban, Sabtu (23/08/2014).

Hingga saat ini, masih ada beberapa pasien yang menjalani perawatan di RSUD Tuban karena sakit akibat gigitan nyamuk tersebut. Sebagian besar dari para penderita penyakit Demam Berdarah (DB) tersebut merupakan anak-anak.

"Seluruh pasien yang masuk dengan gejala DB langsung dilakukan uji lab. Jika positif tentu penanganan lanjutan oleh petugas medis melakukan antisipasi agar trombositnya tidak drop, kemudian mengembalikanya ke kondisi normal," lanjut Siswanto.

Sementara itu, untuk menanggulangi penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) di tingkat masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban akan melakukan pencegahan dengan melaksanakan program Foging di pemukiman warga. Khususnya daerah yang rawan akan serangan DB.

"Kami akan melakukan foging di beberapa titik rawan, karena bulan lalu ada yang meninggal akibat DB. Seperti di Kelurahan Sukolilo akan kami foging dan berikan sosialisasi di sana," kata Saiful Hadi, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Tuban.

Saiful menjelaskan, meski saat ini bukan musim penghujan yang berati tidak banyak genangan air liar yang dapat digunakan nyamuk berkembang biak (Bersarang), namun daerah perkotaan dan pemukiman padat penduduk tetap cukup rawan demam berdarah.

"Daerah padat penduduk akan menjadi fokus kami melakukan foging. Jangan dikira musim kemarau tidak ada nyamuk demam berdarah, genangan kecil yang tidak kita sadari seperti fas bunga bisa saja menjadi sarang nyamuk," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Rumah Bidan Semanding Tuban Dijaga Polisi

1 komentar


Berita Tuban - Sejumlah warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban digegerkan dengan tewasnya Balita yang baru berusia 7 bulan. Korban tewas dengan kondisi tubuh membiru setelah sehari menjalani imunisasi.

Akibat peristiwa tersebut, petugas kepolisian dari jajaran Polsek Semanding, Kabupaten Tuban melakukan penjagaan di rumah bidan desa yang ada desa tersebut. Pasalnya ada isu warga akan menyerang rumah bidan desa tersebut yang diduga melakukan imunisasi terhadap korban, Jumat (22/08/2014) sore.

Balita yang tewas tersebut diketahui bernama Niko Bagas Saputra, yang merupakan putra pasangan dari Suyitno dengan Nenok asal Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban itu. Sebelum tewas korban mengalami panas tingg dan kejang serta dari mulut mengeluarkan busa.

Kejadian tewasnya Niko berawal saat bocah tersebut telah mengikuti pelaksanaan Imunisasi yang berlangsung di desa tersebut. Setelah menjalani imunisasi kemarin, korban mengalami panas badannya hingga kejang sejak tadi malam.

"Sebelum imunisasi kondisinya sehat-sehat saja. Tapi setelah imunisasi malah badannya panas sampai kejang mulai tadi malam," terang Hadi, salah satu kerabat korban.

Tak hanya kejang, bocah tersebut dari mulutnya terus mengeluarkan busa. Sehingga akhirnya balita 7 bulan tersebut meninggal dunia dengan kondisi badan kaku dan tubuhnya membiru yang diduga akibat dari imunisasi tersebut.

"Mau dibawa ke rumah sakit tadi malam juga tidak ada biaya, nama orang tidak punya. Sekarang orang tuanya juga masih tidak sadar," lanjutnya saat di rumah korban.

Sementara itu, dengan adanya kejadian tersebut sejumlah petugas kepolisian dari pihak Polsek Semanding, langsung melakukan penjagaan di rumah Bidan yang berada di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban.

Pasalnya ada isu yang berkembang bahwa ada sejumlah warga yang akan meluruk dan mendatangi rumah bidan atas kejadian tewasnya balita tersebut yang diduga lantaran adanya kesalahan prosedur saat penyuntikan dalam proses imunisasi.

"Kami mendapatkan kabar adanya warga berramai-ramai mendatangi rumah bidan ini. Kita melakukan penjagaan di sini sebagai antisipasi terjadinya kericuhan akibat adanya kejadian ini," terang AKP Lumban, Kapolsek Semanding, Tuban saat melakukan penjagaan.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014