Advertise

 
Selasa, 25 November 2014

Puting Beliung di Montong Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Hujan lebat yang disertai angin puting beliung mulai terjadi di wilayah Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Kamis (13/11/2014).

Akibat terjangan angin kencang itu pagar dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Montong, Tuban mengalami ambruk. Tak hanya itu sejumlah atap bangunan tersebut juga beterbangan saat terjadinya angin kencang itu.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, ambruk pagar Puskesman yang memiliki ketinggian sekitar 2 meter tersebut berawal saat hujan deras mengguyur Kecamatan Montong, Tuban. Hujan tersebut disertai dengan angin kencang yang terjadi selama beberapa menit.

"Tadi hujannya lebat sekali anginnya juga kencang. Tiba-tiba saat berada di ruangan sejumlah petugas mendengar suara gemuruh dan saat dilihat pagarnya sudah roboh," ujar Erlinovita, salah satu petugas medis yang ada di Puskesmas tersebut.

Angin puting beliung yang terjadi itu juga membuat para tenaga medis yang ada di Puskesmas Montong sempat cemas. Pasalnya atap yang terbuat dari esbes yang digunakan untuk penyimpanan kayu juga beterbangan terbawa angin puting beliung.

"Saat angin kencang itu beberapa esbes juga ikut terbang. Pagarnya yang roboh itu panjang sekitar 15 meter, tapi robohnya jadi tiga," lanjutnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari peristiwa terjangan angin puting beliung yang merobohkan pagar Puskesmas Kecamatan Montong, Tuban. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Pengedar Sabu-Sabu Tuban Ditangkap Polisi

0 komentar

Berita Tuban - Kasus peredaran Narkoba nampaknya sudah mulai melaus di wilayah Kabupaten Tuban, pasalnya petugas telah kembali berhasil menangkap seorang pelaku pengedar Sabu-sabu yang sudah lama beroperasi, Jumat (07/11/2014).

Dalam pengungkapan kali itu petugas berhasil menangkap Sugiono (33), seorang pria yang bekerja serabutan asal Desa Sadang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Pelaku yang juga biasa menjadi sopir tersebut ditangkap saat menunggu akan transaksi.

"Tersangka kita tangkap dipinggir jalan raya Desa Bader, Kecamatan Jatirogo, Tuban. Saat ini memang pelaku sedang menunggu pembeli untuk transaksi," jelas IPTU Budi Friyanto, Kasat Narkoba Polres Tuban.

Penangkapan pria lajang tersebut berawal saat anggota dari jajaran Polres Tuban mendapatkan informasi jika pelaku akan melakukan transaksi. Beberapa petugas dari Sat Reskoba Polres Tuban yang sedang melakukan penyelidikan mengetahui pelaku sedang menunggu pembelinya di jalan tersebut.

"Saat tahu ada tersangka anggota kemudian melakukan pemeriksaan. Kemudian petugas menemukan tiga poket Sabu yang disimpan oleh pelaku dan siap untuk diedarkan," lanjut mantan KBO Sat Reskrim Polres Tuban itu.

Terbukti membawa tiga poket sabu-sabu yang memiliki total berat 0,5 gram itu, pria bertubuh besar tersebut langsung dibawa ke Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut. Saat dilakukan pemeriksaan pelaku sudah lama menjadi pengedar Narkoba di wilayah Tuban itu.

"Ia mengaku sudah lima bulan menjadi pengedar Sabu-sabu. Satu poket Sabu-sabu dijual oleh tersangka dengan harga empat ratus ribu rupiah," ungkapnya.

Selain itu petugas dari Sat Reskoba Polres Tuban masih terus melakukan pengembangan atas tertangkapnya Sugiono sebagai pengedar barang haram tersebut. Pasalnya ia mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang berinisial GM asal Mojokerto.

"Kita masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar Narkoba di wilayah Tuban ini. Kita masih melakukan pengejaran pelaku lain dari mana barang tersebut didapatkan," pungkasnya Kasat Narkoba Polres Tuban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Electric Solar Bus Buatan ITS

0 komentar

Surabaya - Hadirnya Bus Listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember disambut positif oleh Ir Tri Risma Harini MT, Wali Kota Surabaya. 

Pasalnya, Bus Listrik ITS dinilai mendukung Surabaya sebagai kota metropolitan berwawasan lingkungan. Hal tersebut diungkapakannya pada acara peresmian Bus Listrik ITS dalam Surabaya Car-Free-Day , Minggu (11/23). 

''Eco-City di Surabaya sudah terealisasi dengan adanya bus listrik, terimakasih ITS,'' ungkap Risma. 
Betapa tidak, adanya bus listrik tersebut memang menjadi jawaban atas berbagai polemik krisis bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. 
Bahkan, Risma mengungkapkan kehadiran bus ini telah memperjelas gambarannya terhadap Surabaya sebagai Eco-City.

Saat ditanya mengenai rencana menjadikan mobil listrik ITS sebagai transportasi massal di Surabaya, Risma menjawab dengan ekspresi wajah optimis. ''Terutama untuk mobil pribadi. Kalau bus listrik ini bisa dikembangkan, berarti mobil pribadi juga bisa dikembangkan,'' ujar Risma.

Menanggapi hal tersebut, Dr Muhammad Nur Yuniarto menerangkan dibutuhkan tahap penyempurnaan lebih lanjut terhadap mobil tersebut. Ketua Tim Penelitian Mobil Listrik ITS ini mengaku berbagai uji kelayakan dan uji coba jalan juga sudah dilakukan. 
Bahkan rencananya, bus hasil kerjasama antara ITS dengan PT Telkomsel tersebut akan resmi beroperasi sebagai bus kampus setelah diuji coba untuk rute pertamanya, Minggu (30/11).

Lebih lanjut, Nur menjelaskan dengan ukuran 2,1 kali 6 meter, bus tersebut mampu menampung sebanyak 26 penumpang. Selain itu, adanya sumber tenaga tambahan berupa panel surya yang berada di atap bus juga menambah kesan canggih bus yang menelan dana Rp 1,5 milyar itu.

Pihaknya juga optimis panel surya tersebut nantinya akan menyuplai energi sebesar 20 persen dan sisanya disuplai oleh baterai. Pun demikian, bus tersebut telah mampu menempuh jarak sejauh 160 kilometer setelah diisi penuh selama delapan sampai sepuluh jam. ''Tak hanya itu, dalam jangka waktu satu tahun ke depan kami juga akan membangun stasiun pengisinya,'' papar Nur.
Baca Selengkapnya...

Harga Lombok di Tuban Melonjak

0 komentar


Berita Tuban - Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Tuban dan juga sejumlah wilayah lainnya membuat stok Cabe di pasar tradisional mengalami kekurangan pasokan. Hal tersebut membuat harga Cabe berbagai jenis terus meroket naik, Sabtu (08/11/2014).

Kenaikan tersebut terjadi hampir setiap minggu dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Tak tanggung-tanggung kenaikan harga cabai tersebut mencapai lebih dari 300 persen dari harga normal sebelumnya.

Data yang dihimpun wartawan, saat ini untuk harga cabe rawit merah yang ada di pasar baru Kabupaten Tuban sudah mencapai rata-rata Rp 43 ribu perkilogramnya. Sedangkan harga cabe rawit merah itu sempat bertahan dengan harga Rp 10 ribu perkilonya saat pasokan normal.

"Pada awal bulan ini saja harga cabe sudah mengalami kenaikan tiga kali mas. Mungkin ini akibat dari pasokan yang minim, karena petani tidak panen," terang Atun (35), salah satu pedagang yang ada di Pasar Baru Kabupaten Tuban.

Menurutnya, dalam minggu ini awalnya harga cabe rawit tersebut Rp 18 ribu perkilonya, kemudian naik menjadi Rp 27 ribu lalu naik lagi dengan harga kisaran Rp 39 ribu setiap kilonya. Dan hari ini sudah kembali naik lagi menjadi kisaran Rp 43 ribu perkilogramnya.

"Ini yang mulai banyak naiknya hanya harga cabe semua jenis. Sedangkan untuk harga-harga lain meski naik tidak seberapa," lanjutnya.

Untuk harga cabe rawit hijau kini sudah mencapai Rp 39 ribu perkilo dari harga sebelumnya Rp 26 ribu. Sedangkan cabe keriting merah juga melonjak tinggi dari sebelumnya Rp 27 ribu, saat ini sudah naik menjadi Rp 40 ribu perkilogramnya.

"Kalau harganya naik terus kita juga harus ngirit mas dan belanja juga harus pandai-pandi menghitung. Ini sudah terlalu mahal jangan sampai naik lagi. Takutnya kalau BBM jadi naik harga kebutuhan juga tambah mahal," harap Prapti, salah satu pemilik warung makan.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pasokan Air Bersih Tuban Kurang

0 komentar

Berita Tuban - Meski sejumlah wilayah sudah terjadi hujan dengan intensitas lebat maupun sedang, namun kondisi tersebut belum terjadi di wilayah Kabupaten Tuban, khususnya yang berada di wilayah pesisir, Minggu (09/11/2014).

Kemarau pada tahun ini diprediksikan akan lebih panjang dari pada tahun sebelumnya. Pasalnya, musim kemarau tahun ini diperkirakan baru akan berakhir pada bulan Desember 2014 mendatang sesuai perkiraan BMKG Jawa Timur. 

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Joko Ludiono, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban. Ia menyatakan berdasarkan rapat yang berlangsung di Jatim, kemarau tahun ini yang dibarengi dengan Elnino lebih panjang dari kemarau biasanya.

"Berdasarkan rapat koordinasi di provinsi bahwa laporan BMKG musim kemarau berakhir bulan Desember. Kira-kira sekitar satu bulan lagi," terang Joko Ludiono.

Dengan kondisi musim kemarau panjang yang masih berlanjut ini, kekeringan di wilayah Kabupaten Tuban masih terus meluas di beberapa desa. Sehingga pihak BPBD masih terus melakukan distribusi air bersih di sejumlah daerah yang mengalami kekeringan.

"Kami masih terus menyuplai air bersih di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Montong, Grabagan, Parengan, Kerek dan Senori yang memang rawan kekurangan air bersih," lanjut Joko.

Dengan semakin parahnya kekeringan yang terjadi saat musim kemarau ini, pihak BPBD Tuban telah menambah intensitas pengiriman air bersih. Pasalnya, ada sejumlah desa yang belum masuk dalam daftar pengiriman air bersih dan juga meminta dan membutuhkan air bersih.

"Ada beberapa desa yang tidak masuk dalam daftar juga meminta suplai air, terutama daerah yang kita lewati untuk distribusi air, tak jarang mereka juga menghadang kami untuk meminta air," pungkasnya.[air/mut]
Baca Selengkapnya...

10 November Polantas Berdandan Ala Pejuang 45

0 komentar

Berita Tuban - Ada hal berbeda yang dilakukan anggota Satuan Lalu Lintas dari Jajaran Polres Tuban saat melakukan pengaturan jalan dan juga pelayanan di Kantor Polres Tuban, Senin (10/11/2014).

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, para anggota Lalu Lintas Polres Tuban sengaja menggunakan pakaian ala pahlawan saat memberikan pelayanan. Termasuk saat melakukan pengaturan jalan saat Upacara Hari Pahlawan di alun-alun, Kota Tuban.

AKP Faqih, Kasat Lantas Polres Tuban menyatakan jika pemakaian ala Pahlawan tersebut sengaja dilakukan untuk mengingat jasa para pahlawan. Selain itu untuk meneladani tekad perjuangan para pahlawan yang telah gugur.

"Tujuannya adalah untuk meneladani jasa para pahlawan. Dengan seperti ini para anggota khususnya anggota lalu lintas untuk selalu semangat meningkatkan dalam pelayanan," terang AKP Faqih, Kasat Lantas Polres Tuban.

Kasat Lantas menambahkan, untuk menggunakan pakaian ala pejuang tersebut tidak ada persiapan secara khusus bagi para anggota yang bertugas hari ini. Untuk menggunakan seragam ala pejuang para anggota hanya pinjam dari para teman atau menyewa.

"Untuk hari ini semua pelayanan termasuk di Kantor Samsat dan juga pelayan Sim juga menggunakan pejuang. Tapi kita tidak menyiapkan khusus untuk pakaiannya, sebagian ada yang pinjam dan juga menyewa," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Siswa SMKN 1 Tuban Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

0 komentar

Berita Tuban - Guna mengenalkan dasar-dasar Jurnalistik dan juga untuk meningkatkan minat baca dan menulis bagi pelajar, komunitas wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Tuban telah memberikan pelatihan terhadap para pelajar.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan secara berkala  yang dilaksanakan komunitas wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) yang bekerja sama dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah diikuti sebanyak 1.120 pelajar dan mahasiswa yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, Senin (10/11/2014).

Kegiatan pelatihan Jurnalistik dasar tersebut telah dilakukan sejak awal tahun 2014 yang lalu dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah tingkat SLTA yang ada di wilayah Tuban. Termasuk sekolah yang ada di sekitar ring satu Pabrik PT Semen Indonesia.

"Untuk total sekolahan yang telah mengikuti kegiatan pelatihan dasar-dasar Jurnalistik sebanyak 29 SMA sederajat. Sedangkan perguruan tinggi ada tiga," terang Khoirul Huda, Ketua RPS Tuban yang merupakan komunitas wartawan Tuban.

Kegiatan pelatihan terakhir yang diberinama Sekolah Jurnalistik dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Tuban dengan jumlah peserta sebanyak 32 siswa. Para pelajar SMK tersebut sangat antusias untuk terkait jurnalistik dan juga menulis berita.

"Kita saling berbagi ilmu tentang dunia jurnalistik kepada pelajar. Harapannya mereka akan paham tentang jurnalistik dan bisa diterapkan dalam pembuatan majalah di sekolah," sambung Huda.

Pada kegiatan terakhir pelatihan dan juga penutupan Sekolah Jurnalistik langsung dihadiri oleh Bupati Tuban, Kepala Dinas Pendidikan dan juga perwakilan dari pihak PT Semen Indonesia. Dalam kesempatan itu, Bupati menyatakan jika kegiatan pelatihan jurnalistik sangat bermanfataan bagi para siswa untuk belajar menulis.

"Jadi hasil dari pelatihan seperti ini supaya bisa diterapkan oleh para siswa, minimal untuk membuat majalah dinding di setiap sekolah. Karena memang kalau untuk membuat majalah butuh biaya mahal," jelas Fatkhul Huda, Bupati Tuban saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut Bupati Tuban meminta kepada para siswa dari berbagai sekolah yang hadir dalam penutupan Sekolah Jurnalistik itu untuk menerapkan hasil pelatihan dengan menulis wawasan ilmiah. Karena hasil dari pelatihan tersebut kalau tidak diterapkan akan hilang begitu saja.[mut/but]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014