Advertise

 
Rabu, 29 Oktober 2014

Pengendara Motor Ninja Tuban Kena Tabrak Lari

0 komentar

Berita Tuban - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Dr Wahidih Sudiro Husodo, Kabupaten Tuban antara sepeda motor dengan kendaraan yang diduga truk dan tidak diketahui identitasnya, Rabu (29/10/2014) dini hari.

Akibatnya dalam kecelakaan tersebut dua pemuda yang merupakan pengendara sepeda motor tewas mengenaskan di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban mengalami luka parah dan masih menjalani perawatan di rumah sakit umum Tuban secara intensif.

Data yang dihimpun wartawan, dua korban tewas dalam tabrak lari tersebut masing-masing adalah Fajar Agus Fahudi (17) dan Erwanto (18), keduanya warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang, Tuban. Sedangkan korban luka adalah Saiful Anam (17), yang juga warga desa tersebut.

Kejadian kecelakaan yang menewaskan dua pemuda desa dan satu luka parah itu berawal saat korban Fajar Agus Fahudi mengendarai sepeda motor Ninja nopol L 5341 XW berjalan dari arah barat menuju timur. Sepeda motor tersebut berboncengan tiga orang. Pada saat berada di tikungan Alfalah, jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Tuban itu diduga korban mengendarai motor Ninja tersebut dengan kecepatan tinggi. Sehingga saat sampai tikungan korban terlalu makan jalan ke kanan dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan.

"Dugaan sementara pada saat tikungan korban kurang kekiri, sehingga mengalami kecelakaan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Dua korban meninggal di lokasi kejadian, satu korban luka parah," terang IPDA Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Kedua pemuda tersebut kondisinya mengalami luka yang sangat parah di bagian kepala dan hampir disekujur tubuhnya. Sedangkan untuk satu korban mengalami patah tulang pada kaki, tangan dan juga mengalami luka-luka pada bagian kepalanya.

Petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban masih terus melakukan penyelidikan terhadap kendaraan yang mengalami kecelakaan dengan sepeda motor itu. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari tahu pasti penyebab dari kecelakaan maut tersebut.

"Kita masih belum bisa memberikan kronologi yang pasti karena keberadaan saksi yang minim. Sedangkan untuk korban yang hidup masih belum sadar dan belum bisa dimintai keterangan," pungkas Kanit Laka yang langsung terjun di TKP. [mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Tahun Depan RAPBD Tuban Naik 12%

0 komentar

Berita Tuban - Pada tahun anggaran 2015 mendatang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban akan mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Selasa (28/10/2014).

Dalam rapat Paripurna yang berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Tuban itu, Bupati Tuban menyampaikan RAPBD tahun 2015 nanti akan mengalami kenaikan sebesar 12,29 persen dari anggaran APBD tahun 2014 ini.

Pada tahun 2014 ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban mencapai Rp 1,55 triliun dan pada tahun 2015 nanti direncanakan akan mengalami kenaikan menjadi Rp 1,77 triliun. Jumlah tersebut sebagian berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tuban dan dana perimbangan serta dana lain-lain yang sah.

Sementara itu, Noor Nahar Husain, Wakil Bupati Tuban setelah kegiatan rapat Paripurna tersebut menyatakan bahwa kenaikan RABPD Kabupaten Tuban sangatlah mendasar. Pasalnya laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Kabupaten Tuban terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

"Jika dibandingkan dengan laju ekonomi nasional Tuban ini lebih tinggi. Laju ekonomi nasional sebesar 5,78 persen, sedangkan Tuban 7,13 persen. Wajar jika RAPBD juga ikut naik," terang Noor Nahar Husian, saat berada di Gedung DPRD Tuban.

Wabup menambahkan pada penyusunan rancangan APBD tahun 2015, program prioritas pembangunan sesuai yang dengan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) meliputi peningkatan kualitas hidup, yakni dengan sasaran pada pengendalian biaya pendidikan gratis. 

Selain itu program prioritas lainnya adalah peningkatan pelayanan kesejahteraan sosial  dengan sasaran diantaranya  peningkatan dan pemerataan kesejahteraan dan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin. 

"Pendidikan dan kesehatan menjadi kebutuhan vital, makanya ini akan menjadi salah satu prioritas kami. Selain itu juga peningkatan ekonomi, peningkatan kualitas hidup beragama, perluasan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas birokrasi serta kualitas pelayanan publik," lanjut Noor Nahar Husian.

Setelah kegiatan Rapat Paripurna itu, Wabup berharap pembahasan untuk penyempurnaan RAPBD tahun 2015 dapat berjalan dengan baik dan cepat diselesaikan tepat waktu. Sebab, jika terlambat hal itu akan berdampak pada penundaan penyaluran dana perimbangan sebagaimana ketentuan yang ada.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Aksi Damai Sumpah Pemuda Tuban

0 komentar


Berita Tuban - Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini, puluhan pemuda yang berasal dari Karang Taruna Kabupaten Tuban melakukan aksi turun jalan, Selasa (28/10/2014).

Aksi damai yang dilakukan puluhan pemuda Karang Taruna dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tuban tersebut dimulai dari kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban. Mereka berkumpul dan kemudian melakukan aksi turun jalan dengan berorasi.

Pantauan wartawan, puluhan pemuda yang merupakan para pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan tersebut melakukan aksinya dengan berjalan kaki melewati jalur utama Pantura Tuban dengan terus berorasi. "Dengan semangat sumpah pemuda mari kita gerakan kekuatan pemuda. Pemuda merupakan harapan bagi bangsa," teriak Rofik, salah satu anggota Karang Taruna, Kabupaten Tuban yang ikut dalam aksi tersebut.

Para pemuda yang berasal dari desa tersebut kemudian berjalan kaki menuju bundaran Patung Kota Tuban. Saat dibundaran patung mereka mengucapkan sumpah pemuda dan juga mengajak para pemuda yang ada di Kabupaten Tuban untuk mulai bangkit. "Tujuan dari aksi ini adalah untuk menggerakkan potensi dan juga kreasi dari para pemuda yang ada di Tuban. Banyak potensi yang belum tersentuh dan Karang Taruna siap menjadi wadah," jelas Nur Ahsan, selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Tuban.

Setelah beberapa menit berorasi di bundaran Patung, puluhan pemuda Karang Taruna melakukan Dialog Kebangsaan di alua Pujasera, Kota Tuban. Kemudian mereka melanjutkan aksinya mendatang Kantor DPRD Tuban yang sedang melakukan rapat paripurna untuk melakukan dialog. "Harapan kami semangat kepemudaan di Kabupaten Tuban ini tidak terlewatkan. Sehingga potensi dan kreasi para pemuda bisa tersalurkan dan kami siap mejadi garda terdepan untuk menjadi wadah," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
Selasa, 28 Oktober 2014

Polres Tuban Adakan Test Urine pada Anggota Polisi

0 komentar


Berita Tuban - Guna melakukan pencegahan dan untuk mencari tahu apakah ada anggota yang menjadi pemakai Narkoba atau tidak, jajaran Polres Tuban menggelar tes urine bagi seluruh anggota yang dilakukan secara berkala, Senin (27/10/2014).

Pelaksaan tes urin yang dilakukan hari ini diikuti oleh sejumlah anggota maupun Perwira di jajaran Polres Tuban. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen dari jajaran Polres Tuban supaya anggotanya bersih dari pemakaian Narkoba.

"Kegiatan ini semua adalah bentuk antisipasi supaya tidak ada anggota yang menjadi pemakai Narkoba," terang AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban. Kapolres menjelaskan jika tes urine tersebut akan dilaksanakan terhadap seluruh anggota jajaran Polres Tuban. Yang mana diantara yang sudah mengikuti tes urine hari ini adalah Kapolres Tuban sendiri, Waka Polres, Kabag, Kasat dan juga beberapa anggota. "Semuanya dites termasuk saya sendiri, semua perwira maupun anggota Polsek. Kegiatan ini kita kerjasama dengan rumah sakit Bhayangkara Bojonegoro," lanjutnya setelah mengikuti tes urine tersebut.

Pelaksanaan tes urine bagi para anggota Polres Tuban tersebut merupakan komitmen dari pihak kepolisian untuk memerangi peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Tuban. Sedangkan untuk mewujudkan hal itu maka pihak internal Polres Tuban juga harus bersih.

"Kalau memang ada anggota yang terbukti memakai Narkotika maka akan mendapatkan sangsi tegas. Kita ini mengikuti pidana umum, selain itu masih ditambah sangsi disiplin dan juga kode etik," tegas Kapolres Tuban. Kapolres berjanji akan membuka kepada publik untuk hasil dari tes urine yang telah dilakukan terhadap para anggota. Mengenai apakah ada anggota yang terbukti memakai Narkoba atau tidak saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Kepolisian (Dokpol).[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Penumpang Bus Korban Kecelakaan Palang Tuban hanya Luka Ringan

0 komentar

Berita Tuban - Puluhan penumpang dari Bus Lorena yang mengalami kecelakaan dengan kendaraan truk diesel di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Surabaya KM 10 semuanya selamat. 

Para penumpang bus Lorena jurusan Jakarta-Banyuwangi hanya mengalami luka-luka ringan karena mengalami benturan. Selain itu sejumlah penumpang yang ada di bagian depan terkena pecahan kaca bus yang hancur bagian depannya itu, Senin (27/10/2014).

"Alhamdulillah semuanya penumpangnya selamat. Hanya luka-luka ringan saja," terang Amiyen (50), salah satu penumpang bus Lorena yang akan ke Jember.

Sementara itu, untuk korban tewas dalam kecelakaan antara bus dengan truk diesel diketahui bernama Ari Ramdani Apriana (22), kernet truk asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban sudah berhasil dievakuasi dari dalam kendaraan yang terguling itu.

Sedangkan untuk dua korban yang mengalami luka parah adalah Ade Deni Hermawan (32), pengemudi dari truk diesel asal Desa Kalangsari, Kecamatan Sukamanah Dipedes, Kabupaten Tasikmalaya dan kernet bus Lorena. Keduanya masih menjalani perawatan secara itensif di rumah sakit.

"Satu korban tewas sudah kita evakuasi dan untuk dua korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sopir bus dalam kondisi selamat termasuk para penumpangnya," terang AKP Muhammad Faqih, Kasat Lantas Polres Tuban saat berada di TKP.

Sementara itu, petugas dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan maut itu. Termasuk mencari keterangan dari sejumlah saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura Tuban antara kendaraan bus Lorena dengan truk diesel tepatnya di jalan Tuban-Surabaya KM 10, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban. Akibat peristiwa itu satu korban tewas dan dua korban luka-luka.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Kecelakaan Jalur Pantura Gesing Palang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Peristiwa kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan raya Tuban-Surabaya KM 10, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban antara bus malam Lorena dengan kendaraan truk diesel, Senin (27/10/2014).

Akibatnya satu orang yang merupakan kernet dari truk diesel tewas di lokasi kejadian dan dua korban luka parah. Korban terjepit di dalam body kendaraan truk setelah terseret hingga puluhan meter.

Pantuan wartawan di lapangan, kondisi kernet truk diesel tanpa muatan yang belum diketahui identitasnya itu terjepit di dalam kendaraan yang posisinya terguling. Petugas masih berusaha mengevakuasi pengemudi truk yang terjepit.

"Korbanya luka parah, tadi sempat terseret sampai beberapa meter. Yang lainnya sudah dilarikan ke rumah sakit," terang Sulkan, salah satu warga di lokasi kejadian.

Kecelakaan maut itu berawal saat kendaraan bus Lorena nopol B 7866 MV berjalan dari arah Tuban menuju Surabaya. Kemudian saat sampai di sekitar lokasi dari arah berlawanan muncul kendaraan truk diesel nopol B 9706 EDA yang diduga masuk jalur dari bus tersebut. "Tadi kendaraan truk nyalip L 300, kemudian langsung tabrakan ini," ujar Yudi, salah satu penumpang bus Lorena tersebut.

Hingga saat ini petugas dari Sat Lantas Polres Tuban masih melakukan evakuasi terhadap korban tewas yang terjepit di dalam kendaraan truk yang terguling. Sedangkan untuk kernet bus dan juga sopir truk yang sempat terjepit berhasil dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Petani Merakurak Tuban Gagal Panen Gara-Gara Hama

0 komentar

Berita Tuban - Puluhan hektare tanaman padi milik para petani yang berada di wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban terancam mengalami gagal panen. Kegagalan akibat diserang hama sundep.

Serangan hama tersebut membuat tanaman padi milik para petani di wilayah Kecamatan Merakurak itu langsung mengering. Sehingga tanaman Padi tidak bisa berisi lantaran pohon dari tanaman itu mengering dan mati.

Menurut Daruslan (60), seorang petani asal Desa Bogorrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban menyatakan bahwa tanaman Padi saat ini tidak hanya diserang sundep. Melainnya hama ulat juga ikut menyerang tanaman padi yang seharusnya sebentar lagi sudah panen.

"Ini tanamannya banyak yang mati, karena diserang sundep sama ulat. Jadi kita ini pasti gagal panen," ujar Daruslan, saat berada di lahan pertanian miliknya, Minggu (26/10/2014).

Serangan hama sundep dan juga Ulat tersebut sudah terjadi sejak sekitar dua minggu terakhir. Dimana tanaman pada milik petani yang ada di desa tersebut kondisinya langsung mengering, padahal usia padinya sudah mulai berisi.

"Berbagai macam obat-obat hama sudah kita coba, tapi masih sama saja. Jadi ini yang mati terpaksa kita ambil dahulu," sambungnya.

Akibat serangan hama sundep dan juga ulat itu hasil panen para petani dipastikan akan mengalami penurunan sekitar 50 persen. Biasanya dalam satu hektar tanaman padi menghasilkan sekitar enam ton gabah.

"Kalau melihat kondisinya seperti ini paling hasil panen gabahnya tinggal tiga ton. Makanya ini kita pasti rugi, karena turunnya sampai 50 persennya," sambung Mulyadi, petani lain.

Dengan kondisi gagal panen akibat serangan tersebut, sejumlah petani yang ada di wilayah Kecamatan Merakurak, Tuban itu mengaku pasrah. Mereka hanya bisa berharap saat panen nanti harga gabah tidak turun, supaya para petani tidak mengalami kerugian yang semakin banyak. [mut/but]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014