Advertise

 
Sabtu, 25 Juli 2015

Ronggomania Tuban Bagi-Bagi Takjil Gratis

0 komentar

Berita Tuban  - Puluhan Ronggomania, suporter Persatu Tuban bersama dengan manajemen dan pemain melakukan kegiatan sosial bagi-bagi takjil kepada para pengendara di sekitar bundaran Patung, jalan Sunan Kalijogo, Sabtu (11/07/2015).

Kegiatan bagi-bagi sebanyak seribu paket takjil untuk berbuka puasa tersebut diikuti oleh puluhan pendukung tim Persatu Tuban yang datang dari berbagai wilayah.


"Kegiatan ini tiap tahun dilakukan oleh para teman-teman Ronggomania bersama dengan manajemen Persatu. Kali ini kita bagikan seribu takjil bagi warga masyarakat," terang Fahmi Fikroni, Selaku Manajer Persatu Tuban yang ikut dalam kegiatan itu.

Roni, sapaan akrab dari manajer Persatu Tuban, menyatakan bahwa kegiatan bagi-bagi takjil pada bulan puasa tahun ini merupakan momen yang sangat tepat. Pasalnya ini merupakan momen menjelang laga Persatu Tuban dalam mengikuti Piala Kemerdekaan.

"Ini adalah bentuk antusiasme dari teman-teman serta dukungan untuk Persatu menjelang laga Piala Kemerdekaan. Jadi ini merupakan momen yang tepat untuk dukungan terhadap Persatu," lanjut Roni, setelah berbagi takjil kepada para pengguna jalan.

Roni berharap, dengan kegiatan sosial yang dilakukan para Ronggomania menjelang laga Persatu Tuban itu merupakan doa bagi tim. Sehingga nantinya dalam melaksanakan pertandingan Persatu Tuban bisa terus maju dan bisa menjadi juara.

"Momen ini adalah sebagai doa menjelang Piala Kemerdekaan. Selain itu dengan kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa Ronggomania itu ada," pungkasnya.

Sementara itu, Indra Bagus Burhanudin, selaku Presiden Ronggomania berharap, Persatu Tuban akan tampil maksimal dalam laga mendatang. Sehingga dalam piala Kemerdekaan nanti para pemain Persatu bisa meraih gelar juara di Piala yang diadakan tim transisi Menpora tersebut. 

"Untuk Persatu bisa terus maju, dan harapannya bisa menjuarai kompetisi itu," ungkap Indra Bagus Burhanudin, Presiden Ronggomania Tuban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Pos Mudik Lebaran Polres Tuban 2015

0 komentar

Berita Tuban - Pelaksanaan pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2015 menghadapi arus mudik lebaran tahun ini  Jajaran Polres Tuban menerjunkan 250 personil ditambah personil dari TNI, Satpol PP serta instansi lainnya.

Selain menerjunkan ratusan personil, Polres Tuban juga telah membuat sebanyak 16 pos polisi yang tersebar di sepanjang jalur Pantura Tuban maupun jalur alternatif. 

Belasan pos mudik itu merupakan pos pantau dan pos pelayanan bagi para pemudik.

Data yang dihimpun wartawan, sebanyak 13 pos mudik milik Polres Tuban tersebut tersebar di jalur Pantura mulai dari wilayah perbatasan Jatim-Jateng, Kecamatan Bancar, Tuban sampai dengan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. 

Sedangkan tiga pos lainnya ditempatkan di jalur alternatif yang menghubungkan dengan jalur Pantura Tuban itu. Yakni berada di wilayah Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Rengel dan Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

"Pos pantau juga kita tempatkan di jalur-jalur alternatif. Supaya bisa memberikan pelayanan pada pemudik yang menggunakan jalur alternatif," terang AKP Muhammad Faqih, Kasat Lantas Polres Tuban, Sabtu (11/07/2015).

Keberadaan pos pantau arus mudik 2015 ini telah dimulai sejak kemarin sampai . Yang mana setiap pos telah disiagakan petugas gabungan mulai dari anggota Polisi, TNI, Satpol PP dan juga tim kesehatan serta beberapa instansi lainnya.

"Dalam pengamanan arus Mudik 2015 ini kita juga mendapatkan BKO satu pleton anggota Brimob dari Polda Jatim. Anggota Brimob akan ditempatkan di pos Jati Peteng, Jenu yang dinilai rawan kriminalitas," lanjutnya.

Dengan keberadaan belasan pos pantau di sepanjang jalur Pantura Tuban diharapkan bisa membantu para pemudik yang melintas di jalur nasional itu supaya bisa beristirahat saat merasa lelah. Sehingga bisa menghindari terjadinya kecelakaan maupun gangguan perjalanan lainnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Ketua Asosiasi Kepala Desa Diprotes Anggotanya

0 komentar

Berita Tuban - Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tuban mendapatkan protes keras dari para anggotanya sesama kepala desa. Protes dilayangkan lantaran akan mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati Pilkada Tuban 2015 dengan mengatasnamakan sebagai AKD.

Sejumlah kepala desa (Kades) yang tergabung dalam AKD memprotes tindakan ketua AKD yakni Zuhri Ali atau yang bisa dikenal dengan Jojo lantaran membawa-bawa AKD ke ranah politik praktis. Bahkan para Kades meminta kepada ketua AKD untuk mundur dari jabatan ketua jika ingin mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Tuban dalam Pilkada 2015.

"Kita tidak mempermasalahkan pak Jojo ini melamar sebagai Bupati atau Wakil Bupati karena itu adalah hak dia. Tapi dia melamar sebagai Wabup atas nama AKD, itu yang tidak kita setujui," ujar Sholikin, Ketua koordinator AKD Kecamatan Plumpang, Tuban, Kamis (09/07/2015). 

Para Kades tersebut menyebutkan, selama ini ketua AKD Tuban itu melamar sebagai kandidat calon Wabup di Partai Golongan Karya (Golkar). Yang mana Jojo disebut-sebut melamar sebagai Wakil Bupati menggunakan kendaraan dan mengatasnamakan sebagai AKD.

"AKD ada bukan sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai sebuah asosiasi yang perlu dibangun bersama. Pencalonan Jojo menggunakan nama AKD tidak sesuai dengan pemikiran kita semua," sambung Sholikin sebagai perwakilan para Kades yang ada di Kabupaten Tuban.

Mustajab, yang merupakan ketua AKD Kecamatan Parengan juga memprotes pencalonan Ketua AKD sebagai Wakil Bupati mengatasnamakan AKD. Dia mengatakan pernah menghadiri undangan AKD Kabupaten Tuban pada 11 Juni 2015 lalu untuk evaluasi kinerja Pemdes, tapi undangan tersebut berbelok arah dan justru bermuara pada pemilihan kepala daerah mendatang.

"Saya saat itu diam saja karena undangannya berbelok secara subtansi. Tetapi ternyata teman-teman dari Parengan, Soko, dan Singgahan juga tidak sependapat," jelas Mustajab, Ketua AKD Kecamatan Parengan.

Dukungan ketidaksetujuan Zuhri Ali menggunakan nama AKD Tuban untuk ikut Pilkada Tuban 2015 ini, diklaim berasal dari 15 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Tuban. Para Kades itu menunjukkan surat pernyataan dan komitmen tidak setuju Zuhri Ali maju sebagai Wakil Bupati dengan mengatasnamakan AKD yang ditanda tangani perwakilan Kades dari 15 kecamatan di Kabupaten Tuban.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait tuntutan dan protes dari para anggotanya itu, Ketua AKD Tuban, Zuhri Ali, menanggapinya dengan  santai. Dia masih enggan berbicara lebih detail mengenai permasalahan itu.

"Biarlah dulu Mas, saya no comment dulu ya," jawab Zuhri Ali, saat dikonfirmasi terkait protes itu.[mut/but]
Baca Selengkapnya...
Jumat, 24 Juli 2015

Warga Jalan Sunan Giri Tuban Geger Karena Mayat Pria Busuk di Rumah Sendiri

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah warga yang tinggal di jalan Sunan Giri, Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota Tuban digegerkan dengan tewasnya seorang warga yang sudah dalam kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya sendiri, Kamis (09/07/2015).

Korban tewas di dalam kamar rumah yang kondisinya berantakan itu diketahui bernama Heri Setiawan (41), warga yang tinggal di Jalan Sunan Giri, Nomor 55 Kelurahan Latsari, Kota Tuban. Selama ini korban diketahui hanya hidup sebatang kara di rumah tersebut.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, penemuan mayat pria paruh baya tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban. Pasalnya warga yang rumahnya berdempetan langsung dengan rumah Heri itu curiga lantaran mencium bau busuk yang berasal dari rumah itu.

Selanjutnya warga yang merasa curiga dengan bau busuk tersebut langsung melakukan pengecekan di sekitar rumah korban. Saat membuka rumah korban bau busuk tersebut semakin menyengat dan warga langsung lapor kepada pihak kepolisian.

"Awalnya yang membuka Pak Yuda, tetangga sebelah rumah korban. Ternyata setelah dibuka korban kondisinya sudah seperti itu," terang Kamali, Ketua RT 2 jalan Sunan Giri, Kelurahan Latsari, Kota Tuban.

Posisi mayat Heri yang selama ini dikenal sebagai pria pengangguran tersebut berada di atas tempat tidur di dalam kamar bercampur dengan barang-barang yang berserakan. Korban diduga sudah tewas sekitar satu minggu lantaran kondisi tubuhnya sudah gosong dan sudah dipenuhi belatung.

"Korban ini tinggal sendirian di rumah tidak ada istrinya ataupun anaknya. Biasanya juga terlihat keluar rumah, tapi sejak beberapa hari terakhir tidak pernah terlihat," lanjut Kamali saat berada di TKP.

Sementara itu, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban yang mendapatkan laporan tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengidentifikasi korban. Korban langsung dievakuasi dan di bawa ke kamar jenazah RSUD Tuban guna penyelidikan lebih lanjut.

"Kita masih belum mengetahui penyebab kematian korban. Mayat dibawa ke RSUD untuk dilakukan otopsi," terang AKP Supar, Kapolsek Kota Tuban.

Dari lokasi kejadian petugas menemukan sejumlah barang bukti  obat-obatan berupa kapsul. Ada dugaan jika pria pengangguran tersebut tewas dengan kondisi mengenaskan itu lantaran mengalami sakit.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Polres Tuban Siapkan Penembak Jitu (Sabhara)

0 komentar

Berita Tuban - Sebanyak 30 anggota patroli dari Satuan Sabhara Polres Tuban dengan kemampuan khusus dipersiapkan oleh jajaran Polres Tuban dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik lebaran tahun 2015 ini.

Sebanyak 30 anggota tersebut mendapatkan pengarahan dan juga dilatih langsung oleh Kapolres Tuban bagaimana cara prosedur melakukan penembakan. Terlebih mereka dilatih bagaimana melakukan penembakan dengan senjata laras panjang di atas sepeda motor, Rabu (08/07/2015).

Pantauan wartawan di lapangan, Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan, memberikan pengarahan kepada puluhan anggota Patroli Raimas Polres Tuban. Kapolres menunjukkan bagaimana cara menembak sasaran dengan posisi di atas sepeda motor trail yang biasa digunakan berpatroli.

"Ini yang perlu diingat, kalau tembakan peringatan selalu gunakan peluru hampa. Kalau pakai peluru asli meskipun tembakan ke atas, tapi kalau peluru jatuhnya mengenai warga itu juga masih membahayakan," terang AKBP Guruh Arif Darmawan, Kapolres Tuban saat memberikan pengarahan anggota Patroli Raimas Polres Tuban.

Selain terkait bagaimana cara menembak di atas sepeda motor, Kapolres juga selalu mengingatkan kepada para anggota Patroli untuk selalu memahami undang-undang saat bertugas. Selain itu kemampuan dari perorangan anggota sendiri juga harus terus ditingkatkan, baik kemampuan menembak maupun bela diri.

"Polisi tugasnya berat, kita harus pahami undang-undang dan meningkatkan kemampuan perorangan saat bertugas. Jangan sampai menembak justru membahayakan bagi warga masyarakat," papar AKBP Guruh, yang juga mantan Kapolres Donggala, Sulteng.

Kapolres Tuban menjelaskan bahwa pembekalan anggota Patroli Raimas Sabhara tersebut salah satunya adalah guna persiapan pengamanan Operasi Ketupat 2015 ini. Nantinya anggota Patroli baik yang menggunakan trail maupun dengan mobil akan terus keliling melakukan antisipasi tindak kejahatan.

"Biasanya menjelang lebaran ada peningkatan tindakan kriminalitas. Sehingga anggota ini akan kita tempat di titik-titik yang memang rawan," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Kamis, 23 Juli 2015

DInding Goa Ngerong Rengel Tuban Runtuh

0 komentar

Berita Tuban - Lokasi dinding goa di wisata Goa Ngerong, yang berada di Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban mengalami runtuh. Runtuhnya dinding langit-langit Goa Ngerong tersebut berada di jarak sekitar 250 meter dari mulut goa.

Kondisi runtuhnya dinding Goa Ngerong yang juga terdapat aliran sungai bawah tanah tersebut membuat sejumlah warga sekitar merasa resah. Warga menduga jika kejadian itu akibat adanya penambangan liar yang berlokasi di atas goa yang sudah lama menjadi tempat wisata.

AKP Musa Bachtiar, Kapolsek Rengel, Tuban menjelaskan bahwa runtuhnya dinding Goa Ngerong tersebut sudah terjadi pada hari Minggu kemarin. Dinding yang runtuh tersebut berada di dalam Goa yang terdapat aliran sungai bawah tanah dan memang jarang orang yang masuk.

"Lokasi runtuhnya dinding Goa Ngerong kurang lebih berada di ke dalaman 250 meter dari mulut goa. Di langit-langit dinding goa itu terlihat retakan baru sampai dengan kedalaman 500 meter," terang AKP Musa Bachtiar, Kapolsek Rengel, Kabupaten Tuban, Selasa (07/07/2015).

Akibat runtuhnya dinding dengan panjang puluhan meter tersebut juga terdapat retakan dan juga runtuhan baru di atas sungai. Sejumlah warga merasa khawatir jika runtuhnya dinding goa tempat wisata tersebut semakin meluas dan bertambah parah.

"Untuk material batu runtuhan dari dalam goa itu terdapat sebanyak tiga kendaraan dump truk. Memang diduga runtuhnya dinding Goa Ngerong itu akibat adanya penambangan batu kumbung dengan cara mekanik di atas goa dan itu yang menimbulkan gejolak di masyarakat," lanjut Kapolsek Rengel.

Dengan timbulnya gejolak di masyarakat terkait runtuhnya dinding goa wisata Ngerong itu pihak Kepolisian Polsek Rengel, Tuban telah melakukan rapat bersama dengan Forpimka Rengel dan memanggil pemilik lahan tambang. Pihak kepolisian langsung meminta kepada pemilik tambang yang di atas Goa Ngerong itu untuk menghentikan aktivitas penambangan.

"Kami meminta kepada para penambang untuk menghentikan aktivitas penambangan batu kumbung itu mulai hari ini. Karena tidak ada ijin operasional, maka kita hentikan. Meski itu berada di lahan miliknya sendiri," pungkasnya.

Sementara itu, dalam pertemuan di Polsek Rengel, Kabupaten Tuban itu pihak pemilik tambang batu kumbung atau batu kapur yang ada di atas Goa Wisata Ngerong siap menghentikan  aktivitas penambangan. Namun mereka berharap kepada pihak Forpimka Rengel untuk memberikan jalan keluar dengan berhentinya aktivitas tambang itu. [mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Rabu, 22 Juli 2015

Hati-Hati Mobil Bekas BPKB dan STNK Palsu !

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban berhasil membongkar jaringan penjualan mobil bekas dengan yang menggunakan surat-surat palsu yang sudah beberapa kali beraksi melakukan transaksi penjualan mobil bekas di wilayah Kabupaten Tuban.

Dalam pengungkapan kasus penjualan mobil bekas dengan surat-surat palsu itu, petugas berhasil mengamankan empat orang pelaku. Sedangkan petugas masih melakukan pengembangan atas terungkapnya sindikat pemalsuan surat-surat mobil.

Empat pelaku komplotan sindikat penjual mobil bekas dengan surat-surat palsu itu adalah MF, KS, AF dan YD. Mereka para pelaku yang merupakan warga Kota Tuban dan dan juga berasal dari Jawa Tangah itu mempunyai peran sendiri-sendiri dalam melakukan aksinya menjual mobil dengan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu.

Pengungkapan sindikat penjualan mobil dengan BPKB dan STNK palsu tersebut berawal saat petugas mendapatkan informasi terkait dengan adanya mobil Avanza yang mencurigakan yang akan di jual. Selanjutnya beberapa anggota Sat Reskrim Polres Tuban bersama anggota Sat Lantas melakukan razia penyisiran.

"Saat kita melakukan razia kemudian kita temukan mobil Avanza dengan surat-surat palsu. Sehingga langsung diamankan oleh anggota untuk dilakukan pengecekan," terang AKBP Guruh Arif Darmawan, Kapolres Tuban, Selasa (07/07/2015).

Kendaraan mobil Avanza dengan menggunakan surat-surat palsu tersebut diamankan oleh petugas di jalan Letda Sucipto, Kota Tuban. Yang mana mobil dengan menggunakan plat nomor L 1886 HK itu dibawa oleh tersangka yang berinisial MF dan akan dijual pada orang lain.

Pelaku yang berinisial MF dan KS ini bertugas berhubungan langsung dan menawarkan mobil kepada pembeli yang ada di Kabupaten Tuban. Sedangkan STNK dan BPKB palsu ini dipesan dari pelaku berinisial AF dan YD yang merupakan pembuat BPKB serta STNK palsu itu.

"Kita berhasil mengamankan dua mobil Avanza, satu mobil sedan dan satu mobil Taft beserta dengan STNK dan BPKB palsu. Kemungkinan besar merupakan mobil hasil kejahatan, baik hasil pencurian, penipuan mapun penggelapan," lanjut Kapolres Tuban.

Sementara itu, petugas kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan penjualan mobil bekas dengan surat-surat palsu itu. Selain itu masih ada satu pelaku yang masih buron yang diduga merupakan pemasok mobil.

"Kita masih terus melakukan pengembangan dan ada satu pelaku yang masih buron," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Jamaah Haji Tuban Sebagian Sudah Lunasi Biaya

0 komentar

Berita Tuban -Menjelang pelaksanaan haji tahun 2015 yang tinggal beberapa bulan lagi, sebagian besar dari calon jamaah haji (CJH) yang masuk dalam daftar berangkat tahun 2015 sudah melunasi pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Minggu (05/07/2015).

Dari jumlah kuota sementara calon jamaah haji sebanyak 679 orang, sebanyak 653 CJH sudah dipastikan ikut masuk daftar berangkat tahun ini karena telah melakukan pembayaran pelunasan BPIH. 

Sedangkan hanya tinggal beberapa persen saja CJH yang masih belum melakukan pelunasan untuk keberangkatan haji 2015 ini.

"Sebanyak 653 calon jamaah yang sudah melakukan pelunasan. Dan sisanya ini akan ditunggu sampai dengan jadwal yang telah ditentukan," terang Abdul Ghofar, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agam (Kemenag) Tuban.

Untuk batas waktu pelunasan pembayaran BPIH tahun 2015 ini sampai tanggal 14 Juli 2015 nanti. Sehingga setelah batas waktu itu telah selesai maka akan ditetapkan jumlah pasti calon jamaah yang akan berangkat termasuk yang mengisi bangku cadangan.

"Untuk kursi cadangan memang diutamakan untuk lansia, dengan pertimbangan kondisi kesehatannya. Selain itu, adalah untuk jamaah haji mahrom (suami istri)," lanjutnya.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Tuban itu menambahkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan jumlah jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. 

Pasalnya, beberapa ketentuan masih harus diselesaikan seperti pembayaran pelunasan biaya haji. Selain itu, masin ada kemungkinan calon jamaah yang mundur menjelang pemberangkatan.

"Kami belum dapat memastikan jumlah jamaah yang berangkat tahun ini. Kalau kuotanya memang sudah ada 673 jika tidak ada tambahan atau pengurangan," sambungnya.

Sementara itu, untuk para calon jamaah yang memang tahun ini mundur atau tidak bisa berangkat, maka keberangkatannya akan ditunda. Sehingga nama calon jamaah gagal berangkat tahun ini akan muncul kembali pada daftar nama keberangkatan tahun berikutnya.[air/mut]
Baca Selengkapnya...

Kebakaran Sidodadi Tuban Disebabkan LPG Bocor

0 komentar



Berita Tuban - Kebakaran hebat yang menghabiskan isi dari sentra restoran cepat saji Sidodadi yang berada di jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Doromukti, Kecamatan Kota Tuban diduga akibat adanya kebocoran tabung gas elpiji, Sabtu (04/07/2015).

Pasalnya api yang menghanguskan empat restoran cepat saji tersebut awalnya muncul dari bagian dapur. Api tersebut diduga muncul pertama kali dari restoran Zu Bento yang posisinya berada di tengah-tengah deretan restoran cepat saji yang terbakar.

Sejumlah pegawai tempat restoran cepat saji itu yang berada di lokasi kejadian setelah terjadinya kebakaran menyatakan bahwa jika sebelumnya memang ada tabung gas yang bocor dari salah satu restoran. Meski telah diketahui bocor, tabung gas yang bocor tersebut masih disimpan di dalam restoran.

"Kemarin memang ada gas yang bocor, tapi sudah tidak dipakai. Tapi masih berada di dalam," ujar salah satu karyawan.

Selain itu, saat terjadinya kebakaran sejumlah warga juga mendengar adanya suara ledakan keras dari dalam bangunan restoran itu. Suara ledakan tersebut diduga merupakan dari tabung gas yang meledak saat kejadian kebakaran itu.

"Tadi apinya juga terlihat menyembur ke atas seperti ada tabung gas yang bocor. Selain itu juga terdengar suara ledakan," cerita Ahmad, warga yang berada di tempat kejadian perkara.

Sementara itu, pihak kepolisian dari jajaran Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa kebakaran di bangunan restoran tersebut dan telah memasang garis polisi. Petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan telah mengamankan sejumlah tabung gas dari dalam restoran.

"Kita masih belum tahu penyebab pastinya, saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini," terang AKP Supar, Kapolsek Kota Tuban.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan sentral restoran cepat saji yang ada di jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Doromukti, Kota Tuban terbakar pada Kamis (03/07/2015) malam. Untuk memadamkan api supaya tidak menjalar ke pemukiman warga petugas mengerahkan sebanyak empat mobil PMK dari Pemkab Tuban dan juga dari PMK PT Semen Gresik.[mut]
Baca Selengkapnya...

Huma Sidodadi Tuban Kebakaran

0 komentar

Berita Tuban - Kebakaran hebat terjadi di lokasi sentra restoran cepat saji yang biasa di kenal sebagai Sidodadi yang berada di jalan Basuki Rahmad, Kelurahan Doromukti, Kecamatan Kota Tuban, Jumat (03/07/2015) malam.

Api yang diduga berasal dari salah satu restoran yang ada di lokasi tersebut membakar seluruh isi dari dalam restoran. Api yang membakar warung itu dengan cepat menjalar dari membakar restoran lainnya yang masih dalam satu bangunan karena banyak barang-barang yang mudah terbakar.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kebakaran hebat itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wib. Yang mana sebanyak empat restoran cepat saji dan satu Cafe yang ada di lokasi tersebut semuanya sudah tutup dan para pegawainya sudah pulang.

"Tadi apinya muncul dari kios yang paling timur. Apinya mungkin dari dapur, soalnya dari belakang," ujar Purnomo, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Sejumlah warga yang mengetahui kebakaran di empat restoran tersebut langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran milik Pemkab Tuban. Pasalnya api di dalam restoran itu semakin meluas dan ditakutkan menjalar ke pemukiman warga.

"Tadi pas kebakaran sudah tutup semua. Jadinya warga langsung lapor PMK," lanjutnya.

Sementara itu, hingga saat ini sejumlah mobil PMK masih terus berusaha memadamkan api yang membakar isi dari bangunan sentra makanan cepat saji itu. Hingga pukul 23.30 Wib petugas Pemadam Kebakaran masih berupaya memadamkan sisa-sisa api di dalam bangunan maupun luar bangunan restoran.

Ribuan warga yang penasaranpun berdatangan ke lokasi kejadian kebakaran bangunan empat restoran cepat saji itu ingin menyaksikan kebakaran dari jarak dekat. Hal itu sempat membuat petugas kesulitan PMK untuk memadamkan api.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

4 BUMN di Tuban Bagi Sembako Murah

0 komentar

Berita Tuban - Menyambut hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah, empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kabupaten Tuban menyelenggarakan Pasar Murah Sinergi BUMN 2015 yang berlangsung di Gedung Graha Sandiya, Desa Bogorrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jumat (03/07/2015).

Empat perusahaan BUMN yang melaksanakan pasar murah itu adalah dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pegadaian (Persero). Dalam pasar murah di bulan Ramadhan ini, perusahaan BUMN itu menyediakan sebanyak 4.000 paket sembako yang dijual murah kepada warga masyarakat.

Pantauan wartawan, penjualan paket sembako murah dari empat perusahaan tersebut dijual kepada warga masyarakat yang telah mendapatkan kupon. Ribuan warga masyarakat yang merupakan warga ring dari empat perusahaan itu telah nampak mengantre sejak pagi untuk menunggu pembukaan pasar murah itu.

"Pasar murah Sinergi BUMN ini menyediakan empat ribu paket sembako. Ini merupakan bentuk kegiatan dari program CSR di bulan Ramadhan," terang Suparni, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang menjadi tempat diselenggarakannya pasar murah BUMN itu.

Sebanyak 4.000 paket sembako murah tersebut masing-masing berisikan beras, minyak goreng, mie instan dan juga kecap dengan nominal harga masing-masing paket Rp 150.000. Sedangkan paket sembako itu kemudian dijual kepala warga masyarakat dengan harga Rp 50.000 per paket.

"Kami memilih lokasi ini sebagai upaya untuk mendekatkan diri dan menjaga tali silaturrahmi dengan warga sekitar pabrik yang merupakan bagian penting dalam pengelolaan perusahaan berdasarkan prinsip Triple Botton Line," lanjut Suparni, dalam kesempatan itu.

Kegiatan pasar murah tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh seluruh BUMN sebagai bagian dari program Corporate Social Responcibility (CSR). Adapun tujuannya adalah membantu masyarakat sekitar wilayah operasi BUMN untuk memperoleh sembako yang sangat terjangkau terlebih menjelang hari raya Idul Fitri.

"Setiap bulan puasa kebutuhan sembako biasanya meningkat dan harganya juga naik. Harapannya kegiatan pasar murah BUMN bisa membantu warga masyarakat untuk mendapatkan sembako dengan harga terjankau," sambungnya.

Sementara itu, selain mengadakan kegiatan pasar murah yang bersinergi dengan perusahaan BUMN lainnya, menyambut hari raya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga membagikan sembako secara gratis kepada warga masyarakat. Yang mana pada tahun ini pabrik semen milik BUMN itu telah menyediakan sebanyak 15.100 paket sembako.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Mobil Pencuri Ayam Dibakar Massa di Merakurak Tuban

0 komentar

Berita Tuban  - Sebuah mobil Kijang yang diduga milik komplotan pencuri pakan ternak Ayam, dibakar massa di Dusun Mulung, Desa Bogorrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis (02/06/2016).

Akibat kejadian tersebut mobil Kijang dengan nopol S 1347 AE tersebut hangus hanya menyisakan kerangka mobil saja. Sedangkan para pelaku pencurian yang membawa mobil tersebut kabur saat aksinya diketahui warga.

Dari informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kejadian pembakaran mobil tersebut berawal saat para komplotan pencuri pakan ternak ayam melakukan aksinya di gudang milik Yanto, di Desa Bogorrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang itu beraksi dengan menjebol tembok gudang. Sedangkan mobil Kijang yang dibawa para pelaku diparkir tak jauh dari lokasi gudang pakan ternak ayam itu.

"Pelaku itu sudah berhasil mengeluarkan sebanyak 26 sak pakan ternak yang sudah dikumpulkan di pinggir mobilnya," ujar salah satu warga yang ada di lokasi kejadian.

Apes bagi para pelaku pencurian itu, saat akan mengangkut 26 sak yang berisi pakan ternak tersebut aksinya diketahui oleh warga. Selanjutnya para pelaku kabur untuk menyelamatkan diri kemudian warga langsung membakar mobil pelaku yang tertinggal di pinggir jalan raya menuju Kecamatan Merakurak, Tuban.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Polsek Merakurak, Tuban yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Mobil Kijang yang diduga milik komplotan pencuri pakan ayam tersebut bisa dipadamkan setelah petugas memanggil satu unit mobil PMK.

"Kita dapat laporan dari anggota ada mobil terbakar, tapi tidak ada orangnya sama sekali. Indikasi adalah pencuri pakan ternak dan pelakunya kabur," terang AKP Benu Hamzah, Kapolsek Merakurak, Tuban saat di lokasi kejadian.

Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas peristiwa terbakarnya mobil yang diduga milik komplotan pencuri. Untuk mengungkap pemilik mobil anggota masih akan melakukan identifikasi terhadap kendaraan itu.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Pembacok Preman Kerek Tuban Menyerahkan Diri ke Polres Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Wartono (55), warga Desa Tengger, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap Dimas Joyo M alias Pathok (26) yang tak lain adalah menantunya sendiri telah diamankan di Polres Tuban, Selasa (30/06/2015).
Sebelum diamankan di Polres Tuban, Wartono telah menyerahkan diri dan melapor kepada Kepala Desa (Kades) Tengger, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban bahwa ia telah membunuh menantunya itu dengan membawa pedang yang telah digunakan untuk membacok korbannya.

"Setelah membacok korban, pelaku langsung menyerahkan diri ke Kepala Desa. Kemudian langsung diantar ke Polsek," terang AKP Tamami, Kapolsek Kerek, Kabupaten Tuban saat berada di lokasi kejadian perkara.

Pelaku yang sempat diamankan di Polsek Kerek kemudian langsung dibawa ke Polres Tuban untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini Wartono masih menjalani pemeriksaan di unit Reskrim Polres Tuban atas kasus pembunuhan itu.

"Barang buktinya pedang milik pelaku juga sudah diamankan di Polres Tuban," sambung Kapolsek Kerek itu.

Sementara itu, Wartono mertua dari Dinas yang dikenal sebagai preman kampung yang tewas terkapar di belakang rumah itu mengaku nekad membunuh menantunya itu lantaran takut dibunuh. Pasalnya korban sering mengancam akan membunuh pelaku yang sudah tua itu.

"Saya sering diancam mau dibunuh, padahal tidak ada masalah apa-apa. Kalau tidak saya bunuh mungkin tadi saya yang dibunuh," ujar Wartono, saat berada di Mapolres Tuban.

Akibat penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas di lokasi kejadian perkara itu sang mertua dijerat dengan pasal 351 KUHP junto 338 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan untuk korban masih berada di kamar mayat RSUD Dr Koesma Tuban untuk menjalani visum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dimas Joyo M alias Pathok (26), yang dikenal sebagai preman kampung tewas di tangan Wartono yang tak lain adalah mertuanya sendiri. Dimas tewas dengan luka parah di bagian kepala dan leher setelah beberapa kali dibacok dengan menggunakan pedang oleh mertuanya.[mut]
Baca Selengkapnya...

Jasa Penukaran Uang Baru Menjamur di Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Meski perayaan hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah terhitung masih lama, sejumlah warga jasa penukaran uang baru pecahan kecil sudah mulai bermunculan di jalan-jalan yang ada di Kabupaten Tuban.

Para pelaku jasa penukaran uang tersebut mengaku sudah banyak warga yang menukarkan uang. Jasa penukaran uang tersebut dimungkinkan akan lebih ramai lagi setelah awal bulan Juli 2015 karena sudah banyak warga yang gajian.

Pantauan wartawan, di lapangan para penukar jasa uang pecahan kecil terlihat di beberapa ruang jalan di Kota Tuban. Seperti di jalan Basuki Ramhad, jalan Sunan Kalijogo, jalan Pemuda dan juga jalan Lukman Hakim Kota Tuban.

Dengan berbekal sepeda motor, para penjual uang pecahan mangkal di pinggir jalan dengan memperlihatkan uang pecahan mulai dari dua ribuan hingga pecahan 20 ribu rupiah. Keberadaan para jasa penukaran uang baru itu sudah mulai muncul sejak sekitar satu minggu terakhir. 

"Saya sudah empat tahun melakukan jasa penukaran uang di Tuban ini. Tiap hari bisa menghabiskan jutaan rupiah uang baru untuk ditukar," terang Sony, warga asli Kabupaten Lamongan yang membuka jasa penukaran uang baru itu, Selasa (30/06/2015).

Sony mengaku, pada bulan puasa tahun lalu dirinya mampu menghabiskan uang hingga Rp 120 yang ditukarkan kepada warga masyarakat Tuban. Adapun dari setiap Rp 100.000, para pelaku jasa penukaran uang baru itu mengambil untung Rp 10.000.

"Setiap penukaran seratus ribu rupiah, kita ngambil sepuluh ribu rupiah saja. Biasanya kita buka ini sampai menjelang Lebaran," lanjut Sony, sambil memperlihatkan uang barunya. 

Sementara itu, para penukaran jasa uang pecahan baru lainnya mengaku mendapatkan uang baru yang mereka jajakan di pinggir jalan itu dari sejumlah bank. Mereka mengaku harus bolak-balik ke bank lantaran setiap menukarkan uang itu harus terbatas Rp 5.000.000 saja. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Pemuda Klotok Plumpang Cabuli Gadis MTS 12X

0 komentar

Berita Tuban  - Entah apa yang ada dipikirkan oleh Muhammad Syafi'i (25), pemuda asal Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Pasalnya, ia nekad telah belasan kali menyetubuhi gadis yang masih di bawah umur.

Tak tangung-tagung, persetubuhan terhadap MV (14), yang masih pelajar MTS itu dilakukan oleh pemuda yang kesehariannya sebagai buruh tani dalam waktu satu bulan terakhir. Termasuk diantaranya dilakukan oleh pelaku pada waktu bulan puasa setelah waktu sahur.

"Pelaku satu kali melakukan pencabulan terhadap korban waktu baru pertama ketemu hingga dua belas kali," terang AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban, Selasa (30/06/2015).

Pemuda tersebut sangat nekat untuk bisa melakukan hubungan layaknya suami istri dengan korban. Pasalnya, saat baru bertemu dan menjalin hubungan asmara, pelaku sudah langsung merayu korban untuk diajak hubungan layaknya suami istri.

"Pada pertama ketemu mereka janjian di depan pasar Klotok. Korban diajak jalan-jalan pelaku di area persawahan yang sepi dan berhenti di gubuk, lalu pelaku mencabuli korban dan merayu korban untuk hubungan layaknya suami istri tapi tidak berhasil," lanjut AKP Elis.

Pelaku baru berhasil mencabuli korban yang masih kelas dua MTS itu setelah pertemuan kedua kalinya. Saat itu pelaku menjemput korban dan kemudian mengajak korban jalan-jalan ke pinggir tanggul yang sepi untuk berduaan guna pelaku merayu korban. Dan pada saat itu korban takluk dengan rayuan pemuda lantaran akan dinikahi.

Selanjutnya, orang tua dari MV menaruh curiga dengan korban yang sering keluar dan menunjukkan gelagat tidak seperti biasanya. Saat ditanya korban mengakui telah disetubuhi oleh pelaku hingga berkali-kali dan kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

"Pelaku sudah ditangkap dan sudah dilakukan penahanan di Polres Tuban untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku dijerat dengan Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014