Advertise

 
Rabu, 22 Oktober 2014

Polisi Grebek Pabrik Arak Prunggahan Kulon Tuban

0 komentar


Berita Tuban - Produksi pembuatan minuman keras jenis Arak di wilayah Kabupaten Tuban masih terus berlangsung meski dengan cara sembunyi-sembunyi setelah Pemkab Tuban melakukan penutupan dan penyegelan seratus lebih pabrik Arak di Tuban. 

Kali ini petugas kepolisian dari jajaran Sabhara Polres Tuban kembali melakukan razia pengrebekan lokasi pembuatan Arak. Hasilnya petugas berhasil mengamankan ratusan liter Arak yabg sudah siap untuk dijual, Selasa (21/10/2014). 

Pabrik pembuatan Arak tersebut masih ditemukan beroperasi di wilayah Desa Prunggahan Kulon dan Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Petugas menemukan enam lokasi tempat penyimpanan sekaligus menjadi pembuatan Arak. "Dari enam lokasi tersebut kita berhasil mengamankan sebanyak 390 liter minuman keras Arak. Kemudian barang bukti kita amankan dan kita bawa ke Polres Tuban," jelas AKP Yani Susilo, Kasat Sabhara Polres Tuban. 

Enam titik lokasi pembuatan Arak yang dilakukan pengrebekan tersebut merupakan milik dari Latif, Anas, Wanti, Ti, Mi dan Kirun. Saat dilakukan pengrebekan para pemilik produksi Arak tersebut sudah terlebih dahulu meninggalkan tempat produksinya itu. "Rencananya para pemilik Arak ini akan kita panggil dan kita serahkan kepada Unit Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambung Kasat Sabhara setelah melakukan razia tersebut.

 Selain barang bukti ratusan liter Arak yang sudah dikemas dalam botol air mineral dan juga jurigen itu, petugas juga kembali mengamankan peralatan pembuatan Arak itu. Diantaranya kompor gas, tungku, tabung gas dan juga peralatan pembuatan minuman keras tersebut. "Razia akan terus kita lakukan secara rutin untuk terus mencari pembuat Arak yang masih ada untuk menciptakan Tuban ini benar-benar bersih dari produksi Arak," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Kecelakaan Panyuran Palang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan raya Tuban-Gresik, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Selasa (21/10/2014).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan antara mobil penumpang umum (MPU), truk tangki milik Pemkab Tuban dan satu kendaraan sepeda motor. Namun truk tangki plat merah itu terguling di pinggir jalan raya tersebut.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, kejadian kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan tersebut berawal saat MPU nopol S 378 UJ berjalan dari arah timur ditarik dengan mobil lain karena mengalami kerusakan.

Kemudian pada saat sampai di lokasi kejadian, MPU jurusan Tuban-Paciran yang dikemudikan oleh Abdul Golib, yang dalam kondisi ditarik tersebut tiba-tiba oleng ke kanan. Diduga akibat setir dari kendaraan tersebut mengalami kerusakan dan tidak bisa dibelokkan.

Selanjutnya, saat bersamaan berjalan kendaraan truk tangki plat merah nopol S 8061 EP yang dikemudikan oleh Kartalim yang berjalan dari arah barat. Sehingga kecelakaan tidak bisa terhindarkan antara truk tangki dengan MPU rusak itu.

"Saya lihat MPUnya ditarik kendaraan lain, kemudian terpelanting ke kanan. Kemudian tabrak dengan truk tangki itu sampai terguling," terang Sarkowi, warga kelurahan tersebut saat berada di lokasi kejadian.

Setelah truk tangki terguling, truk ditabrak sepeda motor nopol S 5092 HP yang dikendarai oleh Tarudi. Sehingga pengendara terjatuh dan menghantam kendaraan truk tangki kosong muatan dan mengalami luka-luka.

"Pengendara sepeda motor mengalami luka-luka karena menabrak tangki dari belakang. Tadi langsung ditolong oleh warga sekitar," lanjut warga lain.

Sementara itu, untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan beruntun tersebut petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu petugas juga mengamankan para pengemudi untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Kendaraan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian untuk menghindari kemacetan," jelas IPDA Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.[mut/but]
Baca Selengkapnya...
Selasa, 21 Oktober 2014

Tim Futsal Ronggolawe Pers Solodarity Tuban Bersiap Turnamen

0 komentar

Berita Tuban - Tim futsal wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Tuban mulai meningkatkan latihan. Latihan guna menghadapi Turnamen Futsal Bupati Tuban Cup dalam rangka HUT Kabupaten Tuban antar wartawan dari berbagai wilayah.

Tim Futsal yang tergabung dalam Ronggolawe Pers Solodarity (RPS) Tuban itu mulai melakukan latihan fisik dan juga sklill. Latihan terus digenjot mengingat banyak lawan dalam turnamen futsal yang terbilang patut diperhitungkan permainannya.

"Persiapan kita sudah mulai latihan seminggu dua kali. Jangan sampai kita sebagai tuan rumah dipermalukan oleh tim tamu," ujar Imam Zuhdi, selaku Manajer Tim Futsal RPS Tuban, Senin (20/10/2014).

Zuhdi menambahkan, sebenarnya latihan rutin untuk tim dari RPS Tuban sudah dilakukan sejak lama. Namun penambahan jam latihan ini untuk meningkatkan skill dan juga strategi dalam permainan nanti untuk merebut juara.

"Intinya penambahan jadwal latihan ini adalah untuk pemantapan para pemain yang akan tanding dan sudah kita siapkan pemain terbaik. Setidaknya kita bisa masuk pada babak semifinal, meski tidak juara satu," lanjutnya.

Sementara itu, Turnamen Futsal Bupati Tuban Cup antar wartawan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tuban tersebut akan dilaksanakan mulia pada tanggal 15 November 2014 mendatang. Adapun untuk jumlah pesertanya sebanyak delapan tim yang berasal dari delapan wilayah kerja.

"Untuk pesertanya merupakan wartawan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan total sebanyak delapan tim. Kita tunggu kehadiran teman-teman wartawan dari lain daerah untuk ikut memeriahkan HUT Kota Tuban," ujar Edi Purnomo, Ketua Panitia Turnamen Futsal Bupati Tuban Cup.

Adapun untuk peserta yang akan ikut dalam pertandingan turnamen tersebut adalah dari Surabaya, Lamongan, Gresik, Jombang, Bojonegoro dan Tuban untuk yang dari Jawa Timur. Sedangkan dua tim lainnya merupakan wartawan dari Rembang dan juga Blora, Jawa Tengah.[mut/but]
Baca Selengkapnya...

Pemalsu Surat Waris Tanah 10 Hektar Ditangkap Polres Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Sepasang suami istri harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tuban karena telah melakukan pemalsuan tanda tangan dan juga surat warisan dari seluas 10 hektar tanah peninggalan dari keluarga orang tuanya, Senin (20/10/2014).

Dengan melakukan pemalsuan surat warisan dan juga tanda tangan tersebut, pasangan suami istri itu berhasil melakukan balik nama sertifikat. Selain itu mereka juga berhasil mendapatkan uang total Rp 2 miliar dari sertifikat tersebut.

Pasangan suami istri pelaku pemalsuan tersebut adalah Feri Qorib Firdaus (30) dan Wahyu Fitrianingsih (25), keduanya merupakan warga Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Sebelum tertangkap keduanya sempat kabur ke luar jawa untuk melarikan diri.

"Untuk yang laki-laki berhasil kita tangkap saat berada di Tenggarong, Kalimantan. Sedangkan untuk sang istri berhasil kita tangkap di Bogor, Jawa Barat," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Penangkapan terhadap Pasutri tersebut berawal dari kasus penipuan dan juga pemalsuan yang dilakukan keduanya yang sudah terjadi sejak 2012 lalu. Saat itu pelaku mengambil sebanyak tujuh sertifikat yang di simpang di rumah Sujinah yang tak lain adalah orang tua pelaku.

"Sebanyak tujuh bidang tanah dengan luas sekitar 10 hektar merupakan peninggalan dari H Sumantri yang merupakan kakek dari pelaku. Kemudian sertifikat itu dicuri oleh Wahyu Fitrianingsih dan kemudian dibalik nama menjadi nama menjadi nama yang bersangkutan," lanjut Kasat Reskrim.

Dalam proses balik nama sebanyak tujuh sertifikat tanah tersebut, Pasutri itu memalsukan surat keterangan waris dan juga membuat tanda tangan palsu sebanyak sembilan orang yang merupakan ahli waris H Sumantri pada Akta Jual Beli (AJB). Kemudian pelaku mengadaikan sertifikat itu ke sejumlah bank dan juga menjual sebagian tanah.

"Sertifikat dibalik nama atas nama Wahyu Fitrianingsih, kemudian digadaikan ke sejumlah bank. Selain itu pelaku juga menjual tanah itu kepada orang lain," ungkapnya.

Dari hasil penjualan tanah hasil pemalsuan surat keterangan waris dan juga pengajuan kredit kepada sejumlah bank itu, pelaku berhasil meraup uang total Rp 2 miliar. Kemudian pasutri tersebut melarikan diri dari desanya setelah ulahnya diketahui oleh pihak keluarga.

"Keduanya sekarang sudah kita tahan di Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut. Selian sertifikat asli kita juga mengamankan empat sertifikat palsu dari tangan pelaku," pungkas Kasat Reskrim.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Kecelakaan di Glodok Palang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Dalam semalam dua nyawa melayang di jalur Pantura Tuban dengan kondisi mengenaskan setelah mengalami kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda di dua lokasi yang berbeda, Minggu (19/10/2014).

Dua peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan dua nyawa melayan tersebut terjadi di jalur Tuban-Gresik, Desa Glodok, Kecamatan Palang, dan satunya terjadi di jalan raya Tuban-Surabaya, Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Data yang dihimpun wartawan, dua korban tewas dalam kecelakaan sepeda motor tersebut adalah Agus Kiswanto (28), warga Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Tuban. Korban tewas setelah mengalami kecelakaan di jalan Tuban-Gresik, Desa Glodok, Kecamatan Palang, Tuban.

Satu korban tewas lainnya adalah Kasnoto (27), warga Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, Tuban. Ia tewas di jalan raya Tuban-Surabaya Desa Minohorejo, Kecamatan Widang setelah sepeda motornya mengalami kecelakaan dengan sepeda lainnya.

"Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Adapun untuk kecelakaannya melibatkan sepeda motor dengan sepeda motor," terang IPDA Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Kecelakaan yang menewaskan Kiswanto tersebut berawal saat saat korban mengendarai sepeda motor tanpa adanya surat-surat dan berjalan dari arah timur. Sedangkan dari arah berlawanan muncul sepeda motor nopol S 5891 FA yang dikendarai oleh Nur Syaifudin (14), pelajar asal Desa Ketambul, Kecamatan Palang, Tuban.

"Saat kejadian, sepeda motor korban ditabrak oleh pelajar itu yang berjalan terlalu kekanan. Sehingga kecelakaan tidak bisa terhindarkan," lanjut Kanit Laka.

Sementara itu, untuk Kastono mengalami kecelakaan saat akan menyeberang di jalan raya Tuban-Surabaya itu. Namun saat itu korban yang menggunakan sepeda motor ditabrak sepeda motor lain yang berjalan dengan kecepatan tinggi. 

"Kita masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pengendara yang terlibat dalam kecelakaan itu. Termasuk melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan itu," ungkapnya.

Sementara itu, dalam dua peristiwa kecelakaan yang terjadi pada Malam Minggu tadi malam itu juga mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka dan harus di rawat di RSUD Dr Koesma Tuban. Sedangkan untuk jenazah para korban kecelakaan sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Polres Tuban Razia Preman di Pantai Boom

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Kota Tuban bersama dengan anggota TNI melakukan kegiatan razia untuk Cipta Kondisi (Cipkon) menjelang pelantikan presiden yang akan berlangsung pada tanggal 20 Oktober nanti.
Dalam razia tersebut, petugas berhasil mengamankan tiga pemuda tanpa identitas yang terlihat berkeliaran di sekitar alun-alun Kota Tuban. Mereka kemudian diamankan di Polsek Kota Tuban untuk dilakukan identifikasi, Sabtu (18/10/2014).
Kegiatan razia Capta Kondisi menjelang pelantikan presiden dilakukan mulai dari seputar alun-alun Kota Tuban dan juga tempat wisata pantai Boom yang tak jauh dari alun-alun. Dengan sasaran preman dan juga tempat-tempet menjual minuman keras.
Pada saat melakukan pemeriksaan sejumlah orang yang ada di alun-alun Kota Tuban petugas mendapati tiga pemuda yang sedang berada di alun-alun. Lantaran terlihat mencurigakan petugas lalu memeriksa ketiga pemuda itu.
"Saat dilakukan pemeriksaan mereka tidak membawa identitas apapun. Ketiganya mengaku berasal dari Kabupaten Batang, Jawa Tengah," terang AKP Basir, Kapolsek Kota Tuban.
Lantaran tidak membawa identitas, pemuda yang mengaku masih pelajar SMK itu kemudian dibawa oleh petugas untuk dilakukan pendataan. Termasuk dilakukan pendataan tujuan dari para pemuda tersebut berada di alun-alun, Kota Tuban.
"Kita lakukan pendataan terhadap tiga pemuda itu. Yang dua masih pelajar dan satu usianya sudah 26 tahun," lanjut Kapolsek Kota Tuban.
Setelah mengamankan tiga pemuda tanpa identitas tersebut, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah tempat kos-kosan yang ada di Kota Tuban. Petugas kembali melakukan pemeriksaan identitas terhadap penghuni tempat kos di Kota Tuban.
"Tujuan kegiatan Cipkon Mantap Brata ini untuk menciptakan suasa yang kondusif di wilayah Kota Tuban menjelang pelantikan presiden. Kegiatan ini akan rutin kita lakukan dengan terus melakukan patroli," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Pemuda Tenggelam di Plumpang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah warga Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban digegerkan dengan hilangnya seorang pemuda yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo yang berada di desa tersebut, Sabtu (18/10/2014).
Pemuda yang diketahui bernama Agit (21), pemuda asal Tulungagung itu hilang sejak tadi siang. Saat itu korban berpamitan kepada temannya akan buang air besar di Bengawan Solo karena sedang sakit perut.
Dari informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kejadian hilangnya pemuda tersebut berawal saat korban bersama dengan pemuda lain sedang ngopi di warung yang ada di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Tuban. 
"Saat ngopi katanya dia ingin buang air besar di Bengawan Solo. Tapi sampai lama dia juga tidak kunjung kembali," ujar salah satu pemuda yang ada di lokasi kejadian.
Sejumlah warga kemudian melakukan pencarian terhadap pemuda tersebut. Saat dilakukan pencarian di bantaran Sungai Bengawan Solo itu warga hanya menemukan sandal milik korban yang tergeletak di pinggir bengawan dan orangnya tidak ada.
"Tidak ada saksi yang mengetahui pasti apakah terjebur bengawan atau tidak. Yang tertinggal sandalnya saja," jelas Rifa'i, warga desa setempat yang juga mencari korban.
Hingga sore ini, puluhan warga masih berusaha melakukan pencarian terhadap Agit di sekitar aliran Bengawan Solo yang ada di desa tersebut. Warga juga melakukan pencarian dengan menggunakan perahu di Bengawan Solo.
Namun belum ada tanda-tanda pasti apakah korban tenggelam di Bengawan Solo atau pergi kemana, pasalnya warga juga sempat menyelam tapi juga tidak menemukan korban. Saat ini warga bersama dengan petugas kepolisian Polsek Plumpang  hanya berjaga-jaga dengan memasang lampu di sekitar lokasi ditemukannya sandal korban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014