Advertise

 
Rabu, 19 November 2014

PORKAB Basket 2014 Tuban Sepi Peserta

0 komentar

Berita Tuban - Salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban yang ke III adalah Cabang Olahraga Basket. Namun, cabor basket tersebut minim peserta yang ikut dalam pertandingan.

Dalam kegiatan Porkab Tuban tersebut Cabor Basket hanya diikuti lima tim putra dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Sedangkan untuk kelas putri hanya diikuti empat tim dari sebanyak 20 kecamatan yang ada di Tuban.

Data yang dihimpun wartawan, untuk lima tim yang mengikuti Cabor Basket itu berasal dari Kecamatan Kota, Kecamatan Semanding, Merakurak, Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Jatirogo. Yang mana untuk Tambakboyo tidak mengikutkan tim Basket Putri.

Menurut Akhamad Silfana, selaku ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Tuban menyatakan jika jumlah peserta tim Basket yang ikut Porkab Tuban tahun mengalami penurunan. Pada tahun lalu Cabor Basket diikuti oleh enam kecamatan dari Kabupaten Tuban.

"Kami juga tidak tahu kenapa Cabor Basket ini kok minim pesertanya. Padahal di Tuban ini banyak SDM (sember daya manusia) Bola Basket baik atlet maupun pelatihnya," terang Akhmad Silfana, Ketua Perbasi Tuban, Rabu (05/11/2014).

Silfana menambahkan, banyaknya kecamatan yang tidak mengirimkan tim Cabor Basket pada Porkab Tahun ini dimungkinkan salah satu faktornya adalah masalah dana. Sehingga dengan tidak adanya dana sebagian besar dari pengurus Cabor Basket dari wilayah kecamatan tidak bisa mengikutkan timnya untuk bertanding.

"Banyak pengurun dari tingkat kecamatan yang mengeluh masalah dana. Jika harus mengirimkan atlet untuk Porkan mereka harus memikirkan untuk menyediakan transportasi dan juga akomodasi," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

SRMI Tuban Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

0 komentar

Berita Tuban -Sejumlah aktivis yang berasal dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Kabupaten Tuban melakukan aksi turun jalan untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (06/11/2014).

Pantuan wartawan di lapangan, menunjukkan, sejumlah aktivis gabungan tersebut mulai melakukan aksinya dari Jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban. Kemudian para peserta demo melakukan aksi jalan kaki menuju bundaran Patung dan juga kantor DPRD Kabupaten Tuban untuk menyampaikan aspirasi.

Sambil membawa spanduk yang bertulisakan Tolak Kenaikan Harga BBM tersebut mereka terus melakukan orasi. Yang mana para aktivis itu mengecam kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang akan menaikkan harga BBM. 

"Ini adalah wujud perlawanan awal kami sebagai rakyat miskin, mahasiswa dan buruh untuk menolak kenaikan harga BBM," teriak Irwandi, Koordinator aksi. 

Belasan aktivis tersebut menilai jika pencabutan subsidi BBM justru banyak menimbulkan keresahan bagi kalangan masyarakat miskin. Karena dampaknya akan diikuti dengan kenaikan-kenaikan harga kebutuhan pokok. 

"Kenaikan harga BBM akan menimbulkan keresahan masyarakat bawah. Kenapa harus subsidi BBM yang dicabut, padahal masih banyak anggaran yang justru menguras APBN," lanjut aktivis SRMI Tuban itu.

Selanjutnya, saat berada di halaman kantor DPRD Tuban mereka kembali melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasinya penolakan rencana kenaikan BBM. Mereka ditemui salah satu anggota DPRD Tuban untuk menampung aspirasi dan berdialog dengan para aktivis.

"Kita juga menyerukan pemerintah supaya menerapkan pasal 33. Karena dengan menerapkan pasal 33 UUD 1945, tidak mungkin negara mengalami defisit anggaran, karena sumber daya alam yang melimpah," ujar Zainal, salah satu peserta aksi itu.[air/mut]
Baca Selengkapnya...

Bulan Oktober Korban Kecelakaan Tuban 28 Orang

0 komentar


Berita Tuban - Angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di sepanjang jalan di wilayah Kabupaten Tuban pada bulan Oktober 2014 kemarin mengalami peningkatan yang signifikan baik dari segi jumlah korban jiwa maupun peristiwanya, Rabu (05/11/2014).

Data yang dihimpun, selama kurun waktu satu bulan tersebut sebanyak 28 orang tewas di jalur Pantura Tuban maupun jalan kabupaten akibat mengalami kecelakaan lalu lintas. Sedangkan pada bulan September 2014 kemarin korban tewas akibat kecelakaan sekitar 17 orang.

"Memang untuk bulan Oktober kemarin jumlah angka kecelakaan mengalami peningkatan dari pada bulan sebelumnnya. Total kejadian Laka 119 TKP," terang AKP Muhammad Fakih, Kasat Lantas Polres Tuban.

Dari 119 peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tuban sebagian besar melibatkan sepeda motor. Yakni untuk sepeda motor yang terlibat dalam kecelakaan itu sebanyak 140 kendaraan, mobil penumpang 20 kendaraan dan mobil barang 39 kendaraan.

"Sebagian besar kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor. Sedangkan untuk yang melibatkan bus ada tujuh kendaraan," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu yang menjadi penyebab utama dalam kecelakaan di wilayah Kabupaten Tuban tersebut adalah akibat dari pengemudi yang lengah dan kurang memperhatikan kondisi arus lalu lintas di depannya. Yang mana kelengahan pengemudi mendominasi terjadinya kecelakaan di Tuban.

"Faktor lainnya adalah pengemudi tidak tertib dalam berlalu lintas. Misalnya melanggar marka jalan atau kebut-kebutan, serta ada juga yang mengantuk," ujar AKP Faqih, yang juga pernah menjabat Kanit Laka Polres Tuban itu.

Dengan banyaknya angka kecelakaan yang terjadi, petugas dari Sat Lantas Polres Tuban terus melakukan sosialisasi dan juga penindakan terhadap kendaraan yang menimbulkan kerawanan kecelakaan untuk menekan jumlah kejadian Laka lantas.

"Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan di Tuban ini. Termasuk memberikan sosialisasi para pengemudi dari perusahaan angkutan supaya lebih mengutamakan kesemalatan dalam berlalu lintas," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

DPRD Tuban Awasi SPBU

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban dari komisi B yang membidangi Perekonomian melakukan sidak sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Selasa (04/11/2014).

Kegiatan kerja sidang anggota DRPR Tuban di sejumlah SPBU tersebut untuk melakukan antisipasi pencegahan kemungkinan adanya penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi menjelang rencana kenaikan harga bahan bakar tersebut pada bulan ini.

Sejumlah anggota dari Komisi B DPRD Tuban itu mendatangi satu persatu SPBU yang ada di jalur Pantura Tuban dengan melakukan pengecekan situasi SPBU. Termasuk salah satunya SPBU Dasin yang ada di jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban.

"Kami melakukan sidak ini untuk melakukan antisipasi adanya kecurangan jelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM," terang Cancoko, salah satu anggota Komisi B DPRD Tuban.

Hasil sidak yang dilakukan secara acak di sejumlah SPBU yang ada di jalur Pantura Tuban tersebut sejumlah anggota wakil rakyat tersebut tidak menemukan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan pihak SPBU. Pasalnya aktivitas pengisian BBM terlihat lancar dengan pembelian secara normal.

"Kami melihat dari sidak secara acak di sejumlah SPBU memang terlihat lancar dan belum kami temukan indikasi kecurangan. Secara pasokan maupun penjualan masih terlihat lancar," sambung politisi partai Demokrat tersebut.

Cancoko memaparkan, jika selain untuk melakukan antisipasi adanya penimbunan BBM secara besar-besar, sidak tersebut juga untuk memastikan bahwa pasokan BBM masih tetap normal dan tidak ada pengurangan. Pasalnya menjelang kenaikan biasanya ada pembelian jumlah besar yang dilakukan masyarakat sebelum keniakkan.

"Kuota BBM sebelum kenaikkan itu sangat penting, sebab kebiasaan akan terjadi kepanikan di masyarakat dan mereka memborong BBM. Jangan sampai ada penimbunan besar-besaran oleh spekulan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Makanya kami minta SPBU supaya tidak melayani pembelian dengan jurigen," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Kepsek Jatirogo Tuban Tersangka Pemukulan Pecat Wali Murid Korban Penganiayaan

0 komentar

Berita Tuban - Diduga buntut dari kasus pemukulan terhadap JMA, salah satu siswa kelas VI SDN Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) berbuntut pemecatan terhadap seorang Guru Tidak Tetap (GTT). 

Seorang guru yang dipecat oleh Kepsek SDN tersebut diketahui berinisial CY, seorang guru olahraga. Seorang guru tersebut yang dipecat oleh Drs AS yang merupakan Kepsek tersebut merupakan orang tua dari siswa yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum Kepala Sekolah tersebut, Selasa (04/11/2014).

CY, guru olahraga yang sudah mengajar sejak tahun 1978 tersebut diberhentikan dengan hormat oleh Kepala Sekolah SDN Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Ia diberhentikan setelah kasus pemukulan terhadap JMA dilaporkan kepala pihak kepolisian Polres Tuban.

"Memang benar yang bersangkutan kita berhentikan dengan hormat," terang Drs AS, Kepsek SDN Jatiklabang, yang telah menjadi tersangka kasus penganiayaan siswa itu.

AS menjelaskan, jika pemberhentian GTT yang merupakan ibu kandung dari korban penganiayaan tersebut lantaran CY dianggap selalu menjadi provokator para siswa di sekolah untuk berani kepada para guru. CY dinilai oleh kepala sekolah selalu mengajarkan kepada murid-murid SD itu untuk melawan guru.

"Selama ini ibu korban memang selalu memprovokatori anak untuk tidak hormat pada guru. Setiap hari masuk memprovokatori anak untuk berani sama guru," lanjut Kepsek yang dikenakan wajib lapor itu.

AS yang juga sudah lama menjadi Kepala Sekolah di SDN tersebut tidak mengakui jika pemecatan terhadap GTT yang merupakan ibu dari korban pemukulan tersebut merupakan buntut dari kasus penganiayaan. Meski pemecatan dilakukan setelah kasus pemukulan itu mencuat dan Kepsek dilaporkan ke Polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya JMA, salah satu siswa SDN Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menjadi korban pemukulan oleh Drs AS yang merupakan kepala sekolah SDN tersebut. Korban dipukul oleh Kepsek lantaran tidak memakai topi dan dasi saat pelaksanaan upacara di sekolah itu.

Dalam kasus itu sang kepala sekolah dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. Sehingga pelaku penganiayaan tersebut tidak bisa dilakukan penahanan.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Kepsek SD Jatirogo dikenakan Wajib Lapor Polres Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Meski tidak dilakukan penahanan, Drs AS, oknum kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban yang menjadi pelaku penganiayaan JMA salah satu siswanya dikenakan wajib lapor.

Untuk menjalani proses hukum lebih lanjut AS, oknum Kepsek SDN tersebut menjalani wajib lapor di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Selain itu pelaku juga telah menjalani pengambilan sidik jari, Senin (03/11/2014).

Dengan didampingi oleh istrinya, AS yang telah melakukan penganiayaan terhadap JMA salah satu siswa kelas 6 SDN tersebut mendatangi Mapolres Tuban. Korban dipukul sang kepala sekolah gara-gara tidak memakai dasi dan topi saat pelaksanaan upacara di halaman sekolah tersebut.

"Pelaku yang merupakan kepala sekolah ini sekarang menjalani wajib lapor. Guna proses penyelidikan lebih lanjut," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Setelah menjalani pemeriksaan Sidik jari dan juga laporan, AS kemudian meninggalkan Polres Tuban. Pelaku penganiayaan anak tersebut akan dikenakan wajib lapor seminggu dua kali setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perlindungan anak itu.

"Dari pengakuannya saat pemeriksaan, pelaku baru pertama kali melakukan penganiayaan ini. Namun ini kita masih melakukan pengembangan apakah ada korban lain atau tidak," lanjut Pria asli Kabupaten Bojonegoro itu.

Seperti diberitakan sebelumnya JMA, salah satu siswa SDN Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menjadi korban pemukulan oleh Drs AS yang merupakan kepala sekolah SDN tersebut. Korban dipukul oleh Kepsek lantaran tidak memakai topi dan dasi saat pelaksanaan upacara di sekolah itu.

Dalam kasus itu sang kepala sekolah dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. Sehingga pelaku penganiayaan tersebut tidak bisa dilakukan penahanan.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Dua Ribu Lebih Atlet ikuti PORKAB Tuban 2014

0 komentar

Berita Tuban - Meski tidak dilakukan penahanan, Drs AS, oknum kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban yang menjadi pelaku penganiayaan JMA salah satu siswanya dikenakan wajib lapor.

Untuk menjalani proses hukum lebih lanjut AS, oknum Kepsek SDN tersebut menjalani wajib lapor di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban. Selain itu pelaku juga telah menjalani pengambilan sidik jari, Senin (03/11/2014).

Dengan didampingi oleh istrinya, AS yang telah melakukan penganiayaan terhadap JMA salah satu siswa kelas 6 SDN tersebut mendatangi Mapolres Tuban. Korban dipukul sang kepala sekolah gara-gara tidak memakai dasi dan topi saat pelaksanaan upacara di halaman sekolah tersebut.

"Pelaku yang merupakan kepala sekolah ini sekarang menjalani wajib lapor. Guna proses penyelidikan lebih lanjut," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Setelah menjalani pemeriksaan Sidik jari dan juga laporan, AS kemudian meninggalkan Polres Tuban. Pelaku penganiayaan anak tersebut akan dikenakan wajib lapor seminggu dua kali setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perlindungan anak itu.

"Dari pengakuannya saat pemeriksaan, pelaku baru pertama kali melakukan penganiayaan ini. Namun ini kita masih melakukan pengembangan apakah ada korban lain atau tidak," lanjut Pria asli Kabupaten Bojonegoro itu.

Seperti diberitakan sebelumnya JMA, salah satu siswa SDN Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban menjadi korban pemukulan oleh Drs AS yang merupakan kepala sekolah SDN tersebut. Korban dipukul oleh Kepsek lantaran tidak memakai topi dan dasi saat pelaksanaan upacara di sekolah itu.

Dalam kasus itu sang kepala sekolah dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. Sehingga pelaku penganiayaan tersebut tidak bisa dilakukan penahanan.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014