Advertise

 
Rabu, 01 April 2015

Harga Beras di Tuban sudah Turun

0 komentar

Berita Tuban - Sejak operasi pasar dilakukan dengan menggelar Beras murah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban yang bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), harga beras di pasaran Kabupaten Tuban kini mulai berangsur turun, Selasa (10/03/2015).

Harga beras di Kabupaten Tuban sudah mulai berangsur turun hingga Rp 1.000 perkilogramnya untuk berbagai jenis. Seperti halnya beras kualitas medium yang biasanya dijual kisaran Rp 9.600 hingga Rp 10.000 per kilo kini sudah turun menjadi Rp 8.800 per kilogramnya.

"Beras sudah mulai berangsur turun mas. Mudah-mudahan harganya bisa kembli normal," ungkap Ira, salah satu warga yang sedang belanja.

Dengan kondisi mulai turunnya harga beras tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) menghentikan operasi pasar dengan menjual beras kualitas medium dengan harga murah di beberapa pasar yang ada di Kabupaten Tuban.

Menurut Teguh Setyobudi, Kabag Humas Pemkab Tuban menyatakan penghentian Operasi Pasar beras tersebut setelah beberapa kali melakukan operasi dan penyerapan saat kegiatan operasi pasar juga sudah melamban. Sehingga langkah operasi pasar sudah dianggap berhasil mengendalikan harga dan dapat dihentikan.

"Penyerapan sudah mulai melamban, dan harga di pasaran sudah berangsur turun. Sehingga operasi pasar beras murah sudah dihentikan sejak kemaren," ungkap Teguh Setyobudi, Kabag Humas Pemkab Tuban.

Operasi pasar yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban guna menekan harga beras tersebut sebenarnya direncanakan sejak awal bulan ini sampai tanggal 25 Maret 2015 ini. Namun karena baru beberapa hari operasi pasar sudah memberikan dampak positif dengan turunnya harga beras.
 
"Harga beras medium, di pasaran saat itu di atas Rp 9.000. Dengan kualitas yang sama dalam operasi pasar kemarin pemerintah memberikan harga Rp 7.300 per kilogramnya," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Dishub Tuban Akui Anggaran Bus Tak Masuk Terminal Baru

0 komentar


Berita Tuban - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban mengakui adanya praktik pemungutan sejumlah uang yang dilakukan oleh anggota Dishub terhadap setiap kendaraan bus yang tidak mau untuk masuk ke dalam terminal baru Kabupaten Tuban.

Meski demikian, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban Faraid Thalis, menyatakan jika hal tersebut bukanlah merupakan Pungutan Liar (Pungli). Pasalnya ia menjelaskan bahwa uang hasil pungutan tersebut masuk pada Kas daerah, Senin (09/03/2015).

"Buka (pungutan liar), itu semua atas sepengetahuan dari kepala terminal," terang Faraid Thalis, Kepala Dishub Tuban saat dikonfirmasi adanya dugaan pungli kendaraan bus yang tidak masuk terminal.

Lebih lanjut, Faraid menjelaskan bahwa petugas dari Dishub terpaksa melakukan penarikan biaya terhadap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang melintas Tuban. Pasalnya sejumlah kendaraan bus tidak mau masuk dan pihak Dishub tidak bisa melakukan penekanan dan memaksa kendaraan bus untuk masuk.

"Kita tidak melakukan pungli, semua kendaraan yang memiliki trayek harus masuk terminal dan membayar biasa masuk terminal. Tapi karena mereka tidak mau masuk terminal maka kita yang mengalah untuk mengambil biaya masuk terminal di luar," lanjutnya.

Dalam peraturannya untuk setiap kendaraan bus yang masuk terminal tersebut akan dikenakan biaya peron sebesar Rp 1.500 setiap kali masuk. Namun dalam praktiknya oknum petugas menarik biaya dari kendaraan lebih dari itu dan tanpa disertai bukti karcis pembayaran.

"Peron yang harus dibayar untuk setiap kalu masuk Rp 500 untuk ongkot, sedangkan untuk bus Rp 1.500 setiap kali masuk. Kita hanya bisa mengimbau dan memasang rambu-rambu, untuk menilang kendaraan yang melanggar adalah kewenangan polisi," ungkapnya.

Faraid menegaskan jika setiap tahunnya, untuk PAD dari dua terminal yang ada di Kabupaten Tuban adalah sebesar Rp 190,3 juta pertahun. Dan target PAD untuk Kabupaten Tuban itu selalu terpenuhi dan juga tidak ada kelebihan.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya petugas dari Dishub Tuban diduga melakukan praktei Pungli terhadap kendaraan bus yag tidak masuk terminal baru Kabupaten Tuban dan petugas mengambil uang di depan pintu masuk terminal. Hal tersebut sangat disayangkan karane praktik itu rawan terjadinya penyelewengan, selain itu membuat terminal sepi, karena tidak ada kendaraan bus yang masuk.[mut]
Baca Selengkapnya...

KecelakaanTambakboyo Tuban Tewaskan Pelajar

0 komentar

Berita Tuban - Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan raya Tuban-Semarang KM 26, Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban yang melibatkan sepeda motor dengan kendaraan truk, Senin (09/03/2015).

Akibat kejadian tersebut satu korban yang merupakan pengendara sepeda motor tewas dengan kondisi luka parah. Sedangkan satu korban lain yang merupakan penumpang sepeda motor nahas itu mengalami luka parah dan harus dirawat di rumah sakit.

Data yang dihimpun wartawan, korban tewas dalam kecelakaan maut di jalur Pantura Tuban itu adalah Galih (18), pelajar asal Desa Tambakboyo, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Dan untuk korban luka adalah Fachrul Rozi (14), pelajar SMP warga Desa Glondongdege, Kecamatan Tambakboyo, Tuban.

Kejadian kecelakaan antara sepeda motor dengan kendaraan dump truk itu berawal saat Galih yang memboncengkan Fachrul Rozi mengendarai sepeda motor nopol L 3153 YH berjalan dari arah barat. Korban yang diduga melaju dengan kecepatan tinggi berusaha mendahului kendaraan lain.

"Pada saat pandangan tidak bebes korban berusaha mendahului kendaraan lain yang tidak diketahui identitasnya. Korban berjalan mengambil jalur kanan," terang IPTU Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan muncul kendaraan truk nopol AB 8812 NE yang dikemudikan oleh Sriyono Sawiji (41), warga Desa Menden Manyungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. Karena jarak yang terlalu dekat sehingga kecelakaan tidak bisa terhindarkan.

"Pengendara motor meninggal dunia  di lokasi kejadian. Sedangkan untuk satu korban lain mengalami luka-luka," lanjut Kanit Laka.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan terjadinya kecelakaan maut itu. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan juga memeriksa sejumlah saksi atas kejadian itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

KPR-SF Tuban Lakukan Demo Tolak Kekerasan

0 komentar


Berita Tuban - Dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR), Forum Anak Tuban dan Alumni Sekolah Feminis (SF) melakukan aksi turun jalan, Minggu (08/03/2015).

Dalam aksinya itu, para aktivis perempuan tersebut mengulang 1000 tanda tangan kepada warga masyarakat Kabupaten Tuban di sekitar jalan Sunan Kalijogo, Kota Tuban. Yang mana 1000 tanda tangan itu merupakan pesan melawan kekerasan terhadap perempuan.

"Dalam memperingati hari Perempuan Internasional saatnya menolak dan melawan segala bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan. Seperti kekerasan dalam rumah tangga, tindak pidana perdagangan orang, pelecehan seksual maupun yang lainnya," kata Nunuk Fauziyah, selaku Penasehat Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Aksi gerakan 1000 tanda tangan menolak kekerasan terhadap kaum perempuan tersebut dilakukan dengan mengajak warga masyarakat melakukan tanda tangan di atas kain putih sepanjang tujuh meter. Sambil berorasi para aktivis mengajak warga untuk memahami bahwa KDRT bukanlah aib, namun hal itu adalah kejahatan.

"Masyarakat terutama para perempuan harus berani untuk melawan kekerasan. Sebagian besar masyarakat belum mendapatkan informasi tentang adanya Undang-undang tentang KDRT maupun tentang perlindungan anak," ujarnya.

Sementara itu, untuk kasus KDRT maupun kekerasan terhadap anak di Kabupaten Tuban jumlahnya masih sangat tinggi. Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2015 ini tercatat ada sebanyak 500 kasus kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani oleh KPR.

"Sebenarnya angka tersebut sangat kecil dibandingkan dengan kejadian sebenarnya. Masyarakat di tingkat pedesaan masih sangat banyak yang mengalami tindakan KDRT dan tidak berani untuk melapor," ungkapnya.

Nunuk memaparkan pada tahun 2013 yang lalu kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak hanya ada 120 kasus yang ditangani KPR dan jumlahnya meningkat pada tahun 2014. Peningkatan jumlah kasus kekerasan itu karena banyak warga yang sudah berani melapor setelah mendapat informasi.

"Pemerintah wajib mensosialisasikan keberadaan UU tentang KDRT maupun Perlindungan Anak kepada seluruh masyarakat tingkat bawah supaya timbul kesadaran hukum. Mereka para korban supaya berani untuk melapor jika mengalami kekerasan," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Terminal Baru Tuban Sepi Bus

0 komentar

Berita Tuban - Pantas saja jika kondisi dalam terminal baru Kabupaten Tuban selalu sepi dari penumpang maupun bus penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Pasalnya banyak bus AKAP jurusan Semarang-Surabaya maupun arah sebaliknya banyak yang tidak masuk dalam terminal.

Sejumlah kendaraan bus jurusan Semarang-Surabaya yang melewati Tuban harusnya masuk ke dalam terminal. Namun untuk menghindari masuk terminal baru Kabupaten Tuban itu para awak bus lebih memilih "Ngemel" pada oknum Dishub yang berjaga di depan terminal, Sabtu (07/03/2015).

Pantauan wartawan di lapangan, sejumlah bus jurusan Semarang-Surabaya nampak tidak masuk ke dalam terminal baru Tuban yang ada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Saat bus sudah mendekati pintu masuk terminal tiga orang oknum petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban bergegas berdiri dan mendekat ke jalan raya.

Dalam aksinya melakukan dugaan pungli itu, satu anggota Dishub mendekat ke jalan nampak sambil membawa kertas catatan. Sedangkan satu oknum lagi mendekat pintu bus bagian belakang dan bertugas mengambil uang yang diberikan oleh kondektur bus jurusan Semarang-Surabaya melalui jalur Pantura Tuban itu.

Saat berada di depan pintu masuk terminal kendaraan bus sudah berjalan melambat untuk memberikan uang. Setelah oknum petugas menerima uang dari kondektur, bus langsung tancap gas  tanpa harus masuk terminal.

"Saya juga sudah sering melihat praktik seperti itu. Saat saya jalan di belakang bis, banyak yang langsung dan tidak masuk terminal" ujar Wibowo, warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang sudah tidak kaget dengan praktik dugaan Pungli tersebut.

Tak hanya kendaraan bus dari Semarang-Surabaya saja yang tidak masuk terminal dan harus membayar kepada oknum petugas. Bus AKAP jurusan Surabaya-Semarang juga banyak yang tidak masuk terminal dan lebih rela memberikan uang pungli kepada oknum yang berjaga di depan pintu masuk terminal.

"Saya pernah lihat malah lebih parah, saat ada bus Surabaya-Semarang, ada petugas yang langsung menghampiri sopir bus yang berhenti di tengah jalan. Setelah mengambil uang petugas langsung kembali," jelas Ari, pemuda yang sering melintas di depan terminal baru Tuban itu.

Akibat banyaknya bus yang tidak masuk ke dalam terminal dengan bangunan yang sangat besar itu membuat terminal sepi. Belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban atas dugaan pungutan liar (Pungli) tersebut.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Persegres Kalahkan Persatu Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Persegres mengalahkan tuan rumah Persatu Tuban 4-0 dalam uji cobanya ketujuh. Keempat gol Persegres dicetak oleh bek kiri Wismoyo Widhistio menit ke 14, Nur Hargianto menit ke 19 serta dua gol Herman Dzumafo Epandi menit ke 53, dan 87 (pinalti).

Duel uji coba ini berjalan kurang seimbang. Tuan rumah Persatu hanya mampu mengimbangi Persegres di menit 10. Sisanya, di menit 20 keatas tim asuhan Liestiadi lebih banyak mendominasi pertandingan meski Persatu sempat mendapat hadiah pinalti. Namun, gagal membuahkan gol.

Malapetaka bagi tuan rumah Persatu di menit ke 14. Saat tendangan bebas bek kiri Persegres, Wismoyo Widhistio melengkuk tajam, dan gagal diantisipasi kiper Persatu Khusnul Khuluq. Memasuki menit ke 19, Persegres kembali menambah gol lewat sontekan Nur Hagianto. Sehingga, kedudukan berumah menjadi 2-0 sampai wasit meniup babak pertama.

Memasuki babak kedua, pelatih Liestiadi mengganti seluruh pemain, dan memasukkan pemain starter seperti striker Herman Dzumafo Epandi, dan eks gelandang timnas Bima Sakti Tukiman.

Di babak kedua, Persegres kembali menambah dua gol lewat kaki Herman Dzumafo Epandi di menit ke 53, dan pinalti menit ke 87.

Menanggapi kemenangan uji coba ini, pelatih Liestiadi mengaku sengaja menurunkan dua tim untuk mengetahui kualitas pemainnya. "Saya sengaja memecah dua tim untuk mencari komposisi pemain yang pas," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/03/2015).

Selain mencari komposisi pemain. Uji coba kesekian kalinya ini juga dijadikan ajang untuk mengevaluasi tim khususnya di sektor pertahanan. "Lini pertahanan masih ada lubang. Jadi akan terus dibenahi sebelum kompetisi ISL bergulir," ungkap Liestiadi.

Diakui Liestiadi, imbas mundurnya kompetisi sangat berpengaruh pada psikologi pemain. Karena itu, setelah uji coba melawan Persatu. Kemungkinan akan ada agenda uji coba lagi. "Kami ditawari lagi oleh tim divisi utama Mojokerto Putra, dan mereka bersedia. Soal waktunya, kami akan atur," pungkasnya. [dny/kun]
Baca Selengkapnya...

Pantai Remen Tuban Wajib Dikunjungi Wisatawan

0 komentar

Berita Tuban - Wilayah Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten yang langsung berbatasan dengan Laut Utara Pulau Jawa. Sehingga Kabupaten Tuban memiliki kawasan pantai yang melintang sangat luas dan sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai tujuan wisata saat mengisi waktu liburan.

Salah satu pantai yang baru ditemukan dan sudah mulai ramai dikunjungi sejumlah wisatawan adalah Pantai Pasir Putih yang berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Yang mana pantai tersebut terletak di belakang dari lokasi kilang PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.

"Pantai ini baru sekitar satu bulan dibuka. Sudah mulai ramai, biasanya kalau hari libur sampai 500 kendaraan yang masuk," jelas Lasiran (50), petugas masuk pantai wisata yang dikenal dengan Pantai Pasir Putih itu, Sabtu (07/03/2015).

Pantauan beritajatim.com di lapangan, di lokasi pantai yang memiliki panjang sekitar satu kilometer tersebut terdapat beberapa kubangan yang menyerupai danau. Kondisi tersebut menambah keindahan pantai yang mulai ramai di datangi oleh wisatawan dari berbagai wilayah.

Selain kubangan yang menyerupai danau yang terbentuk secara alami, pantai yang berjarak sekitar 20 kilometer arah barat Kota Tuban tersebut juga dipercantik dengan keberadaan pasir yang bercampur dengan pecahan karang kecil-kecil berwarna putih yang terbawa ombak dari tengah laut.

"Sebenarnya ini bukan pasir, tapi karang yang terbawa gelombang dari laut dan terbentuk seperti itu. Mungkin karang dari sisa pembuatan pelabuhan TPPI yang sudah lama," lanjutnya.

Karang yang diduga berasal dari sisa-sisa pengerukan laut untuk membuat pelabuhan TPPI yang terhempas gelombang selama bertahun-tahun membuat gundukan-gundakan yang menyerupai pulau kecil di tepi pantai tersebut. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung tempat wisata pantai itu.

"Kita penasaran dengan pantai ini setelah banyak fotonya diugah di media sosial. Makanya ini kita datang kemari, tenyata tempatnya asyik juga," ungkap Bowo (33), salah satu pengunjung pantai tersebut.

Wisata pantai yang berada di sekitar pelabuhan PT TPPI tersebut saat ini sudah dikelola oleh pihak desa setempat. Para pengunjung yang akan masuk ke lokasi wisata Pasir Putih tersebut hanya cukup membayar Rp 2.000 untuk setiap kendaraan sepeda motor.

"Sengaja datang kesini untuk foto selfi mas. Sebenarnya dulu sudah pernah kesini tapi masih kotor pantainya dan belum boleh masuk," ujar Rani (23), seorang Mahasiswi yang sedang bersantai di pantai itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
Minggu, 29 Maret 2015

Reka Ulang Pembunuhan Bocah SD Sugihwaras Tuban Dilakukan

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban menggelar rekonstruksi peristiwa pembunuhan terhadap Muhammad Subkan (8), pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat (06/03/2015).

Pelaku pembunuhan bocah SD tersebut adalah Muhammad Zaeni (32), seorang pencuri Ayam warga Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban pada hari Rabu (25/02/2015) lalu. Pelaku pembunuhan itu tak lain masih kerabat dari korban yang masih SD.

Pantauan wartawan, rekonstruksi pencurian ayam yang disertai pembunuhan itu dilakukan oleh petugas di sebuah rumah yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban karena demi lancarnya proses rekonstruksi yang menghadirkan pelaku pembunuhan itu.

"Rekonstruksi kita lakukan ditempat lain karena mengingat psikologis keluarga korban. Selain itu untuk keselamatan pelaku guna proses penyelidikan lebih lanjut," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban yang ikut dalam rekonstruksi tersebut.

Dalam rekonstruksi kasus pencurian dengan kekerasan tersebut ada sebanyak 35 agedan yang dilakukan oleh M Zaini saat melakukan aksinya mencuri di rumah Sumadi yang merupakan orang tua dari pelajar SD tersebut.

"Untuk rekonstruksi di rumah terdapat sebanyak 33 adegan mulai dari pelaku datang sampai pelaku membunuh korban. Sedangkan dua adegan dilakukan di luar rumah, yang mana saat pelaku membuang barang bukti dan menjual ayam hasil curiannya," lanjut Kasat Reskrim.

Proses rekonstruksi pencurian ayam dan pembunuhan bocah SD tersebut menjadi pusat perhatian warga yang tinggal di kawasan Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sejumlah warga yang penasaran dengan pelaku pembunuhan bocah kelas dua SD tersebut berdatangan di sekitar rumah Nur Salim, warga setempat yang dijadikan sebagai tempat rekonstruksi.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya Rabu (25/02/2015), Muhammad Subkan (8), pelajar SD ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya yang ada di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat ditemukan korban masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

Dalam waktu kurang dari 30 jam, petugas kepolisian Polres Tuban berhasil menangkap M Zaeni (32), warga Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban yang menjadi pelaku pembunuhan bocah nahas itu. Zaeni membunuh korban yang tak lain masih kerabatnya sendiri lantaran ketahuan mencuri ayam di rumah korban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Bulog Operasi Pasar Beras Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Guna menekan melambungnya harga beras yang beredar di pasaran dan juga sejumlah toko, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Bojonegoro melakukan operasi pasar di wilayah Kabupaten Tuban, Kamis (05/03/2015).

Dalam operasi pasar yang digelar di depan Pasar Baru, jalan Gajah Mada, Kota Tuban itu, pihak Bulog langsung menjual beras kepada warga masyarakat. Yang mana harga beras dalam operasi pasar tersebut dijual dengan harga murah di bawah harga umumnya yang ada di pasar.

"Kami menjual harga beras secara langsung kepada masyarakat. Dengan harapan harga beras di pasaran bisa ditekan," terang Omar Syarif, saat menggelar operasi pasar tersebut.

Omar menyatakan bahwa memang saat ini harga beras melambung tinggi dan sangat mahal di pasaran. Sehingga pihak Bulog menjual beras dengan kualitas sedang dengan harga Rp 7.300 per kilogramnya, yang mana jika dijual ditoko harga beras itu masih pada kisaran harga Rp 11.000 per kilonya.

"Kami menjual harga beras ini jauh di bawah harga pasaran. Setiap hari kita bisa menjual beras itu kepada masyarakat sebanyak hampir dua ton," lanjutnya.

Operasi pasar dengan tujuan menekan harga beras supaya tidak semakin melambung tinggi tersebut sudah dilakukan oleh pihak Bulog sejak pekan kemarin. Rencananya operasi pasar dengan menjual beras murah akan terus dilakukan sampai dengan harga normal kembali.

"Kita akan menggelar operasi pasar ini sampai harga beras di pasaran sampai normal kembali. Atau ada keputusan pemerintah untuk menghentikan operasi pasar ini,'' pungkasnya.

Keberadaan operasi pasar yang menjual beras dengan harga murah tersebut disambut antusias oleh warga masyarakat Kabupaten Tuban. Sejumlah warga merasa senang karena mendapatkan beras kualitas medium dengan harga yang sangat murah jika dibandingkan di toko.

"Sangat senang mas kalau ada beras murah seperti ini. Kami juga berharap untuk harga beras di pasaran juga supaya cepat turun," ungkap Hajir, salah satu warga yang membeli beras dari Bulog dalam operasi pasar itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pemuda Asal Remen Tuban Ditangkap Curi Accu Truck

0 komentar

Berita Tuban - Dua pemuda yang masih duduk dibangka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Tuban babak belur dan harus berusan dengan petugas kepolisian setelah tertangkap massa saat melakukan pencurian Accu truk yang terparkir, Rabu (04/03/2015).

Dua pelajar pencuri Accu kendaraan truk yang dihajar massa itu adalah Pras (18) dan Lis (18), keduanya pelajar asal Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Keduanya diketahui dan ditangkap saat melakukan pencurian di Kelurahan Perbon.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, penangkapan kedua pelajar tersebut berawal saat pelaku nampak berputar-putar di sekitar Kelurahan Perbon. Saat sampai di gang Delima, pelaku mengetahui ada truk milik Tamrin (65), yang sedang diparkir di pinggir jalan.

Selanjutnya, saat mengetahui situasi sepi pelajar tersebut langsung mendekat ke kendaraan truk yang terparkir itu. Mereka berdua langsung melepas kabel yang menempel di accu kendaraan truk itu dengan menggunakan tang.

"Saat itu aksinya diketahui oleh warga yang sedang melintas. Kemudian saksi memanggil warga lainnya dan langsung menangkap kedua pelaku," ujar AKP Basir, Kapolsek Kota, Tuban.

Mengetahui ada pencuri yang tertangkap, puluhan warga kelurahan tersebut yang kesal dengan aksi pencurian tersebut langsung berdatangan. Warga yang kesal langsung menghajar kedua pelajar itu sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Kepolisian Polsek Kota Tuban.

"Pelaku saat ini sudah kita amankan di Polsek untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang kita amankan sebanyak dua buah accu," lanjut Kapolsek Kota Tuban.

Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, dua pelajar itu mengaku nekad mencuri lantaran tak punya untuk membeli rokok. Namun meski demikian petugas masih akan melakukan pengembangan lebih lanjut apakah mereka terlibat dengan kasus pencurian di lokasi lainnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Jalan di Mentoro Soko Tuban Longsor

0 komentar

Berita Tuban - Akses jalan Desa Mentoro, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban nyaris terputus lantaran kondisi jalan yang menjadi penghubung beberapa desa di kecamatan itu mengalami longsor parah setelah hujan lebat terus menguyur desa itu selama beberapa hari terakhir, Rabu (04/03/2015).

Longsor tersebut sudah beberapa kali terjadi di jalan tersebut hingga mengakibatkan jalan semakin menyempit. Saat ini kondisi jalan desa itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja.

"Banyak terjadi kecelakaan, kemarin habis ada sepeda motor yang jatuh ke dalam longsor. Untungnya korbannya selamat," terang Siti, seorang ibu-ibu yang tinggal di sekitar lokasi longsor itu.

Pantauan wartawan di lapangan, kondisi jalan yang berada sekitar lima meter dari bibir sungai yang ada di desa tersebut saat ini tinggal sisa sekitar 50 Centimeter saja. Yakni jalan longsor itu panjangnya mencapai sekitar 25 meter.

"Ini sudah lama terjadi, semakin hari semakin parah. Tapi juga belum ada perbaikan," ungkap Mustam (50), warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor itu.

Sejumlah kendaraan sepeda motor yang melintas jalan tersebut harus sangat berhati-hati karena jalan yang sudah sangat sempit dan licin saat hujan. Selain itu, untuk kendaraan roda empat atau lebih harus memutar mencari jalan lain untuk melewati desa tersebut.

"Kalau dibiarkan saja ini justru semakin parah, karena setiap hujan pasti longsor. Kita khawatir sampek jalannya habis dan longsornya semakin parah karena sudah dekat dengan rumah-rumah," lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah warga berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan perbaikan jalan yang mengalami longsor yang semakin parah. Sehingga longsor tidak sampai merusak rumah warga yang jaraknya hanya tinggal beberapa meter dari titik longsor.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Petani Rengel Tuban Tewas Tersengat Aliran ACCU di Sawah

0 komentar
Foto Ilustrasi

Berita Tuban - Sejumlah warga Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dikagetkan dengan adanya penemuan sesosok mayat yang dalam kondisi tergeletak di area persawahan yang ada di desa setempat, Selasa (03/03/2015).

Korban tewas yang membuat sejumlah warga geger desa itu adalah Supodong (38), seorang petani warga Dusun Tomerto, Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban. Pria yang sehari-hari sebagai petani itu diduga tewas akibat tersengat aliran listrik dari Accu yang digunakan mencari ikan.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, kejadian tewasnya Supodong berawal saat korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari ikan. Yang mana untuk mencari ikan di rawa-rawa yang tak jauh dari rumahnya itu korban menggunakan alat strum.

"Korban keluar dari rumah berpamitan kepada keluarganya untuk mencari ikan dengan menggunakan alat strum," jelas AKP Desis Susilo, Kapolsek Rengel, Kabupaten Tuban.

Namun, setelah beberapa jam keluar dari rumah dengan menggunakan peralatan strum ikan yang menggunakan Accu, Supodong sudah ditemukan oleh warga masyarakat sudah dalam kondisi tergeletak di tepi sawah. Warga yang kaget dengan penemuan mayat itu langsung lapor kepada pihak kepolisian.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari perangkat desa tersebut bahwa telah ditemukan korban tersebut. Selanjutnya kita mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan," lanjut Kapolsek Rengel itu.

Petugas kepolisian yang melakukan identifikasi menduga jika korban tewas akibat tersengat listrik dari perangkat ikan milik korban sendiri. Pasalnya dari hasil pemeriksaan dan juga visum yang dilakukan pihak Puskesmas ditemukan adanya bekas luka bakar pada kaki korban pencari ikan itu.

"Korban mengalami luka bakar di kaki kanan, yaitu pada bagian paha dan punggung telapak kaki yang diduga akibat accu dari alat pencari ikan itu. Sedangkan pada tubuh korban tiak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," pungkasnya.

Sementara itu, setelah dilakukan visum dan juga identifikasi jenazah Supodong tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban. Selain itu petugas juga telah  mengamankan barang bukti alat strum ikan yang diduga menjadi penyebab utama kematian korban. [mut/but]
Baca Selengkapnya...
Kamis, 19 Maret 2015

Desa Kapu Tuban Banjir

0 komentar

Berita Tuban - Akibat lahan pertanian diterjang banjir bandang, puluhan hektare tanaman padi yang berada di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dilakukan panen paksa oleh para petani, Selasa (03/03/2015).

Panen dini tersebut terpaksa dilakukan oleh para petani di desa tersebut lantaran tanaman padi yang ada di kawasan tersebut banyak yang roboh akibat diterjang banjir bandang. Sehingga jika tidak dipanen, tanaman padi tersebut justru semakin rusak.

Pantauan wartawan, sejumlah petani yang ada di desa tersebut melakukan panen tanaman padi miliknya. Ada puluhan hektare tanaman padi yang sudah dipanen mesti seharusnya masih kurang sekitar 10 hari lagi.

"Beberapa hari ini sudah dua kali kebanjiran, banyak tanaman yang terendam air dan juga lumpur," ujar Ranti (43), petani asal Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Menurutnya, setelah banjir surut tanam padi yang sudah mulai menguning tersebut banyak yang roboh akibat diterjang banjir bandang. Sedangkan sebagian tanaman yang kurang sepuluh hari panen itu tertimbun lumpur yang terbawa saat banjir.

"Kalau tidak dipanen itu sudah pasti membusuk. Jadinya terpaksa kita panen lebih awal," lanjutnya Ahmad, petani lain yang ada di desa tersebut.

Dengan melakukan panen dini, para petani mengaku mengalami penurunan dari segi hasil maupun kualitas tanaman padi tersebut. Pasalnya banyak tanaman yang sudah dalam keadaan membusuk lantaran terendam air banjir bercampur lumpur.

"Kalau itungannya ya rugi, soalnya kualitasnya tidak sebagus panen dengan usia normal. Sebagian ini masih ada yang hijau, karena masih usia delapan puluh hari," sambungnya.

Sementara itu, selain di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban sejumlah petani yang ada di Desa Sumurgung, Kecamatan Kota Tuban juga terpaksa melakukan panen dini. Lahan pertanian warga itu terendam banjir bandang akibat jebolnya tanggul sungai Jambon yang melewati desa itu. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Bu Siti Tewas Longsor di Singgahan Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Nasib apes menimpa Siti Munzaroh (29), seorang ibu-ibu warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, pasal korban tewas tertimpa bongkahan batu besar saat terjadi longsor di desa tersebut, Senin (02/03/2015).

Dari informasi yang dihimpun wartawan, kejadian tewasnya ibu satu anak tersebut berawal saat korban membeli bakso keliling di bawah tebing bekas tambang pasir kwarsa yang berada di desa tersebut dan tak jauh dari rumah korban.

Yang mana pada saat kejadian longsor itu kondisi cuaca dalam keadaan girimis setelah hujan melanda wilayah desa itu. Selanjutnya secara tiba-tiba bongkahan batu dengan ukuran besar mengalami longsor dari ketinggian sekitar delapan meter.

"Saat itu korban sedang membeli bakso keliling yang berhenti di bawah tebing bekas galian tambang pasir kwarsa. Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa korban tersebut," terang AKP Totok, Kapolsek Singgahan, Kabupaten Tuban.

Lantaran tertimpa bongkahan batu besar dari bekas tambang galian C yang longsor itu Siti Munzaroh langsung tewas di lokasi kejadian perkara. Sedangkan untuk penjual bakso keliling tersebut berhasil selamat dari kejadian longsor dari tebing bekas galian itu.

"Memang kondisi cuaca saat itu gerimis. Saat kejadian itu untuk penjual bakso berhasil menyelamatkan diri," lanjut Kapolsek Singgahan.

Sementara itu, sejumlah warga yang mengetahui kejadian longsor yang menewaskan ibu-ibu tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Saat dilokasi kejadian petugas melakukan identifikasi terhadap korban dan kemudian mengevakuasi korban dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Karena tertimpa batu yang besar korban baru bisa dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Kita juga melakukan pemeriksaan dan visum terhadap korban bersama dengan mantri Puskesmas," ungkapnya.

Saat ini untuk jenazah ibu satu anak tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban. Keluarga korban yang sudah terima dengan peristiwa tersebut rencananya akan langsung memakamkan jenazah korban pada malam ini.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Minggu, 15 Maret 2015

Sungai Kepet Meluap Pantura Tuban Banjir

0 komentar

Berita Tuban - Akibat  jalan terendam banjir dari luapan sungai Kepet, jalur Pantura Tuban mengalami kemacetan panjang, Minggu (01/03/2015).

Titik kemacetan tersebut berada di jalan Tuban-Surabaya KM 6, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Ketinggian air yang merendam jalan nasional tersebut mencapai sekitar 60 centimeter.

Pantauan wartawan di lapangan, kemacetan akibat jalan tergenang air banjir tersebut mencapai sekitar tiga kilometer baik untuk kendaraan yang dari Tuban menuju Surabaya ataupun dari arah sebaliknya. Kemacetan akibat banjir itu terjadi hampir satu jam karena menunggu air surut.

"Tadi waktu airnya masih tinggi kendaraan kecil tidak bisa lewat. Sepeda motor yang lewat banyak yang harus di dorong," ujar Warsimin (43), salah satu warga yang ada di lokasi banjir tersebut.

Menurutnya, untuk kendaraan besar seperti truk maupun bis sebenarnya tetap bisa untuk melintas. Tetapi karena banyaknya kendaraan kecil, sehingga arus harus berjalan pelan-pelan mencari jalan yang kondisi ketinggian airnya tidak terlalu dalam.

"Kalau minggu ini banyak kendaraan pribadi yang melintas. Jadinya ya harus pelan-pelan, makanya sampai macet panjang," lanjut Munir.

Banjir yang merendam jalur Pantura Tuban tersebut merupakan air kiriman dari wilayah pegunungan Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Jika daerah pegunungan hujan lebat dengan waktu yang lama, maka pasti sungai yang ada di desa tersebut banjir.

"Kalau untuk tahun ini baru pertama kali banjirnya sampai merendam jalan. Tadi itu banjirnya setelah hujan reda, langsung banjir. Kalau daerah gunung masih hujan, ini banjirnya juga lama," pungkasnya.

Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan panjang akibat banjir yang merendam ruas jalan pantura Tuban sejumlah petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Tuban nampak diterjunkan di lokasi. Dibantu oleh warga petugas mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan.[mut/but]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014