Advertise

 
Rabu, 25 Februari 2015

Anak Punk Tuban Diamankan Polisi

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah petugas dari anggota Sat Sabhara Polres Tuban melakukan kegiatan razia Cipta Kondisi (Cipkon) dengan sasaran anak jalan (Anjal) yang biasa beroperasi di kawasan jalanan Kota Tuban, Selasa (24/02/2015).

Dalam razia tersebut petugas berhasil mengamankan sedikitnya sepuluh orang pengamen dari sejumlah titik ruas jalan di tengah Kota Tuban. Para pengamen yang terjaring razia langsung diamankan dan angkut oleh petugas untuk dibawa ke Polres Tuban guna dilakukan pendataan.

Razia dengan sasaran anak jalan yang sering berkeliaran di wilayah Kabupaten Tuban dilakukan mulai dari Jalan Basuki Rahmad. Petugas melakukan penyisiran sejumlah titik yang disinyalir digunakan para anak jalan berkumpul dan juga mengamen.

Dari jalan tersebut petugas berhasil mengamankan tiga orang anak jalanan yang biasa mengamen di perempatan lampu merah. Sehingga para anjal yang disinyalir sering mengganggu ketertiban langsung diangkut oleh petugas.

Penyisiran dilanjutkan ke jalan Sunan Kalijogo, Jalan Panglima Sudirman dan juga Alun-alun Kota Tuban. Dari tiga titik lokasi tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak tujuh orang jalanan yang sebagian besar masih berusia remaja dan menjadi pengamen.

"Total untuk kegiatan razia Cipta Kondisi kali ini kita amankan tujuh orang. Mereka kita bawa ke Polres Tuban untuk dilakukan pendataan dan pembinaan," terang AKP Yani Susilo, Kasat Sabhara Polres Tuban.

Kasat Sabhara menjelaskan, jika mereka sebanyak sepuluh anak jalanan yang diamankan dalam razia tersebut merupakan para pengamen dan juga peminta-minta pengguna jalan. Saat diamankan oleh petugas sebagian dari pengamen tersebut dalam kondisi mabuk.

"Mereka biasa mengamen di warung makan dan juga meminta-minta di jalan yang bisa mengganggu pengguna jalan. Saat kita amankan ada dari mereka dalam kondisi mabuk," lanjutnya.

Selain dengan sasaran anak jalanan, razia Cipkon itu guna mencegah dan memerangi terjadinya tindakan penyakit masyarakat (Pekat) baik yang sifatnya kecil sampai dengan tindakan yang membahayakan masyarakat. Seperti halnya keberadaan Wanita Tuna Susila (WTS) ataupun minuman keras. 

"Kalau hal tersebut dibiarkan saja akan menjadi problem dalam ciptakan Harkamtibmas di wilayah Kabupaten Tuban. Sehingga razia akan rutin kita lakukan," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

KPU Tuban Butuh Petunjuk Teknis

0 komentar

Berita Tuban - Sesuai dengan peraturan Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kabupaten Tuban akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada bulan Desember 2015 nanti.

Namun sampai dengan sekarang ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban belum mendapatkan petunjuk teknis (Juknis) dalam pelaksaan Pilkada. Sehingga pihak KPUK Tuban belum bisa melangkah untuk melakukan persiapan Pilkada, Selasa (24/02/2015).

"Untuk petunjuk teknis dari KPU RI belum ada. Jadinya kita masih menunggu penjabaran dari UU tersebut dan petunjuk teknisnya untuk melakukan persiapan," terang Kasmuri, Ketua KPU Kabupaten Tuban.

Kasmuri menjelaskan, jika sudah ada petunjuk teknisnya dalam pelaksaan Pilkada yang akan berlangsung serentak pada tahun 2015 ini, pihaknya baru bisa bekerja. Seperti halnya melakukan langkah-langkah persiapan, pemetaan data pemilih, dan berkas calon.

"Saat ini proses penganggaran saja belum dilaksanakan, karena masih menunggu penjabaran dari UU tersebut. Apalagi proses lain-lainnya juga belum kita laksanakan, seperti pembentukan PPK, dan proses lainnya,'' lanjutnya.

Sementara itu, Kabupaten Tuban merupakan salah satu wilayah yang pelaksanaan Pilkadanya dimajukan sesuai dengan Undang-undang tentang Pilkada yang baru-baru ini disahkan. Pasalnya untuk masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Tuban seharusnya baru akan berakhir pada bulan Juni 2016 mendatang.

"Memang seharusnya untuk jabatan Kepala Daerah Tuban ini habis pada tanggal 20 Juni 2016. Tapi karena ini diajukan ikut pada Desember 2015, jadinya kita perlu persiapan yang sangat ekstra," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pemuda Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan desa Gesing Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Seorang pengendara motor tewas dalam kondisi mengenaskan setelah mengalami kecelakaan di jalur Pantura Tuban, tepatnya di kawasan alas Jalin, jalan Tuban-Surabaya KM 10, di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban. 

Korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Agus Hariyanto (29), seorang biker warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Tuban. Ia tewas dengan kondisi luka parah lantaran menabrak truk yang sedang parkir di badan jalan lajur sepeda motor, Minggu (22/02/2015). 

Peristiwa kecelakaan maut itu berawal saat Agus Hariyanto dengan mengendarai sepeda motor nopol S 5941 EA berjalan dari arah Tuban. Diduga korban berjalan dengan kecepatan tinggi dan kurang memperhatikan situasi lalu lintas di depannya. 

Selanjutnya, saat sampai lokasi kejadian, terdapat kendaraan truk tronton nopol W 8915 NA yang awalnya dikemudikan Isnan (45), asal Sidoarjo parkir di badan jalan raya tersebut. Sehingga pengendara motor tersebut menabrak dari belakang kendaraan truk tronton. 

"Kendaraan truk tronton parkir di badan jalan. Karena benturan keras korban langsung meninggal di lokasi kejadian," terang Iptu Nungki, Kanit Laka Sat Lantas Polres Tuban. 

Korban mengalami luka sangat parah pada bagian kepala dan beberapa bagian tubuhnya, karena menabrak belakang truk tronton tersebut. Saat kejadian kondisi lalu lintas di jalan itu dalam kondisi hujan dan penerangan jalan gelap. 

"Korban langsung kita evakuasi dan kita bawa ke kamar jenazah. Pengemudi truk tronton sudah kita amankan untuk kita lakukan pemeriksaan atas kejadian kecelakaan itu," pungkasnya.[air/mut]
Baca Selengkapnya...

Supir MPU Memprotes Ke Polsek Palang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Puluhan sopir dari kendaraan Mobil Penumpang Umum (MPU) jurusan Tuban-Paciran Kabupaten Lamongan berramai-ramai mendatangi Polsek Palang, Kabupaten Tuban, Senin (23/02/2015).

Dalam aksinya itu, para sopir MPU antar kabupaten tersebut memprotes mengadukan banyaknya kendaraan sepeda motor roda tiga yang biasa digunakan untuk pengangkut orang. Pasalnya selama ini jumlah motor dengan roda tiga itu jumlahnya semakin banyak dan beroperasi di  trayek dari MPU itu.

Pantauan wartawan, setelah merasa semakin kesal dengan keberadaan motor roda tiga atau yang biasa disebut dengan Bajai puluhan pengemudi MPU mendatangi Polsek Palang, Tuban. Mereka memprotes motor roda tiga yang telah dimodifikasi dan digunakan mengangkut penumpang.

"Biasanya mereka mengambil penumpang di jalan-jalan utama yang merupakan trayek kita. Jadi penumpang kita sepi," ujar salah satu pengemudi MPU saat di Mapolsek Palang, Tuban.

Sejumlah pengemudi mengaku telah dua kali mengadukan keberadaan motor roda tiga yang sering digunakan untuk mengangkut orang di jalan raya. Namun belum ada tindakan tegas dari pihak kepolisian meski hal tersebut dinilai menyalah aturan lalu lintas.

"Biasanya mereka operasi jalan sampai masuk kota. Kadang mereka jam 12 malam sudah berangkat dengan mengambil penumpang para pedagang ikan di jalan utama," ungkap Dodok, pengemudi lain yang ikut dalam aksi protes itu.

Tak hanya itu, kekesalan para sopir MPU lantaran jumlah dari kendaraan roda tiga yang telah dimodifikasi dan mampu mengangkut belasan orang jumlahnya semakin banyak. Sehingga hal itu mengurangi jumlah penumpang dari MPU yang biasa melintas di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban itu.

Dengan adanya aksi itu petugas kepolisian Polsek Palang, Kabupaten Tuban langsung mempertemukan antara sopir MPU dengan para pemilik kendaraan motor roda tiga yang biasa digunakan mengangkut orang. Mediasi yang berlangsung di Polsek tersebut berjalan alot dan belum menemukan hasil kesepakatan.

"Ini kita melakukan mediasi para sopir angkutan umum yang memprotes motor roda tiga digunakan mengangkut orang yang dirasa mengurangi rejeki dari angkutan umum. Namun belum ada titik temu," terang AKP Murni, Kapolsek Palang, Tuban.

Sempat terjadi ketegangan dalam mediasi antara para sopir MPU dengan pemilik motor roda tiga yang biasa digunakan untuk mengangkut orang lantaran belum ada keputusan yang tegas. Beruntung petugas berhasil menenangkan para sopir MPU yang melakukan aksi protes terkait Bajai yang menyerobot trayek mereka. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Harga Beras di Tuban Naik Bulan ini

0 komentar

Berita Tuban - Meski sebagian petani Padi yang ada di wilayah Kabupaten Tuban sudah mulai memasuki masa panen, namun belum memengaruhi tingginya harga Beras yang menjadi kebutuhan pokok warga masyarakat setiap hari, Senin (3/02/2015).

Untuk harga beras di sejumlah pasar tradisional dan juga di sejumlah angen beras harganya terus mengalami kenaikan sejak bulan kemarin. Kenaikan beras itu diduga akibat dari hasil panen dari para petani sebagian kurang berhasil.

"Harga beras ini naiknya tidak langsung signifikan, paling setiap naik sekitar dua ratus rupiah. Dan sejak beberapa hari ini sudah berkali-kali naik," ungkap Nyonya Harti, salah satu pedagang Beras di Kabupaten Tuban.

Data yang dihimpun wartawan, untuk saat ini harga bersa dengan kualitas bagus mencapai Rp 11.500 per kilogramnya. Padahal belum ada satu minggu harga beras kualitas super itu berada pasa kisaran harga Rp 10.000 sampai Rp 10.500 per kilo.

"Rata-rata sejak beberapa hari sampai dengan sekarang sudah mengalami kenaikan seribu rupiah setiap kilonya," ujar Kairan (52), pedagang beras yang ada di kawasan Pasar Baru, Kabupaten Tuban.

Untuk harga beras dengan kualitas sedang mencapai harga Rp 9.500 sampai dengan Rp 10.000 per kilogram. Sedangkan harga beras dengan kualitas paling rendah sejak beberapa hari terakhir sudah berada pada kisaran harga Rp 9.000 per kilo.

"Banyak tanaman padi milik petani yang kena banjir dan juga diserang tikus. Sehingga hasil panennya kurang maksimal," lanjut Kairan.

Sementara itu untuk sejumlah pedagang mengaku jika stok beras di toko maupun kios banyak yang kosong dan mengalami kelangkaan. Hal itulah yang menjadikan harga beras dengan berbagai kualitas semakin mahal dan tersebut terus mengalami kenaikan harganya. 

"Mungkin harga beras ini akan mulai turun pada bulan depan. Karena diperkirakan pada bulan depan para petani sudah menyeluruh melakukan panen padi," jelasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Selasa, 24 Februari 2015

5 Pencuri Truk dari Blora ditangkap di Palang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil membekuk pelaku pencurian kendaraan truk dan komplotan penadah, yang kendaraan hasil curian itu untuk dijagal lantas dijual sudah dalam kondisi besi potongan.

Dari pengungkapan kasus itu, petugas berhasil menangkap lima orang pelaku. Yang mana satu pelaku merupakan pencuri kendaraan dan empat lainnya adalah penadah kendaraan curian untuk dipotong-potong menjadi rongsokan serta tiga orang lainnya masih buron, Sabtu (21/02/2015).

Data yang dihimpun wartawan, lima orang komplotan pencuri dan penjagal kendaraan curian itu masing-masing adalah Arik Santoso (23), warga Dusun Kandangan, Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Yang mana Arik sebagai eksekutor pencuri kendaraan truk bersama dengan DD yang masih buron.

Untuk empat pelaku lain adalah Jarwan (41), Basuki (26), Jakiman (37) dan Sutowo (43). Semuanya warga Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jateng yang bertugas memotong kendaraan truk  hasil curian untuk dijadikan rongsokan.

"Kita masih memburu tiga orang lainnya. Yakni DD sebagai pencuri dan Nur serta WJ sebagai pembeli atau penadah kendaraan curian itu," jelas AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Pengungkapan komplotan pencuri dan penjagal kendaraan truk itu berawal saat pelaku Arik Santoso bersama dengan DD melakukan pencurian truk fuso nopol W 8229 UB yang sedang diparkir di SPBU Manunggal, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban. Kendaraan truk tanpa muatan itu diparkir dan ditinggalkan pulang oleh pengemudinya yang merupakan warga setempat.

"Pelaku mengambil truk dengan menggunakan kunci bentuk Y. Setelah melakukan pencurian kendaraan truk itu dibawa ke Bojonegoro dan dijual kepada Nur dan WJ dengan harga Rp 20 juta," ungkap Kasat Reskrim.

Dari hasil penyelidikan dan jjuga keterangan sejumlah saksi akhirnya petugas berhasil menangkap Arik yang menjadi pelaku pencurian truk tersebut. Setelah itu petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap empat pelaku yang memotong truk hasil curian untuk dijual kiloan.

"Barang bukti yang kita temukan sudah dalam kondisi terpotong-potong. Sedangkan untuk mesinnya informasinya sudah dijual tersendiri oleh pelaku yang masih DPO dan kita masih melakukan pengembangan lebih lanjut," pungkasnya.

Sementara itu untuk barang bukti potongan besi kendaraan truk fuso hasil curian yang diperkirakan mencapai sekitar delapan ton itu sudah diamankan di Polres Tuban bersama dengan kelima pelaku komplotan itu. Petugas masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah pelaku juga terlibat pencurian di lokasi lain atau tidak. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Istri PNS Jual Karnopen di Palang Tuban Ditangkap

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari anggota Sat Reskoba Polres Tuban kembali melakukan penangkapan terhadap seorang ibu rumah tangga yang menjadi pengedar obat-obatan terlarang pil daftar G jenis Karnopen di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat (20/02/2015).

Perempuan yang berhasil ditangkap adalah NT (48), yang merupakan istri muda dari oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban. Setiap harinya pelaku membuka warung kopi di rumahnya yang ada di kelurahan tersebut sambil menjual Pil Karnopen.

Penangkapan NT yang diduga menjadi pengedar Karnopen itu berawal dari informasi warga masyarakat. Yang mana selama ini ibu dua anak tersebut juga sering menjual pil terlarang itu kepada para warga sekitar Kelurahan Panyuran itu.

"Anggota yang mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi warung kopi milik yang bersangkutan," ujar AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Petugas yang mengetahui NT menjadi pengedar pil terlarang itu langsung melakukan penggeledahan warung kopi milik pelaku. Dari situ anggota Sat Reskoba berhasil mendapatkan barang bukti pil Karnopen sebanyak 217 butir dari dalam warung.

"Pil itu disimpan oleh pelaku di dalam warungnya. Kemudia pelaku diamankan dan dibawa ke Polres untuk penyelidikan lebih lanjut," Kasubbag Humas.

Selain mengamankan sebanyak 217 butir pil Karnopen, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 277.000. Yang mana uang tersebut merupakan hasil penjualan pil daftar G yang peredarannya sudah memprihatinkan.

"Kini pelaku sudah ditahan di Polres Tuban bersama dengan barang bukti. Yang bersangkutan dijerat dengan pasal 197 subs 196 undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkanya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Roda Truck Terlepas di Jenu Tuban

0 komentar

Berita Tuban -Jalan rusak dengan kondisi berlubang dan bergelombang di jalur Pantura Tuban, tepatnya di jalan Tuban-Semarang KM 6, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu mengakibatkan kendaraan yang melintas mengalami kerusakan.

Akibat terperosok lubang jalan dengan lebar lebih dari setengah meter dengan kedalaman sekitar 25 centimeter itu, dua truk mengalami kerusakan pada roda belakang pagi tadi. Hal itu membuat arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban harus berjalan satu arah dengan sistem buka tutup, Jumat (20/02/2015).

Titik ruas jalan yang mengalami kerusakan parah itu berada setelah terminal baru. Sejak musim hujan, puluhan titik lubang terdapat di jalan nasional barat Kota Tuban menuju arah Semarang meski juga sudah sering dilakukan perbaikan dengan cara ditambal.

"Yang rusak beberapa hari lalu sudah tambal, tapi ini sudah mulai rusak lagi. Tapi masih banyak lubang baru yang membahayakan pengendara," ujar Adi (21), pemuda asal Kecamatan Jenu, Tuban.

Dua truk yang mengalami kerusakan karena bagian bannya lepas adalah dump truk muatan limbah nopol B 9480 KQ yang dikemudikan Junaidi, warga Cikampek, Jawa Barat. Lalu truk tronton nopol D 9682 AC yang mengangkut beras, dikemudikan Ipin, warga Tasikmalaya.

"Awalnya saya dulu yang terperosok lubang itu. Kemudian langsung saya menepi ke kiri, baru setelah itu kendaraan tronton ini," ungkap Junaidi, pengemudi dump truk yang mengalami lepas ban belakangnya.

Junaidi mengaku saat melintas di jalur Pantura Tuban yang akan kirim bahan semen tersebut kondisi jalan yang berlubang tergenang air. Sehingga dia baru tahu kalau ada lubang setelah jalan sudah terlalu dekat dan tidak mungkin melakukan pengereman.

"Arusnya padat di belakang, jadi kalau saya ngerem mendadak pasti terjadi kecelakaan beruntun. Setelah terasa ban lepas saya langsung menepi ke kiri," lanjut Junaidi.

Sementara itu, untuk menghindari kecelakaan yang lebih parah, petugas Kepolisian dari Satlantas Polres Tuban dibantu dengan warga melakukan pengurukan jalan berlubang yang sangat membahayakan bagi kendaraan yang melintas.

"Tadi sudah kita lakukan pengurukan untuk jalan yang berlubang itu supaya tidak sampai terjadi kecelakaan," jelas Aiptu Jamhari, Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Tuban.

Guna menghindari kemacetan di jalur Pantura Tuban menuju Semarang itu, sejumlah anggota Sat Lantas diterjunkan di lokasi rusaknya dua kendaraan truk tersebut. Petugas melakukan sistem buka tutup arus kendaraan yang melintas di jalur nasional itu.[air/mut]
Baca Selengkapnya...

Imlek, Kwan Sing Bio Tuban Ramai Pengunjung

0 komentar

Berita Tuban - Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) atau yang biasa di kenal dengan Klenteng Kwan Sing Bio (KSB) yang berada di jalan RE Martadinata, Kota Tuban pada hari libur Imlek menjadi tempat tujuan wisata bagi warga masyarakat luas, Kamis (19/02/2015).

Untuk mengisi liburan pada tahun baru Imlek 2556 tahun ini, ribuan warga masyarakat yang berasal dari berbagai daerah menyerbu Klenteng yang berada di tepi Pantai Utara Kabupaten Tuban. Para pengunjungpun berasal dari berbagai kalangan warga masyarakat.

Pantauan wartawan, ribuan orang baik dari para pemuda, anak-anak, serta orang tua nampak silih berganti berdatangan di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. Sejak pagi hari para pengunjung sudah memadati tempat ibadah para umat Tri Dharma itu.

"Sengaja mengisi liburan ke sini sama keluarga. Kita penasaran, karena biasanya saat hari libur selalu ramai," ujar Indah (36), seorang pengunjung yang datang dari Kabupaten Bojonegoro.

Sebagian pengunjung tempat ibadah tersebut nampak memilih berfoto dan hanya sekadar jalan-jalan melihat area dalam salah satu Klenteng tersebesar di Indonesia tersebut. Pasalnya tidak ada acara khusus yang diselenggarakan pihak pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

"Biasanya kalau hari Imlek ramai ada acara hiburannya. Tapi ini sepi, jadi ya kita jalan-jalan saja," ungkap Iwan, salah satu pengunjung asal Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, akibat ramainya wisatawan yang mengisi liburan di Klenteng tersebut membuat jalur Pantura Tuban yang dari arah Semarang menuju Surabaya mengalami tersendat. Pasalnya banyak kendaraan keluar masuk dan pengunjung yang menyeberang di jalur Pantura Tuban itu.

Guna menghindari kemacetan di jalur utama menuju Surabaya, sejumlah petugas kepolisian dari anggota Sat Lantas Polres Tuban di terjunkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan. Selain itu untuk menghindari penumpukan kendaraan di depan Klenteng, petugas mengalihkan arus kendaraan yang akan menuju Klenteng dari arah timur untuk lewat jalur tengah. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Dana Holcim Untuk Jalan Umum Diselewengkan Kades Sawir Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan NI (35), selaku Kepala Desa (Kades) Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Tuban.

Kepala Desa perempuan tersebut diduga telah melakukan penyelewengan dana kompensasi dari PT Holcim Indonesia Tbk atas pembayaran jalan umum desa tersebut yang digunakan untuk jalan perusahaan semen tersebut. Yang mana dana tersebut seharusnya masuk dalam kas desa setempat.

"Kita tetapkan NI sebagai tersangka uang kompensasi dari Holcim untuk penggunaan jalan umum desa yang digunakan perusahaan," terang I Made Endra AW, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Tuban, Rabu (18/02/2015).

Dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh NI itu terjadi pada tahun 2013 yang lalu. Yang mana Kades tersebut menerima pencairan uang kompensasi dari PT Holcim Indonesia Tbk untuk dana penggunaan jalan desa yang untuk perusahaan.

"Besaran uang kompensasi sekitar 1,3 miliar rupiah. Yang mana uang itu telah diberikan pada tahun 2013 yang lalu," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Tuban itu.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 4 tahun 2007 tentang pedoman kekayaan desa dan PP no 72 tahun 2005 tentang Pemerintah Desa (Pemdes) bahwasanya kompensasi dari penggunaan jalan umum tersebut semestinya masuk kas desa. Namun uang dari perusahaan semen tersebut ada yang tidak dapat dipertangung jawabkan.

"Dalam penggunaan uang tersebut ada yang tidak tepat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. NI kita jerat dengan Pasal 2 atau pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," papar Kasi Intel asli Bali itu.

Sementara itu dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kades Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban pihak kejaksaan telah melakukan pemeriksaan belasan saksi. Pihak penyidik dari Kejaksaan Negeri Tuban masih melakukan pengembangan untuk mencari tersangka lain dalam kasus itu. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Imlek, Kwan Sing Bio Merayakan Sederhana

0 komentar

Berita Tuban - Menyambut perayaan tahun baru Imlek, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban sudah mulai melakukan persiapan dengan menghias dan membersihkan tempat ibadah itu, Selasa (17/02/2015).

"Persiapan dengan istilah berhias diri ini sudah mulai kita lakukan sejak satu minggu terakhir ini," terang Gunawan Putra Wirawan, selaku Ketua TITD Kwan Sing Bio Tuban.

Dalam menyambut tahun baru Imlek 2566, pihak dari Kwan Sing Bio Tuban telah melakukan bersih-bersih di semua ruangan tempat ibadah tersebut. Selain itu sejumlah hiasan seperti lampion dan juga beberapa persiapan untuk sembahyang pada hari Imlek 19 Februari 2015 besuk juga telah dipersiapkan.

"Kita sudah mulai membersihkan seluruh ruangan yang ada di tempat ibadah ini. Dan ada beberapa hiasan yang perlu diganti juga sudah kita ganti," lanjutnya saat ditemui di TITD Kwan Sing Bio yang ada di jalan RE Martadinata, Kota Tuban.

Setiap menjelang Imlek, ada ritual khusus yang dilakukan oleh pihak Kwan Sing Bio Tuban yakni dengan menggantikan jubah dari yang mulya Kong Co Kwan Sing Teekoen. Ritual penggantian jubah tersebut dilakukan oleh ketua Klenteng bersama dengan Bio Kang. 

"Ritual khusus untuk menurunkan dan menganti jubah Yang Mulya Kong Co kita lakukan pada tanggal 11 kemarin. Ritual kita lakukan pukul 04.00 Wib dengan melakukan sembahyang," ungkap Gunawan.

Sementara itu, untuk pada tahun baru Imlek yang merupakan tahun Kambing itu Kwan Sing Bio tidak mengadakan acara secara meriah. Kegiatan acara hanya akan dilakukan dengan sembahyang bersama seluruh umat Tri Dharma di Klentang yang persis berada di pinggir Pantai Utara Kabupaten Tuban.

"Tahun ini kita kemas acara dengan sederhana, kegiatan banyak dilakukan di rumah bersama keluarga masing-masing umat. Kita melakukan sembahyang pada tanggal 18 malam, besuk paginya bertemu dengan umat," papar Gunawan.

Gunawan menegaskan, tidak adanya kegiatan secara meriah di salah satu klenteng tersebesar di Indonesia itu sengaja dilakukan oleh tempat ibadah tersebut. Karena dengan tidak adanya kegiatan meriah di Kwan Sing Bio Tuban supaya Klentang lain bisa untuk menyelenggarakan acara.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Cewek SMA Tuban dicabuli Pria Brondong Lamongan

0 komentar

Berita Tuban - Sebuah rumah kosong yang berada di jalan Teuku Umar, Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota Tuban menjadi saksi aksi pencabulan yang dilakukan oleh Sholakhudin Anshari (21), warga Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Pria pengangguran tersebut mencabuli Laura (bukan nama sebenarnya) seorang siswi yang masih duduk dibangku tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Tuban. Pelaku tergoda dengan korban setelah sempat mengajak korban untuk jalan-jalan di pantai.

Peristiwa pencabulan terhadap gadis di bawah umur itu berawal saat korban mendapatkan pesan singkat dari pelaku untuk ketemuan. Mereka berjanjian untuk ketemu di depan SMP Negeri 6 Tuban yang berada jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Kota Tuban beberapa hari lalu. "Setelah janjian korban bertemu dengan terlapor di sekitar SMP Negeri 6 sekitar pukul setengah dua siang. Kemudian pelaku mengajak ngobrol korban," jelas AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban, Selasa (17/02/2015).

Karena keduanya sudah akrab, pada saat bertemu pelaku meminjam handpone milik korban. Dan ketika dilihat oleh pelaku di HP milik Laura tersebut terdapat foto korban telanjang yang terlihat payudara dan juga foto yang memperlihatkan bagian kemaluannya saja.

"Setelah pinjam HP, pelaku kemudian mengajak korban untuk jalan-jalan ke Pantai Kepala yang ada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban dengan naik angkutan umum. Saat di pantai mereka hanya mengobrol sekitar sepuluh menit dan korban mengajak pelaku untuk ke wisata terminal baru," ungkap Kasubbag Humas.

Pelaku dan korban kemudian bersama-sama balik dari pantai Kelapa tersebut dengan naik angkutan umum. Saat sampai di tengah jalan sebelum sampai di terminal baru, tepatnya di jalan Teuku Umar tersebut pelaku mengajak korban turun dengan alasan ingin buang air kecil.

"Saat turun dari angkutan pelaku mencari tempat untuk buang air kecil dan menemukan tempat di belakang rumah kosong. Kemudian saat di belakang rumah itu pelaku memanggil korban dengan melambaikan tangan untuk mendekat," papar AKP Elis yang juga mantan Kapolsek Kerek, Tuban itu.

Pada saat itulah pelaku mulai beraksi melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur itu. Pelaku membuka kancing baju serta melorot celana korban dan kemudian pria pengangguran itu memegangi kemaluan korban.

"Korban sempat lari dan terjatuh. Selanjutnya korban menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Karena tak terima korban melaporkan kejadian itu kepada polisi," lanjutnya.

Kini pemuda yang telah melakukan pencabulan pelajar yang masih anak-anak itu sudah diamankan di Polres Tuban. Pelaku dijerat dengan undang-undang tetang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Anak SMP Tewas Tenggelam di Telaga Soko Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Niatnya Dedi Agus Kurniawan (15), pelajar SMP asal Desa Prabontergayang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban untuk memotret teman-temannya yang sedang asyik narsis di tepi telaga atau waduk berujung maut, Senin (16/02/2015).

Pasalnya saat sedang asyik akan mengambil foto teman-temannya di bibir telaga yang berada di Desa Jati, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban itu korban terpeleset dan masuk ke dalam telaga. Diduga korban tidak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam di telaga itu.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun wartawan, kejadian tewasnya pelajar SMP tersebut berawal saat korban bersama dengan tujuh teman sebayanya datang di telaga yang ada di Desa Jati, Kecamatan Soko, Tuban untuk bermain di sekitar telaga.

Saat di lokasi mereka bermain dan juga ingin mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan kameran handpone. Selanjutnya korban langsung mengambil kamera handpone untuk memotret teman-temannya yang sedang bergaya.

"Pada saat akan mengambil foto, korban mungkin terlalu ke pinggir Telaga. Sehingga korban terpeleset dan terjebur ke dalam telaga itu," jelas AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Saat Dedi terjebur ke dalam telaga yang memiliki kedalaman sekitar lima meter itu, teman-teman korban tidak berani ada yang langsung menolong Dedi. Sehingga korban langsung tenggelam dan baru bisa diangkat oleh warga saat korban sudah tidak bernyawa.

"Korban ditemukan di dasar telaga oleh saksi bernama Afirin dan Siswaji yang ikut melakukan pencarian. Saat ditemukan korban ditemukan dalam kondisi terlentang," ujar Kasat Reskrim.

Setelah berhasil ditemukan oleh warga dalam kondisi sudah tidak bernyawa itu, pelajar SMP tersebut langsung dievakuasi dari dasar telaga. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian perkara.

"Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kejadian itu. Sejumlah saksi dan teman korban akan kita mintai keterangan," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Warga Desa Rahayu Sepakati Kompensasi Sembako dari Petrochina

0 komentar

Berita Tuban- Setelah melakukan pertemuan dan negosiasi antara warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dengan pihak Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) terkait dengan pencairan kompensasi akhirnya membuahkan hasil, Senin (16/02/2015).

Warga masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan tersebut akhirnya akan menerima kompensasi dari pihak JOB PPEJ berupa sembako. Nanti kompensasi itu akan diberikan oleh perusahaan berupa beras dengan jumlah yang bervariasi sesuai jauh tidaknya rumah warga dengan perusahaan.

"Dari hasil pertemuan kita sudah menerima keputusan dari pihak JOB. kita terima kompensasi dalam bentuk sembako," terang Sukisno, Kepala Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Kades itu menjelaskan, untuk kompensasi dari perusahaan minyak tersebut akan diberikan dalam waktu dekat. Kompensasi bentuk sembako yang akan diberikan kepada warga masyarakat merupakan jatah dari kompensasi empat bulan pada tahun 2014 lalu yang belum diberikan.

"Untuk yang akan segera turun adalah kompensasi yang belum terbayar pada tahun 2014. Sedangkan untuk yang 2015 ini masih nunggu," lanjut Kades.

Meskipun kompensasi yang diberikan dalam bentuk beras, tetapi nilai yang diterima warga akan akan tetap sama dengan jumlah kompensasi pada bulan-bulan sebelumnya. Dimana untuk ring 1 jika dinominalkan senilai Rp 500 ribu rupiah, senilai Rp 400 ribu rupiah untuk ring 2, dan senilai 300 ribu rupiah untuk ring 3.

"Yang jelas intinya sama Mas, karena nanti nilai dari sembako yang akan diterima warga juga sama. Nanti perusahaan akan menunjuk CV untuk merealisasi pemberian kompensasi ini," lanjut Sukisno.

Sementara itu, untuk wilayah Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban sendiri terdapat sekitar  1.141 Kepala Keluarga (KK) dari empat ribu jiwa lebih jumlah penduduk yang dibagi menjadi lima dusun. Sedangkan dalam pembagian kompensasi tersebut mereka dibagi menjadi tiga ring berdasarkan jauh dekatnya dengan lokasi perusahaan itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

H+1 Valentine Petugas Razia Hotel Lagi di Tuban

0 komentar




Berita Tuban - Meski malam telah melakukan razia sejumlah hotel, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban bersama dengan jajaran Polres Tuban dan juga anggota TNI kembali melakukan razia pada pagi hari, Minggu (15/02/2015).

Kegiatan razia lanjutan dalam rangka pencegahan perbuatan asusila di Hari Valentine yang dilakukan pada pagi hari mendapatkan sebanyak 15 pasangan bukan suami istri menginap di hotel. Para pasangan sebagian besar muda-mudi tersebut digrebek dari hotel yang tadi malam kosong saat dirazia.

"Untuk kali ini ada belasan pasangan bukan suami istri yang berhasil kita amankan saat berduaan di kamar hotel. Kegiatan razia ini dalam rangka melakukan pencegahan perbuatan asusila saat hari Valentine," ujar Heri Muharwanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tuban.

Kali ini razia dilakukan oleh petugas gabungan dengan menyisir sejumlah hotel yang ada di Kota Tuban seperti halnya tadi malam. Namun para pasangan mesum tersebut justru didapatkan dari hotel-hotel yang saat razia tadi malam dalam kondisi sepi tidak ada tamu.

Seperti halnya dari hotel Indonesia yang ada di jalan KH Musta'in Kota Tuban, saat dilakukan pemeriksaan tadi malam hanya memiliki tiga tamu saja. Namun saat dilakukan razia pagi tadi, petugas justru menemukan sebanyak tujuh pasangan bukan suami istri.

"Hasil dari razia hotel itu kita juga temukan perempuan yang masih usia anak-anak bersama dua laki-laki dalam satu kamar. Dan kondisi gadis ini masih mabuk berat," ungkap Heri Muharwanto.

Selanjutnya sebanyak delapan pasangan mesum lainnya berhasil diamankan oleh petugas dari Hotel Irwan, jalan Diponegoro, Kota Tuban, Hotel Ratna, jalan Ronggolawe Kota Tuban dan Hotel Dinasty, jalan Tuban Semarang, Kabupaten Tuban.

"Razia ini kita lakukan berdasarkan Perda nomer 13 tahun 2002 tentang perbuatan asusila. Mereka yang tertangkap akan kita lakukan pemeriksaan dan kemudian kita berikan pembinaan," lanjutnya.

Sementara itu, untuk VR gadis yang masih berumur 16 tahun asal Kota Tuban yang juga ikut terjaring razia di hotel dalam kondisi mabuk berat itu akan dilakukan pembinaan lebih khusus. Pasalnya mengingat bocah tersebut masih kelas 2 SMA dan perlu pendampingan dari orang tuanya.

"Untuk yang anak-anak akan kita lakukan pembinaan secara khusus dengan menghadirkan orang tuanya dan sudah kita hubungi. Sedangkan yang bersangkutan masih belum sepenuhkan sadar akibat pengaruh minuman keras," pungkasnya.[mut]
Baca Selengkapnya...

Hari Valentine, Petugas Razia Hotel di Tuban

0 komentar



Berita Tuban - Petugas gabungan dari jajaran Polres Tuban bersama dengan TNI dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban menggelar razia sejumlah hotel yang ada di wilayah Kabupaten Tuban, Sabtu (14/02/2015) tengah malam.

Dalam razia hotel pada hari Valentine itu petugas berhasil mengamankan sejumlah pasangan muda-mudi yang sedang asyik berduaan di kamar hotel. Bahkan satu pasangan bukan suami istri lompat dari kasur karena masih telanjang bulat saat petugas melakukan razia.

Pantauan wartawan, petugas gabungan melakukan razia dimulai dengan menyisir sejumlah hotel melati yang ada di kawasan Kota Tuban. Tak hanya hotel melati, hotel menengah ataspun juga dilakukan pemeriksaan oleh petugas pada hari Valentine kali ini.

Petugas yang melakukan pemeriksaan di penginapan Anugrah yang berada di jalan Patimura, Kota Tuban berhasil menemukan satu pasangan mesum. Pasangan tersebut kemudian diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan.

Selanjutnya, saat melakukan razia di hotel Shyntia yang ada di kawasan manunggal tengah, Tuban petugas juga berhasil mendapati satu pasangan mesum yang sedang merayakan Valentine. Saat digrebek pasangan itu masih telanjang dan langsung lompat dari kasur untuk memakai baju.

"Ada sebanyak 15 hotel di Kabupaten Tuban yang kita razia pada hari Valentine ini. Hasilnya kita mendapatkan sebanyak tujuh pasangan muda-mudi bukan suami istri yang ada di dalam kamar hotel," terang AKP Yani Susilo, Kasat Sabhara Polres Tuban.

Sebanyak empat pasangan mesum di kamar hotel tersebut diamankan oleh petugas dari hotel Dinasty yang berada di jalan Tuban-Semarang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Satu pasangan lainnya dari hotel Saras, jalan Basuki Rahmad, Kota Tuban.

Sebanyak tujuh pasang muda-mudi yang sedang merayakan Valentine tersebut langsung digiring ke kantor Satpol PP Pemkab Tuban. Mereka kemudian dilakukan pendataan untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Mereka pasangan yang tertangkap di dalam kamar hotel akan didata dan diberi pembinaan. Sedangkan untuk pihak hotel yang menerima tamu pasangan buka suami istri dalam satu kamar akan kita berikan teguran," pungkasnya.[mut]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014