Advertise

 
Jumat, 23 Januari 2015

Penebangan Liar Hutan Parengan Tuban dihentikan Polisi

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Singgahan, Kabupaten Tuban bersama dengan petugas Perhutani berhasil menggagalkan aksi penjarahan kayu hutan yang dilakukan komplotan yang berjumlah puluhan orang, Kamis (22/01/2015).

Dalam aksinya melakukan penjarahan di kawasan hutan RPH Mulyoagung, KPH Parengan, Kabupaten Tuban  tersebut pelaku diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang. Pelaku langsung kabur dan meninggalkan kayu curian saat petugas datang di kawasan hutan itu.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, aksi penjarahan hutan yang dilakukan pelaku yang berjumlah puluhan orang tersebut dilakukan pada siang bolong. Namun saat pelaku beraksi melakukan penebangan diketahui oleh petugas Perhutani yang sedang melakukan patroli.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari petugas Perhutani kalau ada penjarahan kayu hutan. Kemudian sebanyak tujuh anggota dari Polsek langsung saya pimpim untuk mendatangi lokasi," terang AKP Totok, Kapolsek Singgahan, Kabupaten Tuban.

Mengetahui sejumlah petugas kepolisian bersenjata lengkap  yang langsung terjun di lokasi penjarahan yang berada di petak 10 dan 11 RPH Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban itu para pelaku langsung berhamburan kabur. Para pelaku tidak sempat membawa kayu yang telah berhasil di tembang.

"Saat kami tiba di lokasi kejadian pelaku langsung berhamburan kabur. Diperkirakan kelompok mereka berjumlah sekitar 50 orang pelaku," sambung Kapolsek Singgahan.

Dalam aksinya, kelompok penjarah hutan yang kembali beraksi tersebut berhasil melakukan penebangan kayu jati dan juga kayu mahoni. Petugas menemukan sebanyak dua truk kayu jati dan kayu mahoni yang ditinggalkan oleh pelaku saat akan dilakukan penangkapan.

"Total yang kita temukan dari lokasi ada dua truk kayu, untuk jumlah pastinya belum dihitung. Untuk kayu yang kita temukan kemudian diamankan dan di bawa ke TPK Singgahan," lanjutnya.

Petugas kepolisian dari jajaran Polsek Singgahan, Kabupaten Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus penjarahan hutan yang terjadi di wilayah tersebut. Pihak kepolisian masih mencari identitas para pelaku maupun kelompok mana yang melakukan aksi tersebut. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Truck Mogok Desa Sugihwaras Pantura Tuban Macet

0 komentar

Berita Tuban - Gara-gara truk mengalami kerusakan tepat di atas jembatan sempit yang ada di jalan Tuban-Semarang KM 6, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, kondisi jalur pantura macet parah, Rabu (21/01/2015).

Kemacetan karena truk gandeng yang mengalami kerusakan pada bagian rodanya tersebut terjadi lebih tiga jam. Penumpukan kendaraan besar yang melintas di jalur Pantura Tuban terjadi baik untuk kendaraan yang berasal dari arah Semarang menuju Surabaya atau sebaliknya.

Pantauan wartawan di lapangan, penumpukan kendaraan yang didominasi kendaraan truk besar tersebut yang dari arah Surabaya mulai Terminal Baru Tuban sampai dengan jalan Teuku Umar, kota Tuban. Sedangkan untuk kendaraan yang dari arah Semarang penumpukan mencapai Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

"Macetnya parah, soalnya jalannya bergantian. Ini yang dari arah timur macetnya sampai terminal lama keselatan," ujar Ahmad, salah satu pengemudi truk yang melintas jalur pantura Tuban itu.

Biang dari kemacetan di jalur Pantura Tuban tersebut berawal saat kendaraan truk gandeng nopol L 8238 UR yang dikemudikan oleh M Nur Korib, warga Bojonegoro berjalan dari arah Semarang menuju Surabaya dengan kondisi full muatan plastik.

Namun saat sampai di jembatan yang hanya berkapasitan dua kendaraan tersebut tiba-tiba baut roda belakang bagian kanan kendaraan terlepas. Sehingga membuat pengemudi langsung menghentikan kendaraannya pas di atas jembatan bagian utara.

"Tadi sudah mau saya akal tapi tidak bisa. Yang terpaksa berhenti di sini, karena sudah tidak bisa jalan," ujar Nur Korib, pengemudi truk tersebut.

Mengetahui kondisi kendaraan yang sudah tidak bisa untuk jalan, pengemudi truk gandeng pengangkut plastik tersebut langsung menghubungi pengurusnya. Sehingga sambil menunggu perbaikan kendaraan di jalur Pantura Tuban itu hanya bisa berjalan dengan cara bergantian karena jembatan sempit.

"Sudah saya usahakan melewati jembatan tapi sudah tidak bisa. Akhirnya saya langsung telepon mekaniknya," sambungnya.

Sementara itu untuk mengurai kemacetan dan antrian akibat truk mogok di tengah jembatan tersebut, sejumlah petugas dari Sat Lantas Polres Tuban langsung terjun di lokasi kejadian. Petugas memperlakukan buka tutup secara bergantian untuk menghindari kemacetan semakin parah.

Kondisi arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban tersebut kembali lancar setelah kendaraan truk gandeng pengangkut plastik tersebut berhasil dilakukan perbaikan. Demi kelancaran arus petugas dari anggota lalu lintas langsung melakukan penyisiran sejumlah kendaraan yang ditinggalkan tidur oleh pengemudinya lantaran terjebak macet. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Warga Semanding Tuban Tangkap Ular Phyton

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah warga yang tinggal di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban digegerkan dengan munculnya seekor ular Phiton yang sering terlihat di sekitar pemukiman warga desa setempat, Rabu (21/01/2015).

Warga yang merasa khawatir dengan keberadaan ular Phiton berukuran lebih dari tiga meter tersebut berhasil menangkap ular itu. Kini ular tersebut dikurung dan diamankan di rumah milik Darmaji, yang berada di desa tersebut.

Menurut keterangan warga, bahwa ular tersebut sering muncul di pemukiman warga saat malam hari dan juga terkadang siang hari. Ular Phiton yang keluar dari sarangnya tersebut mencari mangsa dan memakan ternak milik warga.

"Sering ternak milik warga sini yang hilang, seperti ayam dan juga bebek. Dan setelah diselidiki ternyata dimakan ular ini," terang Darmaji (42), warga yang menangkap ular Phiton tersebut.

Ular tersebut ditangkap oleh Darmaji bersama warga lain saat muncul di pemukiman dan masuk rumah salah satu warga setempat. Sedangkan saat ditangkap ular tersebut telah berhasil memangsa satu ekor ayam milik warga.

"Warga tahu ada ular yang masuk ke rumahnya, jadi langsung saya cari dan berhasil kita tangkap," cerita Darmuji.

Warga merasa khawatir ular akan memangsa anak-anak. "Kemarin kita juga menangkap yang lebih besar lagi, tapi sudah saya jual. Kalau yang ini rencana mau saya jual di wisata pemandian, supaya dirawat dan jadi tonton wisatawan," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Stok Pertamax di Tuban Habis

0 komentar

Berita Tuban - Setelah turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) baik subsidi maupun non subsidi, kelangkaan BBM masih saja terjadi di wilayah Kabupaten Tuban sejak dua hari terakhir, Rabu (21/01/2015).

Namun kelangkaan kali ini bukan seperti biasanya, pasalnya kelangkaan justru pada BBM jenis Pertamax bukan lagi pada BBM Subsidi. Sedangkan untuk stok BBM Subsidi mulai normal setelah kemarin lusa mengalami kelangkaan.

Pantauan wartawan di lapangan, beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di kawasan Kota Tuban pagi ini tidak memiliki stok BBM jenis Pertamax. Kelangkaan Pertamax tersebut sudah terjadi sejak kemarin sampai dengan pagi ini. "Sejak kemarin saya cari Pertamax sudah tidak ada. Jadinya ini terpaksa ikut antri untuk beli premium," ungkap Shoim (25), pengendara motor yang sudah beralih menggunakan BBM jenis Pertamax itu.

Diantara SPBU di kawasan Kota Tuban yang biasanya menyediakan Pertamax dan sekarang mengalami kelangkaan adalah SPBU Dasin, jalan Tuban-Semarang, Kabupaten Tuban, SPBU Alfalah, jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, dan SPBU Seleko, yang ada di jalan Pahlawan, Kota Tuban.

Sementara itu, menurut petugas SPBU kosongnya BBM jenis Pertamax tersebut lantaran banyaknya warga yang sudah beralih ke BBM non subsidi. Sehingga stok BBM jenis Pertamax tersebut cepat habis karena banyak pengendara motor yang memilih untuk beli Pertamax."Rata-rata sekarang sepeda motor sudah banyak yang pakai Pertamax. Makanya stoknya juga cepat habis," ujar salah satu petugas SPBU yang ada di Kota Tuban.

Dengan kondisi langkanya BBM jenis Pertamax tersebut membuat sejumlah pengendara kendaraan dinas dari pemerintah merasa bingung untuk mencari bahan bakar. Sejumlah pengendara kendaraan Dinas harus kembali saat mengetahui SPBU tidak memiliki stok Pertamax.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
Rabu, 21 Januari 2015

BBM Turun Harga Lombok di Tuban Murah

0 komentar

Berita Tuban - Dengan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan juga Solar membuat harga Cabe di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Tuban juga mengalami penurunan yang sangat drastis, Selasa (20/01/2015).

Sejak mulai turunnya harga BBM kemarin, harga Cabe Rawit di pasar tradisional di Kabupaten Tuban langsung anjlok hingga sekitar 50 persen. Jika sebelumnya harga Cabe Rawit masih pada kisaran Rp 60 ribu, kini tinggal Rp 30 ribu perkilonya. "Ini harganya sudah mulai anjlok mas mulai kemarin sejak BBM turun. Sebelumnya juga turun tapi tidak terlalu banyak," jelas Tomo, satu satu pedagang Cabe di pasar tradisional Kota Tuban.

Tomo menjelaskan untuk harga Cabe Rawit hijau saat ini harganya yang paling murah. Meski sempat menembus kisaran harga Rp 40 ribu perkilonya, kini Cabe Hijau hanya Rp 10 ribu setiap kilogramnya."Kalau harganya turun terus kita juga semakin rugi. Karena ini pedagang masih ada yang mempunyai stok lama dengan harga kulak mahal," ungkapnya.

Selain akibat turunnya harga BBM, merosotnya harga Cabe Rawit dan juga Cabe Keriting tersebut juga diakibatkan dari stok cabe mulai melimpah. Pasalnya sejumlah petani dari berbagai daerah mulai panen Cabe pada musim penghujan kali ini."Ini kemungkinan masih akan terus turun harganya. Karena sebagian petani Cabe lokal sudah mulai panen," lanjutnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pengedar Lawang Seng Tuban Kena Stroke

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskoba Polres Tuban menetapkan seorang tersangka dalam pengerebekan kawasan peredaran obat-obatan terlarang jenis Karnopen di Lawang Seng, jalan Sultan Agung, Kota Tuban.

Satu pengedar obat terlarang jenis Karnopen tersebut adalah Kuswiyanto alias Wiwi (59), warga Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Kota Tuban. Setelah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Tuban, pelaku langsung mengalami sakit stroke.

"Setelah kita tangkap pelaku ini langsung mengalami sakit. Sementara untuk pelaku yang terbukti menjadi pengedar baru satu orang," ujar Kompol Ali Mahfud, Waka Polres Tuban, Senin (19/01/2015).

Saat dilakukan penangkapan, Kuswiyanto kedapatan memiliki dan menyimpan barang bukti pil daftar G jenis Karnopen tersebut. Namun dari temuan 66 ribu butir lebih pil Karnopen dari lokasi pengrebekan, pelaku hanya kedapatan memiliki 52 butir saja yang diakui oleh pelaku.

"Dari tangan pelaku ini berhasil diamankan 52 butir pil Karnopen. Sedangkan untuk barang bukti uang sebesar Rp 6.580.000 yang merupakan uang hasil penjualan," lanjut Waka Polres.

Dalam pengrebekan kawasan transaksi obat-obatan terlarang tersebut petugas juga masih terus melakukan pengembangan. Pasalnya 66 ribu butir Karnopen yang ditemukan di dalam rumah kosong yang ada di kawasan Lawang Seng itu sampai sejuah ini belum ada pemiliknya.

"Kita masih terus melakukan pengembangan. Ada dua orang saksi yang masih terus kita minta keterangan atas peredaran kasus ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, petugas kepolisian jajaran Polres Tuban melakukan pengrebekan dua kawasan yang biasa di gunakan untuk melakukan transaksi dan peredaran obat-obatan terlarang jenis Karnopen yang sudah semakin meresahkan warga.

Razia tersebut dilakukan di gang Sadar, Kelurahan Kingking, Kota Tuban dan kawasan Lawang Seng, Jalan Sultan Agung, Kota Tuban. Dalam razia tersebut petugas menemukan sebanyak 66.346 butir pil Karnopen dan menangkap seorang pengedar.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Selasa, 20 Januari 2015

Hari ini,Ketersediaan Bensin di Tuban Habis

0 komentar

Berita Tuban - Hari pertama turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mulai hari ini membuat sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Kota Tuban mengalami kelangkaan, Senin (19/01/2015).

Beberapa SPBU tampak tidak memiliki stok BBM baik jenis Premium, Solar maupun Pertamax. Sedangkan untuk SPBU yang memiliki stok langsung diserbu oleh warga dan mengalami antrian pada hari pertama turunnya harga BBM tersebut.

Pantauan wartawan di lapangan, beberapa SPBU yang mengalami kelangkaan di Kota Tuban adalah SPBU Seleko jalan Pahlawan Kota Tuban, SPBU Manunggal dan SPBU Gerdu laut jalan RE Martadinata, Kota Tuban yang tidak memiliki stok sejak tadi malam.

"Tadi dari SPBU Manunggal sama Seleko ini tidak ada stok BBM. Jadinya harus balik lagi," ujar Purnomo, salah satu pengendara motor yang akan mengisi bahan bakar.

Selain itu, akibat kekosongan di beberapa SPBU yang ada di Kota Tuban tersebut antrean panjang nampak di SPBU yang berada di jalan Dr Wahidih Sudirohusodo, Tuban. Mereka harus rela untuk antre demi mendapatkan bahan bakar untuk kendaraannya.

"Ini harus antri, karena sebagian SPBU kosong. Selain yang beli bensin, yang beli Pertamax juga antri, karena harganya juga tidak berbeda jauh," ungkap Imam, salah satu warga yang sedang mengantre BBM di SPBU tersebut.

Akibat kosongnya stok BBM di beberapa SPBU membuat sejumlah pengendara motor harus mendorong kendaraannya. Pasalnya tak hanya SPBU yang kosong, dengan turunnya harga BBM membuat para penjual bensin eceran juga memilih untuk tutup sambil menunggu harga BBM yang baru.

"Kalau kita belinya kemarin ya rugi mas, apalagi kalau tidak habis. Makanya ini baru mau kulak lagi hari ini," ujar Naryo, penjual bensin eceran.

Sementara itu, setelah mengalami penurunan untuk harga Bensin Subsidi di wilayah Jawa Timur saat ini sebesar Rp 6.700 per liter, sedangkan untuk harga Solar Subsidi sebesar Rp 6.400 per liter di semua wilayah.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
Senin, 19 Januari 2015

Habis Diajak Makan di Nuansa Tuban Diperkosa di Sawah

0 komentar

Berita Tuban - Said (47), seorang Kuli Bangunan, warga Kelurahan Perbon, Kecamatan Kota Tuban harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tuban setelah melakukan pencabulan bocah pelajar MTS di area pematang sawah yang sepi.

Namun parahnya lagi, pencabulan yang dilakukan oleh Kuli Bangunan tersebut dilakukan dihadapan anak dari pelaku sendiri. Saat akan dicabuli bapak satu anak tersebut korban berusaha lari hingga sekitar 25 meter untuk menghindar dari pelaku, Jumat (16/01/2015).

Kejadian pencabulan dengan cara kekerasan tersebut berawal saat Said mengajak korban sebut saja Bulan (14), pelajar kelas 2 MTS yang ada di Kabupaten Tuban. Namun untuk mengajak korban jalan-jalan pelaku meminta Cinta (Bukan nama sebenarnya) anak pelaku yang masih berusia 12 tahun untuk menjemput korban di rumahnya. 

"Mereka jalan-jalan bertiga dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian pelaku mengajak korban untuk makan di warung Nuansa yang ada di wilayah Ronggomulyo, Kota Tuban," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Setelah mengajak makan korban beserta anaknya, Said langsung kembali berjalan memutar jalanan di Wilayah Tuban hingga sampai wilayah Kecamatan Jenu, Tuban. Pelaku mengaku berniat akan mengajak korban dan anaknya untuk ke pasar malam.

"Namun karena alasan pasar tutup kemudian pelaku mengajak korban dan anaknya untuk pulang dengan melewati jalanan sepi. Saat sampai di area sawah Desa Sumurgung, Kecamatan Kota Tuban pelaku berhenti di jalan pematang sawah  dengan alasan untuk buang air," lanjutnya.

Pada saat itulah pelaku langsung berusaha menciumi korban yang masih masih pelajar MTS tersebut. Mengetahui tindakan pelaku yang sudah mulai cabul seperti itu, Bulan langsung berusaha lari di area persawahan tersebut untuk menyelamatkan diri.

"Korban sudah lari sekitar 25 meter, tetapi akhirnya berhasil ditangkap pelaku. Setelah tertangkap, pelaku langsung melepas celana korban dan melakukan pencabulan di hadapan anaknya sendiri," ungkap Kasat Reskrim.

Setelah tertangkap korban tidak bisa berbuat banyak, pasalnya pelaku juga sempat menarik rambut korban saat melakukan pencabulan. Akhirnya korban cerita kepada orang tuanya dan orang tua korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian Polres Tuban.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Dari 2049 Peserta CPNS yang Diterima Hanya 50

0 komentar

Berita Tuban - Hari ini pemerintah Kabupaten Tuban resmi mengumumkan hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tuban tahun 2014 yang telah dilakukan beberapa bulan lalu, Kamis (15/01/2015).

Nama-nama peserta CPNS Kabupaten Tuban yang lolos dalam tes tersebut diumumkan dengan cara ditempatkan di papan pengumuman yang ada di depan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban. Selain itu dilakukan melalui Website Pemkab Tuban, dan juga email masing-masing peserta.

"Setelah kita mendapatkan hasil tesnya kemarin, maka hari ini langsung kita umumkan," terang Nur Hasan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban.

Dari total peserta CPNS Kabupaten Tuban tahun 2014 sebanyak 2.049 orang yang telah dinyatakan lolos adalah sebanyak 50 orang. Sedangkan untuk formasi yang dibutuhkan pada tahun 2014 sebanyak 52. Sehingga ada dua yang tidak terisi.

"Dari total pendaftar, kemudian di seleksi administrasi, kemudian tes, hanya 50 peserta yang lolos. Jadi ada dua yang tidak terisi dari kebutuhan yang ada,'' lanjut Nur Hasan.

Dua formasi yang tidak terisi adalah fomasi untuk pegawai administrasi umum. Yang mana seharusnya kebutuhan berjumlah 23 pegawai dan ternyata hanya 21 peserta yang nilainya mencukupi pasing grade dan lolos masuk formasi tersebut.

"Dua formasi yang kosong tersebut tidak bisa digantikan, karena seluruh peserta yang memilih formasi tersebut tidak memenuhi syarat," papar Nur Hasan.

Setelah melakukan pengumuman hari ini, BKD akan memanggil sebanyak 50 peserta yang dinyatakan telah lolos dalam tes. Mereka para peserta yang lolos akan diberikan penjelasan terkait pemberkasan, sekaligus pelatihan dan diklat pegawai.

"Setelah ini maksimal dua minggu akan kami panggil peserta yang hari ini kita nyatakan telah lolos untuk keperlua pemberkasan," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Produksi Air Minum BW Remen Jenu Tuban Dirazia Polisi

0 komentar

Berita Tuban - Sebuah tempat pembuatan air minum tak layak konsumsi milik Sunandyan (41), yang berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban didatangi oleh petugas kepolisian dari jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tuban, Rabu (14/01/2015).

Dalam pengeledahan itu, petugas menyita sejumlah peralatan pembuatan air minum yang tidak layak untuk minum. Pelaku sendiri sudah melakukan produksi air mineral dengan merek BW (Back To Water) sejak tahun 2013 yang lalu.

Kasus produksi air mineral galon yang dilakukan oleh Sunadyan sudah terungkap sejak Juli tahun 2014 kemarin. Petugas kepolisian mendapatkan informasi dari warga masyarakat yang mencurigai aktivitas pabrik air mineral yang ada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban itu.

"Dengan adanya informasi masyarakat, kita kemudian melakukan penyelidikan. Dari pemeriksaan pemilik, produksi air minum tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2013 yang lalu," ungkap AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban yang langsung terjun di lapangan.

Guna memastikan air minum dengan label BW tersebut petugas kepolisian juga telah melakukan uji laboratorium. Hasilnya air minum yang diproduksi dari sumur tersebut mengandung zat berbahaya yang tidak layak konsumsi.

"Kita sudah melakukan pengecekan air minum itu di laboratorium. Dan hasilnya menyatakan bahwa air tersebut tidak memenuhi standar dan tidak layak minum," lanjut Kasat Reskrim.

Menurut Kasat Reskrim, pelaku dalam satu harinya bisa melakukan produksi air sebanyak 120 galon air dengan ukuran masing-masing galon 19 liter air. Untuk setiap galonnya oleh pelaku air BW tersebut dijual dengan harga Rp 7.000 per galon dengan segel dan untuk isi ulang dijual dengan harga Rp 4.000 per galon.

"Untuk semua peralatan pembuatan air minum ini juga tidak sesuai dengan standart. Adapun proses penjernihan air yang berasal dari sumur itu dengan menggunakan kaporit, jadi sangat tidak layak untuk diminum," paparnya.

Saat melakukan pengrebekan, petugas berhasil mengamankan barang bukti seperti profil tank untuk penampungan air, pompa air, filter air, dan berbagai perlengkapan lainnya untuk produksi air minum itu. Semua barang bukti kemudian diamankan di Polres Tuban untuk proses hukum lebih lanjut. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Sebagian Besar Sekolah di Tuban Gunakan K13

0 komentar


Berita Tuban - Dalam proses pembelajaran mulai semester genap tahun ajaran 2014/2015, sejumlah sekolahan yang berada di wilayah Kabupaten Tuban tetap menggunakan Kurikulum 2013 (K13), meski sebagian besar telah kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006.

Sedikitnya ada 15 sekolahan di Kabupaten Tuban yang tetap menggunakan metode pembelajaran dengan K13. 

Yang mana sekolahan yang tetap bertahan dengan Kurikulum 2013 tersebut merupakan sekolah percontohan yang ada di Kabupaten Tuban, Rabu (14/01/2015)."Sesuai edaran kementrian pendidikan dasar dan menengah, ada 15 sekolah di Tuban yang tetap akan berlanjut dengan Kurikulum 2013," terang Heni Indriana, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK Dinas Pendikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban.

Sebanyak 15 sekolah yang masih tetap menggunakan Kurikulum 2013 adalah dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada enam sekolahan. Yakni SMPN 1, SMPN 5, SMPN 2, SMPN 3 Tuban, SMPN 1 Kenduruan, dan SMP Islam Bejagung.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak kembali pada KTSP 2006 ada sebanyak sembilan sekolah. Yakni mulai dari SMA Negeri 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4 Tuban, SMAN 2 Plumpang, SMAN 1 Kenduruan, SMKN 1 dan 2 Tuban serta SMK Taruna Jaya Prawira (TJP), Tuban.

"Sekolahan tersebut telah melaksanakan K13 selama tiga semester. Sehingga tidak kembali pada KTSP 2006 karena oleh pemerintah sudah ditetapkan seperti itu," lanjutnya.

Dengan adanya perubahan kurikulum tersebut dari 15 sekolah tersebut sempat ada satu sekolah yang akan kembali pada KTSP 2006 karena ada beberapa kendala yang dihadapi. Namun karena telah menjadi sekolah yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga pihak sekolah tetap bersedia bertahan menggunakan K13.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Perampas Sepeda Motor Bergolok Ditangkap di Bancar Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban mengamankan satu pelaku perampasan motor dengan ancaman kekerasan dan juga pencurian kendaraan yang sering terjadi pada tahun 2014 lalu.

Dari penangkapan pelaku perampasan yang biasa beraksi dengan membawa pedang itu, anggota Sat Reskrim Polres Tuban juga berhasil mengamankan satu orang penadah. Kini pelaku dan penadah sepeda motor hasil rampasan dan juga pencurian sudah ditahan di Polres Tuban, Selasa (13/01/2015).

Pelaku perampasan sepeda motor dengan ancaman kekerasan itu adalah Pujiono (31), warga Desa Dikir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Sedangkan penadah motor rampasan tersebut adalah Sutriono (33), warga Desa Nguluhan, Tuban.

Penangkapan terhadap Pudjiono yang merupakan komplotan pencurian dan perampasan sepeda motor di jalan tersebut pertama kali dilakukan warga. Saat itu pelaku kedapatan melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Bancar, Tuban.

"Awalnya pelaku ini diamankan oleh warga saat mencuri. Kemudian kita amankan di polres dan kita lakukan pengembangan," ujar Kompol Ali Mahfud, Wakapolres Tuban.

Dari hasil pemeriksaan Pudjiono, petugas berhasil melakukan pengembangan dengan menangkap Sutriono, yang merupakan penadah motor hasil curian pelaku. Sutriono berhasil diringkus di Surabaya saat berusaha kabur setelah mengetahui Pujiono tertangkap.

"Dalam melakukan aksinya melakukan perampasan maupun pencurian, pelaku bergerak bersama dengan tiga temannya. Tiga pelaku yang berinisial T, S dan S masih dalam pengejaran," tambah Wakapolres.

Adapun untuk sasaran korban dari Pudjiono adalah para pengendara sepeda motor yang terlihat lemah, seperti anak-anak sekolah maupun ibu-ibu yang melintas di jalanan sepi. Saat mengetahui korban yang lemah, pelaku menodongkan pedang dan meminta korban untuk menyerahkan sepeda motornya.

"Dari pengakuan sementara pelaku telah melakukan kejahatan di 24 TKP kasus pencurian. Yang 14 TKP merupakan kasus pencurian dan juga perampokan sepeda motor di jalan," papar Kompol Ali Mahfud.[air/mut]
Baca Selengkapnya...

Kades dan Sekdes Tersangka Pemerasan Notaris Dipenjara

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil melakukan pengembangan kasus pemerasan yang dilakukan oleh Kades Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban terhadap notaris untuk pengurusan tanah.

Total kerugian dalam kasus pemerasan yang dilakukan oleh Syaiful Bahkri (44), Kades Socorejo, Kecamatan Jenu Tuban dan Parlan (51), yang merupakan Sekretaris Desa (Sekdes) tersebut mencapai Rp 36 juta. Uang tersebut untuk pengurusan berkas tanah milik PT Kawasan Industri Tuban (KIT) seluar 60 hektar.

"Kasus ini sudah mulai sejak pertengahan tahun 2014 kemarin. Yang mana saat itu korban dipercayakan untuk mengurus surat-surat pembaharuan berkas perolehan tanah milik PT KIG," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban, Senin (12/01/2015).

Dalam pengurusan sebanyak 103 berkas tanah untuk industri tersebut, korban Trien Harvita Dian Kusuma (44), Notaris/PPAT mendatangi Kepala Desa (Kades) tersebut. Pelaku menjanjikan bahwa berkas tersebut akan segera selesai pada bulan Juli 2014 yang lalu.

"Pelaku sempat berjanji untuk menyelesaikan berkas itu pada bulan Juli. Namun sampai bulan tersebut Kades juga belum menyelesaikan berkas pengurusan tanah itu," jelas AKP Suharyono.

Meski belum menyelesaikan berkas-berkas pengurusan tanah, Kades tersebut bersama dengan Sekdes justru mendatangi rumah korban. Yang mana kedatangan para pelaku itu untuk meminta uang sebagai pengurusan berkas-berkas.

"Saat di datangi Kades dan Sekdes korban memberikan uang sebesar lima juta rupiah. Dan pada bulan Oktober 2014 korban juga menyerahkan uang sebesar satu juta rupiah untuk pengganti foto copy buku C desa," ungkapnya.

Namun meski sudah mendapatkan uang sebesar Rp 6 juta, pada bulan November 2014 Kades tersebut kembali meminta uang sebesar Rp 5 juta . Uang sebesar Rp 5 juta tersebut diserahkan langsung oleh korban ke rumah Syaiful Bahkri yang ada di desa tersebut.

"Karena surat-surat tak kunjung selesai, akhirnya korban kembali mendatangi rumah Kades untuk menanyakan perkembangannya. Namun pelaku justru menawarkan harga sebesar satu juta setengah untuk mengurus satu berkas," papar Kasat Reskrim kelahiran Bojonegoro itu.

Korban yang merasa keberatan kemudian menawar harga pengurusan setiap bidang dengan biaya Rp 200.000. Namun akhirnya sang Kades memberikan harga pengurusan total 103 berkas tanah untuk industri tersebut secara global sebesar Rp 25 juta.

"Korban sudah berusaha menawar harga tersebut namun tidak disetujui oleh pelaku. Adapun total semua kerugian sebesar tiga puluh enam juta rupiah dan dibayarkan sebanyak empat kali," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnnya, Syaiful Bahkri (44), seorang Kepada Desa (Kades) dan Parlan (51), Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban ditangkap oleh petugas kepolisian Polres Tuban.

Oknum perangkat desa tersebut ditangkap di rumah makan Kayu Manis, jalan Basuki Rahmad Kota Tuban setelah melakukan pemerasan terhadap seorang Notaris. Dalam penangkapan itu petugas mengamankan barang bukti uang Rp 25 juta yang dijadikan dua amplop dan dua buah sarung. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Kades dan Sekdes Socorejo Tuban Ditangkap Polisi

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dugaan kasus pemerasan yang dilakukan oleh Oknum Kepala Desa (Kades) bersama dengan Sekretaris Desa (Sekdes), Senin (12/01/2015).

Kades dan Sekdes Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban tertangkap tangan sedang bertemu dengan korban untuk mengambil uang puluhan juta rupiah di RM Kayu Manis, Jalan Basuki Ramhad Kota Tuban. 

Kini kedua pelaku sudah diamankan di Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut.

Seorang oknum Kades yang diduga melakukan pemerasan itu adalah Saiful Bahkri (44), warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sedangkan untuk Sekdes yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah Parlan (51), yang merupakan warga desa tersebut.

Pengrebekan kasus pemerasan tersebut berawal saat petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban mendapatkan laporan dari korban yang diketahui bernama Trien Harvita Dian Kusuma, seorang Notaris/PPAT. 

Yang mana pelaku meminta uang sebesar Rp 25 juta kepada korban untuk pengurusan sertifikat tanah.

"Kita mendapatkan laporan langsung melakukan pengrebekan di rumah makan Kayu Manis. Kemudian kita berhasil mengamankan kedua pelaku tersebut bersama dengan barang bukti," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Dalam pengrebekan tersebut petugas berhasil mengamankan dua amplop warna coklat dan putih serta dua buah sarung yang dibungkus kertas kado. Yang mana amplop tersebut berisikan uang dengan total Rp 25 juta yang diminta oleh Kades untuk pengurusan berkas tanah milik PT Kawasan Industri Tuban (KIT) yang ada di desa tersebut.

"Korban sempat menawar harga tersebut tapi tidak disetujui oleh Kepala Desa. Karena tak ingin dipersulit, korban membayar uang tersebut," lanjut Kasat Reskrim, saat ditemui di Polres Tuban.

Saat ini petugas kepolisian dari Unit 2 Sat Reskrim Polres Tuban masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) tersebut. Kini kedua pelaku sudah ditahan di Polres Tuban guna proses hukum lebih lanjut.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pencurian di Perumahan Tuban Akbar

0 komentar

Berita Tuban - Sebuah rumah milik Sameul, seorang pengusaha yang berada di komplek Perumahan Tuban Akbar nomer A 16 Kelurahan Perbon, Kecamatan Kota Tuban disatroni maling, Senin (12/01/2015) dinihari.
Pelaku pencurian yang diperkirakan hanya satu orang tersebut terbilang nekad. Pasalnya saat kejadian pembobolan tersebut korban beserta keluarganya dalam posisi tidur di dalam kamar yang disatroni pelaku pencurian.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, peristiwa pembobolan rumah tersebut berawal saat pemilik rumah baru datang dari Surabaya sekitar pukul 24.00 Wib tadi malam. Saat itu keluarga korban langsung tertidur pulas di dalam kamarnya.

"Kecapekan setelah pulang dari Surabaya langsung tidur. Tahu-tahu kalau ada yang hilang setelah bangun tidur," ujar Nanik, istri pemilik rumah korban pencurian itu.

Korban sangat kaget saat bangun tidur sebuah tas yang berisikan perhiasan dan juga sejumlah uang asing sudah tidak berada di kamarnya. Padahal tas tersebut di taruh tak jauh dari tempat korban tidur bersama keluarganya itu.

"Tasnya saya taruh di samping tempat tidur. Saat bangun saya kaget tas sudah tidak ada dan saya cari-cari ternyata ketemu di loteng belakang rumah," cerita Nanik.

Pelaku pencurian yang berhasil membawa perhiasan dan juga dua handpone milik korban tersebut masuk ke dalam rumah diduga melalui atap rumah melalui genteng. Pasalnya kondisi plafon yang ada di ruang kamar tidur tersebut masih terbuka.

"Kalau uangnya tidak banyak. Mungkin kalau total kerugiannya sekitar sepuluh juta rupiah," ungkap Samuel, yang merupakan pengusaha Jasa Penukaran uang asing tersebut.
Mengetahui kejadian tersebut korban langsung melaporkan kejadian pencurian tersebut kepada pihak kepolisian jajaran Polres Tuban. Petugas yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap pelaku pencurian.[mut
Baca Selengkapnya...

Petani Garam Palang Tuban Cari Pekerjaan Lain

0 komentar

Berita Tuban - Memasuki musim penghujan yang sudah terjadi sejak hampir dua bulan ini membuat para Petani Garam yang ada di wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban nganggur lantaran tidak bisa memproduksi garam, Minggu (11/01/2015).

Dengan kondisi curah hujan yang tinggi membuat puluhan hektar lahan yang biasa digunakan membuat garam dibiarkan nganggur. Akibatnya banyak para petani maupun tenaga pembuat garam yang beralih profesi pada musim penghujan.

"Sementara kalau musim penghujan ini ya nganggur mas. Banyak yang mencari pekerjaan lainnya," terang Lasminto (55), salah satu petani garam asal Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Pantauan di lapangan, puluhan hektar lahan produksi garam di wilayah Desa Pliwetan dan Desa Leran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban tersebut nampak tidak ada aktifitas apapun. Para petani garam tidak berani untuk memproduksi lantaran kurangnya sinar matahari pada musim penghujan.

"Kalau musim penghujan seperti ini, kondisi air laut memang masih muda dan kandungan kristalnya minim. Makanya ini lahanya banyak yang nganggur," lanjut Lasmito, yang saat ini memilih berjualan ikan.

Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung itu para petani mengaku akan mengalami kerugian jika memaksakan untuk melakukan produksi. Biasanya dalam satu hektar lahan saat musim kemarau, petani dapat menghasil ratusan ton garam dalam sekali produksi.

"Sambil bekerja lainnya, kita juga nunggu menjual garam di gudang yang belum laku. Nanti kalau sudah musim kemarau kita baru melakukan produksi lagi," pungkasnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014