Advertise

 
Wednesday, June 25, 2014

Gadis Plumpang Tuban Dihamili Teman Facebook

0 comments

Berita Tuban - Kasus pencabulan terhadap anak-anak yang masih di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Akibat perbuatan pencabulan dengan cara disebutuhi itu korban mengalami hamil hingga lima bulan.

Kasus persetubuhan terhadap anak-anak itu dilakukan oleh Rahminto (18), pemuda asal Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Sedangkan untuk korban sebut saja Indah (16), gadis asal desa di Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Kejadian pencabulan yang dilakukan Minto terhadap Indah berawal dari perkenalan mereka melalui jejaring sosial facebook. Pelaku meminta nomer HP milik korban dan berlanjut pada SMS untuk ketemu darat.

"Setelah kenal dan sering SMS pelaku mengaku korban bertemu. Pertama kali mereka janjian untuk ketemu di belakang rumah korban," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban, Minggu (22/06/2014).

Selanjutnya, saat pertemuan pada hari pertamanya sekitar bulan Januari 2014 itu kemudian pelaku merayu korban. Minto kemudian mengajak korban untuk berhubungan layaknya suami istri di bekalan rumah korban yang menjadi tempat pertemuan.

"Pelaku merayu korban mau menikahi korban jika korban sampai hamil. Kemudian mereka melakukan hubungan layaknya suami istri itu di tempat yang sepi belakang rumah korban," sambung Kasat Reskrim.

Namun pada saat melakukan persetubuhan yang kedua kalinya pelaku merasa khawatir jika korban hamil. Akhirnya pelaku sempat meminta korban untuk minuman soda dicampur dengan minuman suplemen dan juga disuruh makan nanas, supaya korban tidak hamil.

"Dua kali pelaku meminta korban untuk makan nanas dan minum Sprite dicampur extra joss. Korban baru diketahui hamil oleh orang tuanya setelah curiga dengan perut anaknya yang buncit. Saat diperiksakan ke dokter ternyata korban sudah hamil lima bulan," ungkap mantan anggota Polda Jatim itu.

Orang tua Indah yang tidak terima atas pencabulan tersebut langsung lapor polisi. Kemudian polisi langsung menangkap pelaku yang masih remaja tersebut dan sekarang sudah ditahan di Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 81 UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun penjara," pungkasnya.[mut/but]
Baca Selengkapnya...

Persatu Tuban Kalahkan Persibas Banyumas

0 comments

Berita Tuban - Persatu Tuban mampu menundukkan Persibas Banyumas 2-0 pada pertandingan lanjutan Divisi Satu PSSI 2014, di Sadion Lokajaya, Jumat (20/06/2014). Kedua gol tim asuhan Edi Sutrisno tersebut diciptakan Taufan Hidayat dan Edi Winarno.

Dalam laga tersebut, kedua tim tampil saling serang sejak menit awal. Kokohnya lini belakang tuan rumah, kontan hanya membuat lini depan Persibas kesulitan membobol gawang Persatu. Meski menciptakan beberapa peluang, hasil tersebut tak berubah hingga laga usai.

Tak ayal, dengan hasil itu, kini Persatu berhasil memuncaki klasemen group 16 dengan 6 poin dari dua kemenangan. [mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Rampok Modus Pecah Kaca di Tuban

0 comments

Berita Tuban - Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tuban. Dalam peristiwa itu, uang puluhan juta milik nasabah bank amblas digondol pelaku setelah memecahkan kaca mobil korban, Jumat (20/06/2014) sore.

Peristiwa perampokan dengan modus pecah kaca tersebut terjadi di tepi jalan Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat itu korban sedang memarkir mobilnya di pinggir jalan setelah mengambil uang dari bank.

Kejadian perampokan tersebut berawal saat Khoirul, yang merupakan korban telah mengambil uang dari bank BNI Tuban dengan menggunakan mobil Sedan nopol S 1451 HF bersama dengan Imam Bukhori yang menjadi pengemudi mobil tersebut.

Setelah mengambil uang dengan jumlah Rp 58 juta itu korban akan pulang. Namun sebelum pulang kerumah, korban yang merupakan juragan Benur tersebut sempat mampir toko untuk membeli pipa yang akan diguanakn ditambaknya.

"Setelah dari bank kita mampir beli pipa dulu, kemudian langsung menuju tambak yang ada di panyura," terang Imam Bukhori (43), yang merupakan pengemudi mobil tersebut.

Selanjutnya, saat mampir di lokasi tambak benur yang ada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang itu, Khoirul bersama dengan Bukhori turun dari mobil. Mereka berdua masuk ke lokasi tambak untuk melihat barang yang akan dibelinya.

Namun baru sekitar lima menit mereka turun dan masuk ke lokasi tambak benur itu mobil tersebut sudah disatroni para perampok yang diperkirakan berjumlah dua orang. Pelaku memecahkan kaca mobil dan mengambil uang dalam plastik hitam yang ada di dalam mobil.

"Kita baru saja turun dan masuk tambak. Tapi diteriaki saya orang kalau kaca mobil dipecah saya langsung kembali," jelas Imam Bukhori, pengemudi mobil tersebut.

Setelah dilihat ternyata uang sebanyak Rp 58 juta yang diambil dari bank tersebut telah raib. Kemudian korban langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian Polres Tuban. "Mereka berdua pakai jaket hitam. Naik sepeda motor kalau gak salah jupiter. Saya tidak sempat curiga, karena tidak merasa dibuntuti orang," ujarnya.

Kini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus perampokan nasabah bank dengan modus pecah kaca tersebut. Untuk korban masih dimintai keterangan di Polres Tuban atas kejadian tersebut.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

KPU Tuban Ajarkan Coblos Surat Suara Pilpres

0 comments

Berita Tuban - Guna mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) yang akan berlangsung pada 9 Juli 2014 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tuban melakukan soasialisasai, Jumat (20/06/2014).

Sosialisasi tersebut dilakukan oleh KPUD Tuban kepada ratusan pelajar dari berbagai sekolahan yang ada di Kota Tuban. Yang mana para pelajar tersebut merupakan para pemilih pemula yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilpres ini.

Puluhan pelajar dari 20 sekolah di Tuban tersebut mendapatkan pengarahan bagaimana cara melakukan pencoblosan yang benar. Selain itu mereka yang merupakan pemilih pemula tersebut diberikan pengetahuan seputar peraturan tentang pemilu.

"Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pengetahuan kepada para pemilih pemula tentang pemilu. Supaya nanti dalam memilih mereka tak salah yang mengakibatkan suara mereka tidak sah," terang Yayuk Dwi Agus Sulistyorini, Komisoner KPUD Tuban.

Di wilayah Kabupaten Tuban sendiri ada sekitar 6.000 pemilih pemula untuk Pilpres yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hal itu bisa diketahui dengan adanya penambahan jumlah DPT Pemilu Legislatif (Pileg) kemarin yang sebagian besar merupakan pemilih pemula.

"Kita menyampaikan bagaimana mekanisme pemilu, sistem pencalonan, maupun pencoblosan. Mereka adalah pemilih pemula jangan sampai tidak menggunakan hak suaranya, serta tidak salah saat menggunakan hak suaranya," lanjut Yayuk.

Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi terhadap para pelajar tersebut yang merupakan pemilih pemula tersebut akan menggunakan hak suaranya. Sehingga bisa meningkatkan partisipasi warga di wilayah Tuban untuk menggunakan hak suaranya dan mengurangi angka golput dalam Pilpres nanti.

Sementara itu, para pelajar yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut mengaku sudah paham tentang cara untuk memilih dalam pelaksanaan Pilpres 2014 ini. Sehingga para pelajar itu mengaku akan memberikan hak suaranya saat Pilpres 2014 nanti.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Surat Suara Pilpres 2014 Sudah Datang di KPUD Tuban

0 comments

Berita Tuban - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tuban telah menerima surat suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang akan berlangsung pada tanggal 9 Juli mendatang, Jumat (20/06/2014).

Ratusan dus yang berisikan puluhan ribu surat suara tersebut telah tiba di KPU Tuban tadi malam. Kedatangan surat suara tersebut dikawal oleh petugas kepolisian dengan bersenjata lengkap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk dalam proses penurunannya.

Data yang dihimpun wartawan, surat suara Pilpres untuk wilayah Kabupaten Tuban sebanyak 473 dus atau boks. Yang mana surat suara tersebut langsung disimpan di kantor KPUD Tuban jalan Pramuka, nomer 3 Kota Tuban.

Total surat suara untuk Pilpres nanti yang sudah datang di KPU Tuban sebanyak 945.224 lembar. Dengan rincian 941.315 lembar surat suara untuk pemilihan, 2.909 lembar untuk cadangan, dan 1.000 lembar untuk pemilihan ulang.

"Surat suara untuk Pilpres dari KPU Pusat sudah kami terima. Surat suara ini didatangkan langsung dari Jawa Barat," terang Kasmuri, selaku Ketua KPUD Tuban.

Setelah diterima, selanjutnya Komisi Pemilihan Umum akan melakukan penyortiran surat suara pemilihan presiden 2014 ini. Sedangkan untuk proses pelipatan surat suara tersebut masih belum ditentukan apakah dilakukan di KPU atau oleh masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). 

"Untuk pelipatan surat suara masih akan kita bahasa dengan internal dengan acuan cara yang efektif dan efisien," lanjut Ketua KPUD Tuban yang baru itu.

Sementara itu, selain telah menerima surat suara, KPUD Tuban juga telah menerima logistik Pilpres dari KPU Provinsi berupa tinta yang digunakan saat pemilihan nanti. Sekarang untuk logistik Pilpres yang sudah mulai datang itu sudah berada di kantor KPU Tuban.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pria Tegalrejo MU Tuban, Perkosa Gadis SMP Hingga Hamil

0 comments

Berita Tuban - Sungguh terlalu apa yang dilakukan oleh Tarno (41), warga Dusun Becok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Dia tega menyetubuhi anak di bawah umur dengan diancam dibunuh.

Akibat persebutuhan yang dilakukan oleh Tarno itu, korban yang merupakan gadis lulusan SMP itu saat ini sudah hamil empat bulan. Korban diketahui hamil setelah orang tua korban curiga dengan kondisi anaknya yang perutnya semakin membesar.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, kejadian pemerkosaan terhadap Linda (nama samaran) itu berawal saat korban berada di rumahnya sendirian pada sekitar bulan Februari 2014 kemarin. Tarno yang sudah beristri tersebut langsung masuk ke rumah korban melalui pintu belakang.

"Kalau siang di rumahnya sering sepi. Jadi saya langsung masuk lewat pintu belakang," ujar Tarno, saat diperiksa petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tuban, Kamis (19/06/2014).

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah korban, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar korban yang memang saat itu sedang terbuka. Di dalam kamar korban itulah, pelaku langsung menyetubuhi korban dan mengancam korban akan dibunuh jika bercerita dengan orang lain.

Ancaman dari Tarno tersebut berhasil, korban yang takut dibunuh oleh pelaku yang masih tetangganya sendiri itu tidak berani bercerita tentang apa yang dialaminya. Hingga akhirnya baru terbongkar setelah orang tuanya curiga dengan kondisi perut korban yang buncit.

"Oleh orang tuanya korban kemudian diperiksakan ke bidan desa dan dinyatakan hamil. Tapi karena orang tuanya tak percaya kembali memeriksakan korban untuk USG dan hasilnya juga positif," terang AKP Suhariyono, Kasat Reskrim Polres Tuban.

Mengetahui anaknya yang sudah dalam kondisi hamil, orang tua korban langsung melaporkan pelaku yang masih tetangganya itu ke pihak kepolisian Polres Tuban. Akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku untuk yang telah menghamili Linda.

"Setelah diperiksakan korban tenyata sudah hamil empat bulan lebih. Pelaku sudah berhasil kita tangkap dan sekarang kita tahan di Polres Tuban untuk proses penyelidikan lebih lanjut," lanjut Kasat Reskrim.

Dalam kasus tersebut Tarno, yang kesehariannya sebagai seorang petani tersebut dijerat dengan pasal 81 UU RI nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan. Yakni dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun pernjara. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

KPUD Tuban Sudah Siapkan Alat Coblos Capres

0 comments

Berita Tuban - Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 yang tinggal beberapa hari lagi, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tuban sudah mulai melakukan persiapan penyiapan beberapa logistik untuk Pilpres, Kamis (19/06/2014).

Berbagai persiapan yang dilakukan oleh KPUD Tuban tersebut mulai melakukan pengepakan sejumlah kebutuhan dalam pelaksanaan pemilihan yang akan berlangsung pada tanggal 9 Juli 2014 besuk. Yakni seperti penyiapan kotak suara maupun bilik suara serta logistik  yang menjadi tagungjawab KPU kabupaten.

"Untuk logistik yang menjadi tanggungjawab kabupaten semua sudah siap. Dan saat ini masih dalam proses pengepakan," terang Nur Hakim, Divisi Logistik KPUD Tuban yang baru.

Setelah semua persiapan dan pengepakannya selesai dilakukan, kemudian kebutuhan logistik untuk Pilpres nanti baru akan dikirim ke masing-masing kecamatan. Namun saat ini pihaknya masih melakukan inventarisir mana logistik yang layak atau tidak.

"Yang kita inventarisir mulai dari kotak suara, bilik suara, batalan dan alat pencoblosan. Untuk yang masih bisa digunakan akan kita gunakan lagi," lanjut Nur Hakim, saat di gudan Logistik KPUD Tuban.

Sementara itu, untuk mengenai logistik Pilpres ini yang menjadi tangungjawab dari KPU Provinsi maupun KPU Pusat masih belum diketahui pasti kapan datangnya. Pasal hingga sekarang ini belum ada kabar kapan logistik itu akan datang.

"Untuk logistik yang dari provinsi maupun pusat kita masih menunggu, kemungkinan minggu-minggu ini sudah akan datang. Dan kami yakin tahapan Pilpres akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014