Advertise

 
Minggu, 29 Maret 2015

Reka Ulang Pembunuhan Bocah SD Sugihwaras Tuban Dilakukan

0 komentar

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban menggelar rekonstruksi peristiwa pembunuhan terhadap Muhammad Subkan (8), pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jumat (06/03/2015).

Pelaku pembunuhan bocah SD tersebut adalah Muhammad Zaeni (32), seorang pencuri Ayam warga Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban pada hari Rabu (25/02/2015) lalu. Pelaku pembunuhan itu tak lain masih kerabat dari korban yang masih SD.

Pantauan wartawan, rekonstruksi pencurian ayam yang disertai pembunuhan itu dilakukan oleh petugas di sebuah rumah yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban karena demi lancarnya proses rekonstruksi yang menghadirkan pelaku pembunuhan itu.

"Rekonstruksi kita lakukan ditempat lain karena mengingat psikologis keluarga korban. Selain itu untuk keselamatan pelaku guna proses penyelidikan lebih lanjut," terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban yang ikut dalam rekonstruksi tersebut.

Dalam rekonstruksi kasus pencurian dengan kekerasan tersebut ada sebanyak 35 agedan yang dilakukan oleh M Zaini saat melakukan aksinya mencuri di rumah Sumadi yang merupakan orang tua dari pelajar SD tersebut.

"Untuk rekonstruksi di rumah terdapat sebanyak 33 adegan mulai dari pelaku datang sampai pelaku membunuh korban. Sedangkan dua adegan dilakukan di luar rumah, yang mana saat pelaku membuang barang bukti dan menjual ayam hasil curiannya," lanjut Kasat Reskrim.

Proses rekonstruksi pencurian ayam dan pembunuhan bocah SD tersebut menjadi pusat perhatian warga yang tinggal di kawasan Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sejumlah warga yang penasaran dengan pelaku pembunuhan bocah kelas dua SD tersebut berdatangan di sekitar rumah Nur Salim, warga setempat yang dijadikan sebagai tempat rekonstruksi.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya Rabu (25/02/2015), Muhammad Subkan (8), pelajar SD ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya yang ada di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Saat ditemukan korban masih mengenakan seragam sekolah lengkap.

Dalam waktu kurang dari 30 jam, petugas kepolisian Polres Tuban berhasil menangkap M Zaeni (32), warga Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban yang menjadi pelaku pembunuhan bocah nahas itu. Zaeni membunuh korban yang tak lain masih kerabatnya sendiri lantaran ketahuan mencuri ayam di rumah korban.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Bulog Operasi Pasar Beras Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Guna menekan melambungnya harga beras yang beredar di pasaran dan juga sejumlah toko, Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Bojonegoro melakukan operasi pasar di wilayah Kabupaten Tuban, Kamis (05/03/2015).

Dalam operasi pasar yang digelar di depan Pasar Baru, jalan Gajah Mada, Kota Tuban itu, pihak Bulog langsung menjual beras kepada warga masyarakat. Yang mana harga beras dalam operasi pasar tersebut dijual dengan harga murah di bawah harga umumnya yang ada di pasar.

"Kami menjual harga beras secara langsung kepada masyarakat. Dengan harapan harga beras di pasaran bisa ditekan," terang Omar Syarif, saat menggelar operasi pasar tersebut.

Omar menyatakan bahwa memang saat ini harga beras melambung tinggi dan sangat mahal di pasaran. Sehingga pihak Bulog menjual beras dengan kualitas sedang dengan harga Rp 7.300 per kilogramnya, yang mana jika dijual ditoko harga beras itu masih pada kisaran harga Rp 11.000 per kilonya.

"Kami menjual harga beras ini jauh di bawah harga pasaran. Setiap hari kita bisa menjual beras itu kepada masyarakat sebanyak hampir dua ton," lanjutnya.

Operasi pasar dengan tujuan menekan harga beras supaya tidak semakin melambung tinggi tersebut sudah dilakukan oleh pihak Bulog sejak pekan kemarin. Rencananya operasi pasar dengan menjual beras murah akan terus dilakukan sampai dengan harga normal kembali.

"Kita akan menggelar operasi pasar ini sampai harga beras di pasaran sampai normal kembali. Atau ada keputusan pemerintah untuk menghentikan operasi pasar ini,'' pungkasnya.

Keberadaan operasi pasar yang menjual beras dengan harga murah tersebut disambut antusias oleh warga masyarakat Kabupaten Tuban. Sejumlah warga merasa senang karena mendapatkan beras kualitas medium dengan harga yang sangat murah jika dibandingkan di toko.

"Sangat senang mas kalau ada beras murah seperti ini. Kami juga berharap untuk harga beras di pasaran juga supaya cepat turun," ungkap Hajir, salah satu warga yang membeli beras dari Bulog dalam operasi pasar itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Pemuda Asal Remen Tuban Ditangkap Curi Accu Truck

0 komentar

Berita Tuban - Dua pemuda yang masih duduk dibangka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kabupaten Tuban babak belur dan harus berusan dengan petugas kepolisian setelah tertangkap massa saat melakukan pencurian Accu truk yang terparkir, Rabu (04/03/2015).

Dua pelajar pencuri Accu kendaraan truk yang dihajar massa itu adalah Pras (18) dan Lis (18), keduanya pelajar asal Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Keduanya diketahui dan ditangkap saat melakukan pencurian di Kelurahan Perbon.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, penangkapan kedua pelajar tersebut berawal saat pelaku nampak berputar-putar di sekitar Kelurahan Perbon. Saat sampai di gang Delima, pelaku mengetahui ada truk milik Tamrin (65), yang sedang diparkir di pinggir jalan.

Selanjutnya, saat mengetahui situasi sepi pelajar tersebut langsung mendekat ke kendaraan truk yang terparkir itu. Mereka berdua langsung melepas kabel yang menempel di accu kendaraan truk itu dengan menggunakan tang.

"Saat itu aksinya diketahui oleh warga yang sedang melintas. Kemudian saksi memanggil warga lainnya dan langsung menangkap kedua pelaku," ujar AKP Basir, Kapolsek Kota, Tuban.

Mengetahui ada pencuri yang tertangkap, puluhan warga kelurahan tersebut yang kesal dengan aksi pencurian tersebut langsung berdatangan. Warga yang kesal langsung menghajar kedua pelajar itu sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Kepolisian Polsek Kota Tuban.

"Pelaku saat ini sudah kita amankan di Polsek untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Adapun barang bukti yang kita amankan sebanyak dua buah accu," lanjut Kapolsek Kota Tuban.

Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, dua pelajar itu mengaku nekad mencuri lantaran tak punya untuk membeli rokok. Namun meski demikian petugas masih akan melakukan pengembangan lebih lanjut apakah mereka terlibat dengan kasus pencurian di lokasi lainnya.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Jalan di Mentoro Soko Tuban Longsor

0 komentar

Berita Tuban - Akses jalan Desa Mentoro, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban nyaris terputus lantaran kondisi jalan yang menjadi penghubung beberapa desa di kecamatan itu mengalami longsor parah setelah hujan lebat terus menguyur desa itu selama beberapa hari terakhir, Rabu (04/03/2015).

Longsor tersebut sudah beberapa kali terjadi di jalan tersebut hingga mengakibatkan jalan semakin menyempit. Saat ini kondisi jalan desa itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua saja.

"Banyak terjadi kecelakaan, kemarin habis ada sepeda motor yang jatuh ke dalam longsor. Untungnya korbannya selamat," terang Siti, seorang ibu-ibu yang tinggal di sekitar lokasi longsor itu.

Pantauan wartawan di lapangan, kondisi jalan yang berada sekitar lima meter dari bibir sungai yang ada di desa tersebut saat ini tinggal sisa sekitar 50 Centimeter saja. Yakni jalan longsor itu panjangnya mencapai sekitar 25 meter.

"Ini sudah lama terjadi, semakin hari semakin parah. Tapi juga belum ada perbaikan," ungkap Mustam (50), warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor itu.

Sejumlah kendaraan sepeda motor yang melintas jalan tersebut harus sangat berhati-hati karena jalan yang sudah sangat sempit dan licin saat hujan. Selain itu, untuk kendaraan roda empat atau lebih harus memutar mencari jalan lain untuk melewati desa tersebut.

"Kalau dibiarkan saja ini justru semakin parah, karena setiap hujan pasti longsor. Kita khawatir sampek jalannya habis dan longsornya semakin parah karena sudah dekat dengan rumah-rumah," lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah warga berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan perbaikan jalan yang mengalami longsor yang semakin parah. Sehingga longsor tidak sampai merusak rumah warga yang jaraknya hanya tinggal beberapa meter dari titik longsor.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...

Petani Rengel Tuban Tewas Tersengat Aliran ACCU di Sawah

0 komentar
Foto Ilustrasi

Berita Tuban - Sejumlah warga Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dikagetkan dengan adanya penemuan sesosok mayat yang dalam kondisi tergeletak di area persawahan yang ada di desa setempat, Selasa (03/03/2015).

Korban tewas yang membuat sejumlah warga geger desa itu adalah Supodong (38), seorang petani warga Dusun Tomerto, Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Tuban. Pria yang sehari-hari sebagai petani itu diduga tewas akibat tersengat aliran listrik dari Accu yang digunakan mencari ikan.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, kejadian tewasnya Supodong berawal saat korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari ikan. Yang mana untuk mencari ikan di rawa-rawa yang tak jauh dari rumahnya itu korban menggunakan alat strum.

"Korban keluar dari rumah berpamitan kepada keluarganya untuk mencari ikan dengan menggunakan alat strum," jelas AKP Desis Susilo, Kapolsek Rengel, Kabupaten Tuban.

Namun, setelah beberapa jam keluar dari rumah dengan menggunakan peralatan strum ikan yang menggunakan Accu, Supodong sudah ditemukan oleh warga masyarakat sudah dalam kondisi tergeletak di tepi sawah. Warga yang kaget dengan penemuan mayat itu langsung lapor kepada pihak kepolisian.

"Awalnya kita mendapatkan laporan dari perangkat desa tersebut bahwa telah ditemukan korban tersebut. Selanjutnya kita mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan," lanjut Kapolsek Rengel itu.

Petugas kepolisian yang melakukan identifikasi menduga jika korban tewas akibat tersengat listrik dari perangkat ikan milik korban sendiri. Pasalnya dari hasil pemeriksaan dan juga visum yang dilakukan pihak Puskesmas ditemukan adanya bekas luka bakar pada kaki korban pencari ikan itu.

"Korban mengalami luka bakar di kaki kanan, yaitu pada bagian paha dan punggung telapak kaki yang diduga akibat accu dari alat pencari ikan itu. Sedangkan pada tubuh korban tiak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," pungkasnya.

Sementara itu, setelah dilakukan visum dan juga identifikasi jenazah Supodong tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban. Selain itu petugas juga telah  mengamankan barang bukti alat strum ikan yang diduga menjadi penyebab utama kematian korban. [mut/but]
Baca Selengkapnya...
Kamis, 19 Maret 2015

Desa Kapu Tuban Banjir

0 komentar

Berita Tuban - Akibat lahan pertanian diterjang banjir bandang, puluhan hektare tanaman padi yang berada di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dilakukan panen paksa oleh para petani, Selasa (03/03/2015).

Panen dini tersebut terpaksa dilakukan oleh para petani di desa tersebut lantaran tanaman padi yang ada di kawasan tersebut banyak yang roboh akibat diterjang banjir bandang. Sehingga jika tidak dipanen, tanaman padi tersebut justru semakin rusak.

Pantauan wartawan, sejumlah petani yang ada di desa tersebut melakukan panen tanaman padi miliknya. Ada puluhan hektare tanaman padi yang sudah dipanen mesti seharusnya masih kurang sekitar 10 hari lagi.

"Beberapa hari ini sudah dua kali kebanjiran, banyak tanaman yang terendam air dan juga lumpur," ujar Ranti (43), petani asal Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Menurutnya, setelah banjir surut tanam padi yang sudah mulai menguning tersebut banyak yang roboh akibat diterjang banjir bandang. Sedangkan sebagian tanaman yang kurang sepuluh hari panen itu tertimbun lumpur yang terbawa saat banjir.

"Kalau tidak dipanen itu sudah pasti membusuk. Jadinya terpaksa kita panen lebih awal," lanjutnya Ahmad, petani lain yang ada di desa tersebut.

Dengan melakukan panen dini, para petani mengaku mengalami penurunan dari segi hasil maupun kualitas tanaman padi tersebut. Pasalnya banyak tanaman yang sudah dalam keadaan membusuk lantaran terendam air banjir bercampur lumpur.

"Kalau itungannya ya rugi, soalnya kualitasnya tidak sebagus panen dengan usia normal. Sebagian ini masih ada yang hijau, karena masih usia delapan puluh hari," sambungnya.

Sementara itu, selain di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban sejumlah petani yang ada di Desa Sumurgung, Kecamatan Kota Tuban juga terpaksa melakukan panen dini. Lahan pertanian warga itu terendam banjir bandang akibat jebolnya tanggul sungai Jambon yang melewati desa itu. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Bu Siti Tewas Longsor di Singgahan Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Nasib apes menimpa Siti Munzaroh (29), seorang ibu-ibu warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, pasal korban tewas tertimpa bongkahan batu besar saat terjadi longsor di desa tersebut, Senin (02/03/2015).

Dari informasi yang dihimpun wartawan, kejadian tewasnya ibu satu anak tersebut berawal saat korban membeli bakso keliling di bawah tebing bekas tambang pasir kwarsa yang berada di desa tersebut dan tak jauh dari rumah korban.

Yang mana pada saat kejadian longsor itu kondisi cuaca dalam keadaan girimis setelah hujan melanda wilayah desa itu. Selanjutnya secara tiba-tiba bongkahan batu dengan ukuran besar mengalami longsor dari ketinggian sekitar delapan meter.

"Saat itu korban sedang membeli bakso keliling yang berhenti di bawah tebing bekas galian tambang pasir kwarsa. Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa korban tersebut," terang AKP Totok, Kapolsek Singgahan, Kabupaten Tuban.

Lantaran tertimpa bongkahan batu besar dari bekas tambang galian C yang longsor itu Siti Munzaroh langsung tewas di lokasi kejadian perkara. Sedangkan untuk penjual bakso keliling tersebut berhasil selamat dari kejadian longsor dari tebing bekas galian itu.

"Memang kondisi cuaca saat itu gerimis. Saat kejadian itu untuk penjual bakso berhasil menyelamatkan diri," lanjut Kapolsek Singgahan.

Sementara itu, sejumlah warga yang mengetahui kejadian longsor yang menewaskan ibu-ibu tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Saat dilokasi kejadian petugas melakukan identifikasi terhadap korban dan kemudian mengevakuasi korban dari tempat kejadian perkara (TKP).

"Karena tertimpa batu yang besar korban baru bisa dievakuasi dengan bantuan warga sekitar. Kita juga melakukan pemeriksaan dan visum terhadap korban bersama dengan mantri Puskesmas," ungkapnya.

Saat ini untuk jenazah ibu satu anak tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban. Keluarga korban yang sudah terima dengan peristiwa tersebut rencananya akan langsung memakamkan jenazah korban pada malam ini.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...
Minggu, 15 Maret 2015

Sungai Kepet Meluap Pantura Tuban Banjir

0 komentar

Berita Tuban - Akibat  jalan terendam banjir dari luapan sungai Kepet, jalur Pantura Tuban mengalami kemacetan panjang, Minggu (01/03/2015).

Titik kemacetan tersebut berada di jalan Tuban-Surabaya KM 6, Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Ketinggian air yang merendam jalan nasional tersebut mencapai sekitar 60 centimeter.

Pantauan wartawan di lapangan, kemacetan akibat jalan tergenang air banjir tersebut mencapai sekitar tiga kilometer baik untuk kendaraan yang dari Tuban menuju Surabaya ataupun dari arah sebaliknya. Kemacetan akibat banjir itu terjadi hampir satu jam karena menunggu air surut.

"Tadi waktu airnya masih tinggi kendaraan kecil tidak bisa lewat. Sepeda motor yang lewat banyak yang harus di dorong," ujar Warsimin (43), salah satu warga yang ada di lokasi banjir tersebut.

Menurutnya, untuk kendaraan besar seperti truk maupun bis sebenarnya tetap bisa untuk melintas. Tetapi karena banyaknya kendaraan kecil, sehingga arus harus berjalan pelan-pelan mencari jalan yang kondisi ketinggian airnya tidak terlalu dalam.

"Kalau minggu ini banyak kendaraan pribadi yang melintas. Jadinya ya harus pelan-pelan, makanya sampai macet panjang," lanjut Munir.

Banjir yang merendam jalur Pantura Tuban tersebut merupakan air kiriman dari wilayah pegunungan Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Jika daerah pegunungan hujan lebat dengan waktu yang lama, maka pasti sungai yang ada di desa tersebut banjir.

"Kalau untuk tahun ini baru pertama kali banjirnya sampai merendam jalan. Tadi itu banjirnya setelah hujan reda, langsung banjir. Kalau daerah gunung masih hujan, ini banjirnya juga lama," pungkasnya.

Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan panjang akibat banjir yang merendam ruas jalan pantura Tuban sejumlah petugas kepolisian dari Sat Lantas Polres Tuban nampak diterjunkan di lokasi. Dibantu oleh warga petugas mengatur arus lalu lintas untuk mencegah kemacetan.[mut/but]
Baca Selengkapnya...

Hujan Deras Grabagan Tuban Banjir

0 komentar

Berita Tuban - Hujan lebat yang terjadi di wilayah Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban sekitar kurang dari satu jam mengakibatkan banjir bandang, Sabtu (28/02/2015).

Banjir bandang membuat akses ruas jalan penghubung antar kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban itu terputus. Pasalnya sekitar 20 meter jalan poros kecamatan itu berubah menjadi seperti sungai dengan arus yang deras.

Pantauan wartawan di lapangan, akses jalan yang terputus akibat banjir dari perbukitan itu berada di Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Tuban. Ketinggian air di jalan tersebut mencapai sekitar setengah meter dengan arus yang deras.

"Kalau hujan deras kondisi memang seperti ini. Biasanya juga bisa lebih parah dan lebih besar dari sekarang," ujar Abdullah, salah satu warga yang ada di lokasi tersebut.

Arus banjir sempat nyaris menyeret pengguna jalan yang sedang melintas. Pasalnya saat sejumlah pengendara motor melintas air dengan warna kecokelatan tersebut tiba-tiba datang lebih deras.

"Tadi sejumlah pengendara motor nekad untuk menyeberang banjir itu  sampai nyaris terseret arus deras. Beruntung banyak warga di sekitar lokasi dan berhasil ditolong," lanjut Aly, pemuda yang kebetulan akan melewati jalan tersebut.

Untuk menghindari banjir yang memutuskan akses jalan poros kecamatan, para pengendara motor dari Kota Tuban yang akan ke Kecamatan Rengel harus putar mencari jalan lain. Sejumlah pengendara yang nekad melintas terpaksa mendorong motornya karena mesinnya mogok terendam air.

"Kalau banjir seperti ini biasanya paling tidak setengah jam airnya baru surut. Apalagi hujannya deras dan lama, banjirnya juga lama," papar Nur, yang ikut membantu pengguna jalan yang motornya mogok di tengah banjir.

Warga menuding jika banjir yang memutuskan akses jalan raya tersebut akibat sempitnya saluran drainase dan juga terlalu derasnya air banjir bandang. Sehingga air kiriman dari pegunungan yang semakin gundul karena tidak ada tanamannya langsung meluber ke jalan raya tidak tertampung oleh drainase. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Bus vs Truck Gesing Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Kecelakaan maut yang melibatkan Bus PO Indonesia dengan dua kendaraan truk terjadi di jalur pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Surabaya KM 9, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Sabtu (28/02/2015).

Dalam kejadian tersebut satu penumpang bus tewas di lokasi kejadian perkara dan tiga orang lainnya mengalami luka parah. Sedangkan belasan penumpang yang ada di dalam bus tersebut  mengalami luka ringan termasuk para pengemudi truk.

Kejadian kecelakaan maut itu berawal saat kendaraan bus PO Indonesia nopol L 7508 UV yang  dikemudikan oleh Bronto (54), warga Desa Ngimbang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto berjalan dari arah Surabaya menuju Semarang.

Saat sampai di sekitar lokasi kejadian yang jalannya turun kendaraan bus yang berpenumpang 35 orang itu mendahului kendaraan truk yang berjalan searah. Sedang dari arah berlawanan melaju truk nopol BD 8158 LK yang dikemudikan olej Muryanto (32), asal Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jateng.

"Karena jarak yang terlalu dekat akibatnya kecelakaan tidak bisa terhindarkan. Kendaraan truk hingga terdorong kebelakang karena benturan keras," terang AKP Muhammad Fakih, Kasat Lantas Polres Tuban.

Saat kendaraan truk tronton itu terdorong kebelakang sehingga kendaraan truk itu ditabrak dari belakang truk trailer nopol H 1790 CF yang dikemudikan oleh Lasimin (47), asal Kabupaten Pati, Jateng. Akibatnya truk tronton BD 8158 LK terguling di tengah jalan.

"Satu korban yang merupakan penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan pengemudi bus mengalami luka berat dan harus di rawat di RSUD Koesma Tuban," lanjut Kasat Lantas.

Penumpang bus yang tewas dalam kecelakaan itu adalah Yunni Petronella Octavina (41), warga Gununganyar, Kecamatan Gununganyar, Surabaya. Sementara untuk penumpang lain yang mengalami luka berat juga masih mendapatkan perawatan di RSUD Tuban.

"Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian kecelakaan ini. Kita telah melakukan olah TKP dan juga mencari keterangan sejumlah saksi," pungkas Kasat Lantas.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

Pembunuh anak SD di Tuban ditangkap Polisi

0 komentar

Berita Tuban - MZ (32), warga Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban yang nekad menghabisi nyawa Muhammad Subkan (8), pelajar SD asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Tuban juga masih tega membawa kabur barang-barang hasil curian, Jumat (27/02/2015).

Dalam kejadian pencurian dengan kekerasan itu, MZ telah berhasil membawa kabur ayam jago milik orang tua korban dan juga handpone. Setelah melakukan pencurian pria yang masih kerabat dengan korban itu menjual ayam hasil curian dan kemudian kembali datang ke rumah korban untuk melayat. "Pelaku sempat datang untuk takziyah ke rumah korban," ujar AKBP Guruh Arif Darmawan, Kapolsek Tuban. 

Kapolres yang baru bertugas dua bulan di wilayah Tuban itu menjelaskan bahwa pelaku melakukan pencurian itu dengan cara mendobrak pintu belakang rumah yang dalam kondisi kosong. Saat baru melakukan aksinya, MZ diketahui oleh Subkhan yang baru pulang sekolah.

"Setelah membunuh korban kemudian pelaku melarikan diri lewat belakang. Pelaku sempat merusak pigora yang ada uangnya mainan," jawab AKBP Guruh Arif Darmawan  yang pernah menjabat sebagai Kapolres Donggala. 

Guna mengetahui berapa kali MZ melakukan pencurian di rumah kerabatnya sendiri itu, petugas dari Sat Reskrim Polres Tuban masih terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Petugas berhasil mengamankan barang bukti kayu yang digunakan MZ untuk memukul pelajar kelas dua SD hingga tewas.

Sementara itu, seperti diberitakan kemarin, Rabu (25/02/2015), Muhammad Subkan (8), pelajar kelas dua Sekolah Dasar (SD) asal Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi luka parah di bagian kepalanya.

Jenazah Subkan ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai  ruang tengah rumah korban yang ada di desa itu dengan masih menggunakan seragam sekolah lengkap. Yang mana jenazah pelajar tersebut pertama kali ditemukan oleh kakaknya sendiri yang juga baru pulang sekolah pada sore kemarin.[mut/kun]
Baca Selengkapnya...

HPN 2015 Tanam Pohon di Plumpang Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2015, perkumpulan wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Tuban melakukan tanam pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Kamis (26/02/2015).

Kegiatan tanam pohon tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan di wilayah Kabupaten Tuban. Selain untuk guna mencegah abrasi yang terjadi di bantaran Bengawan Solo itu setelah terjadinya banjir.

"Ini kita mengajak pada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bergerak peduli terhadap lingkungan dengan melakukan penghijauan," ujar Khoirul Huda, Ketua Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) yang merupakan perkumpulan wartawan di Tuban.

Kegiatan penghijauan untuk penyelamatan lingkungan tersebut sudah beberapa kali dilakukan oleh para awak media di Kabupaten Tuban di wilayah yang kondisinya kritis. Sepertinya halnya di bantaran Bengawan Solo Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang itu yang selalu terjadi longsor.

"Berdasarkan pengamatan dan juga hasil survei memang daerah sini yang paling rawan terjadi longsor. Karena memang tidak ada plengsengan maupun tanggulnya, makanya kegiatan kita lakukan disini," lanjut Huda yang merupakan wartawan koran harian itu.

Untuk penyelamatan bantaran Sungai Bengawan Solo itu, para awak media melakukan penanaman ribuan pohon jenis Tanjung, Jambon, bibit Jambu dan juga tamanan buah jenis Sirsat. Selain di Desa Kebomlati, Kecamatan Palang, penghijauan akan dilakukan di beberapa desa di kecamatan itu.

"Kita berharap kegiatan penanaman pohon ini bisa bermanfaat bagi lingkungan. Dengan penanaman pohon kita harapkan longsor yang  tidak semakin parah melanda desa ini," lanjutnya.

Sementara itu, kegiatan tanam pohon dengan tema penyelamatan bantaran Sungai Bengawan Solo di lapangan Desa Kebomlati tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tuban, Komandan Kodim 0811 Tuban, Ketua DPRD Tuban, perwakilan Forpimda lainnya dan juga perwakilan sejumlah perusahaan yang ada di Tuban.

Selain tanam pohon, dalam kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) juga dilakukan kegiatan sosial berupa Donor Darah yang bekerja sama dengan PMI Cabang Tuban. Selain itu juga dilakukan santunan anak yatim dengan jumlah 200 anak dari kecamatan tersebut.

"Saya sangat mengapresiasi terhadap RPS yang telah peduli dengan lingkungan dan kepada masyarakat yang kurang beruntung. Terbukti dalam kegiatan ini juga ada santunan anak yatim," terang Noor Nahar Husain, Wakil Bupati Tuban saat memberikan sambutan. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

Ular Piton di Rengel Tuban

0 komentar

Berita Tuban - Ular jenis Piton dengan ukuran besar dengan mencari mangsa ternak milik warga kembali berhasil ditangkap oleh warga setelah masuk ke area pemukiman warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. 

Ular dengan panjang sekitar empat meter lebih tersebut sangat meresahkan bagi warga yang tinggal di desa setempat. Pasalnya, selain sering memangsa ternak ular Phiton itu juga berukuran besar dan membahayakan bagi penduduk, Rabu (25/03/2015).

Dari informasi yang dihimpun, Ular pemangsa hewan ternak tersebut berhasil ditangkap saat masuk kadang ayam milik Ndemo (32), warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Tuban. Saat itu ia mendengar suara berisik dari kandang ayam dan juga bebek yang berada di belakang rumahnya.

"Waktu melihat TV saya dengar ada suara gaduh di kandang. Saya lihat ularnya sudah melilit bebek," terang Ndemo, pemilik kandang ayam tersebut.

Karena takut dengan ular yang ukurannya besar itu, Ndemo langsung memanggil warga desa untuk membantu menangkap hewan melata itu. Setelah dikepung dan juga mendatangkan pawang ular akhirnya ular itu dapat ditangkap dan langsung dikurung.

"Sudah sering ular masuk kampung di sini. Yang sudah berhasil ditangkap sudah ada tiga," lanjutnya.

Sementara itu, sejumlah warga menyatakan jika ular berukuran empat meter tersebut merupakan ular yang berasal dari perbukitan kapur. Ular Phiton itu turun gunung memangsa ternak milik warga karena lapar dan mencari mangsa yang bisa dimakan.

"Ini mungkin ularnya kelaparan dan cari mangsa turun dari gunung. Makanya banyak ternak warga yang menjadi korbannya," ujar Lukman, warga lain yang juga ikut menangkap ular itu.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
Rabu, 25 Februari 2015

Anak Punk Tuban Diamankan Polisi

0 komentar

Berita Tuban - Sejumlah petugas dari anggota Sat Sabhara Polres Tuban melakukan kegiatan razia Cipta Kondisi (Cipkon) dengan sasaran anak jalan (Anjal) yang biasa beroperasi di kawasan jalanan Kota Tuban, Selasa (24/02/2015).

Dalam razia tersebut petugas berhasil mengamankan sedikitnya sepuluh orang pengamen dari sejumlah titik ruas jalan di tengah Kota Tuban. Para pengamen yang terjaring razia langsung diamankan dan angkut oleh petugas untuk dibawa ke Polres Tuban guna dilakukan pendataan.

Razia dengan sasaran anak jalan yang sering berkeliaran di wilayah Kabupaten Tuban dilakukan mulai dari Jalan Basuki Rahmad. Petugas melakukan penyisiran sejumlah titik yang disinyalir digunakan para anak jalan berkumpul dan juga mengamen.

Dari jalan tersebut petugas berhasil mengamankan tiga orang anak jalanan yang biasa mengamen di perempatan lampu merah. Sehingga para anjal yang disinyalir sering mengganggu ketertiban langsung diangkut oleh petugas.

Penyisiran dilanjutkan ke jalan Sunan Kalijogo, Jalan Panglima Sudirman dan juga Alun-alun Kota Tuban. Dari tiga titik lokasi tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak tujuh orang jalanan yang sebagian besar masih berusia remaja dan menjadi pengamen.

"Total untuk kegiatan razia Cipta Kondisi kali ini kita amankan tujuh orang. Mereka kita bawa ke Polres Tuban untuk dilakukan pendataan dan pembinaan," terang AKP Yani Susilo, Kasat Sabhara Polres Tuban.

Kasat Sabhara menjelaskan, jika mereka sebanyak sepuluh anak jalanan yang diamankan dalam razia tersebut merupakan para pengamen dan juga peminta-minta pengguna jalan. Saat diamankan oleh petugas sebagian dari pengamen tersebut dalam kondisi mabuk.

"Mereka biasa mengamen di warung makan dan juga meminta-minta di jalan yang bisa mengganggu pengguna jalan. Saat kita amankan ada dari mereka dalam kondisi mabuk," lanjutnya.

Selain dengan sasaran anak jalanan, razia Cipkon itu guna mencegah dan memerangi terjadinya tindakan penyakit masyarakat (Pekat) baik yang sifatnya kecil sampai dengan tindakan yang membahayakan masyarakat. Seperti halnya keberadaan Wanita Tuna Susila (WTS) ataupun minuman keras. 

"Kalau hal tersebut dibiarkan saja akan menjadi problem dalam ciptakan Harkamtibmas di wilayah Kabupaten Tuban. Sehingga razia akan rutin kita lakukan," pungkasnya. [mut/but]
Baca Selengkapnya...

KPU Tuban Butuh Petunjuk Teknis

0 komentar

Berita Tuban - Sesuai dengan peraturan Undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Kabupaten Tuban akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada bulan Desember 2015 nanti.

Namun sampai dengan sekarang ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban belum mendapatkan petunjuk teknis (Juknis) dalam pelaksaan Pilkada. Sehingga pihak KPUK Tuban belum bisa melangkah untuk melakukan persiapan Pilkada, Selasa (24/02/2015).

"Untuk petunjuk teknis dari KPU RI belum ada. Jadinya kita masih menunggu penjabaran dari UU tersebut dan petunjuk teknisnya untuk melakukan persiapan," terang Kasmuri, Ketua KPU Kabupaten Tuban.

Kasmuri menjelaskan, jika sudah ada petunjuk teknisnya dalam pelaksaan Pilkada yang akan berlangsung serentak pada tahun 2015 ini, pihaknya baru bisa bekerja. Seperti halnya melakukan langkah-langkah persiapan, pemetaan data pemilih, dan berkas calon.

"Saat ini proses penganggaran saja belum dilaksanakan, karena masih menunggu penjabaran dari UU tersebut. Apalagi proses lain-lainnya juga belum kita laksanakan, seperti pembentukan PPK, dan proses lainnya,'' lanjutnya.

Sementara itu, Kabupaten Tuban merupakan salah satu wilayah yang pelaksanaan Pilkadanya dimajukan sesuai dengan Undang-undang tentang Pilkada yang baru-baru ini disahkan. Pasalnya untuk masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Tuban seharusnya baru akan berakhir pada bulan Juni 2016 mendatang.

"Memang seharusnya untuk jabatan Kepala Daerah Tuban ini habis pada tanggal 20 Juni 2016. Tapi karena ini diajukan ikut pada Desember 2015, jadinya kita perlu persiapan yang sangat ekstra," pungkasnya.[mut/ted]
Baca Selengkapnya...
 
Berita Tuban © 2014 ceaster.com & Ceaster Web. Supported by Ceaster Corp

Portal Berita Online Kabupaten Tuban Jawa Timur 2014